Where was the sun hiding?

As I wandering around Sumenep in Madura Island, I noticed that it was almost sunset time, so I decided to go to the nearest beach to Sumenep to capture the sunset moments there. My friend, who accompanied me in my trip to Madura, suggested to go to Kalianget, an old wharf who used to be the main port for transporting salts from Madura to many destinations as Madura was known to be the biggest salts manufacturers in the colonial era.

IMG_KAL01

According to historical records, Kalianget was built to be the center of the country’s salt producing facilities by the Dutch colonial government in the late 17th century. And as in the 1899 the colonial government built a modern salt factory in there in order to maintain its strong economic position in salt industry and trade, Kalianget was developing into a more modern city. It has many facilities to support the salt industry such as housings for the employees, good electricity facility, leisure centers as well as city parks, transportation, and even two wharves, one in the north and the other in the south.

Nowadays, Kalianget was fading away; renowned buildings in the past were only abandoned old buildings waiting to become just ruins. Such modern facilities which were owned by the city were nowhere to be seen anymore. As for the ports, the north one was publicly used by the locals who wanted to go to the surrounding islands, while the south port was really looked neglected.

Anyway, back to my intention to capture nice sunset moments, I went directly to the north port of Kalianget since it was the main port which was still actively used, and at that time I did not know that Kalianget had two ports. After exploring for some time there, I found that it was impossible to get a perfect sunset from the north port, because the sun would be blocked by a narrow cape as it set. Fortunately, I got information about the south port from one of the locals I met there. Hurriedly I left the north port to look for the south port. Unfortunately, however, as I came at the south port, dark clouds started to formed and blocked the sun. Did not want to leave the place empty handed, I still tried to shoot some frames, and the results were as follows :Β πŸ™‚

IMG_KAL02

IMG_KAL06

 

Keterangan :

Suatu ketika, sewaktu aku sedang berkeliling Sumenep, tiba-tiba aku tersadar bahwa senja sudah menjelang. Langit di ufuk barat yang kelihatan cerah setelah seharian tertutup mendung yang sesekali menurunkan hujan, menyebabkan aku tergoda untuk menyaksikan keindahan matahari terbenam di pantai. Saat aku sedang menimbang-nimbang pantai mana sebaiknya yang harus aku tuju sore itu, temanku, yang menyertaiku dalam perjalanan ke Madura ini menyarankan untuk pergi ke Kalianget. Setahu aku Kalianget pernah terkenal sebagai salah satu penghasil garam terbesar di Madura, bahkan di negeri ini.

Rupanya ingatanku tidak salah, karena berdasarkan catatan sejarah, Kalianget sengaja dibangun sebagai pusat penghasil garam pada akhir abad ke 17 oleh Pemerintah Hindia Belanda. Bahkan ketika di tahun 1899 Pemerintah Hindia Belanda membangun sebuah pabrik garam briket yang modern di sana untuk menunjang kekuatannya dalam monopoli perdagangan garam, Kalianget dikembangkan menjadi sebuah kota yang lumayan modern dengan segala macam fasilitas penunjangnya, seperti perumahan bagi karyawan yang bekerja di perusahaan garam tersebut. Jaringan listrik dan transportasinya juga tertata rapi. Sarana hiburan seperti bioskop, gedung pertunjukan dan taman-taman kota dibangun juga di Kalianget. Bahkan untuk memperlancar pengiriman garam ke pelbagai penjuru, dibangunah dua dermaga di Kalianget, satu di sebelah utara dan lainnya ada di sebelah selatan.

Sayangnya, kini aura Kalianget sudah memudar. Gedung-gedung yang dulu megah, kini tinggal berupa gedung-gedung tua tidak terawat yang seolah hanya tinggal menunggu runtuh. Berbagai fasilitas yang bisa terbilang modern pada jamannya, kini bisa dikata tidak nampak lagi bekasnya. Pelabuhannyapun tampak tidak terawat meskipun yang disebelah utara masih aktif dipergunakan oleh masyarakat yang ingin menyeberang ke pulau-pulau kecil di sekitar Kalianget dengan mempergunakan kapal ferry maupun kapal-kapal kecil milik penduduk.

Nah . . . balik ke rencanaku untuk menikmati saat-saat tenggelamnya sang mentari, tempat pertama yang aku kunjungi begitu sampai di Kalianget, adalah pelabuhan yang di sebelah utara. Bukan apa-apa, selain memang karena pelabuhan yang di sebelah utara yang masih aktif, saat itu aku juga belum tahu kalau Kalianget memiliki dua buah pelabuhan. Aku baru mengetahui adanya pelabuhan yang di sebelah selatan ketika seorang pemancing menyarankan aku ke pelabuhan selatan kalau mau menikmati matahari tenggelam karena dari pelabuhan utara, pemandangannya akan terhalang sebuah tanjung. Mendengar informasi itu, aku segera beranjak untuk pindah ke pelabuhan yang di sebelah selatan itu. Sayangnya ketika aku sampai di pelabuhan selatan dan memperoleh posisi yang nyaman bersama banyak penduduk setempat yang juga ingin menikmati saat-saat tenggelamnya matahari, awan hitam mulai kembali terbentuk, dan tidak lama kemudian sudah betul-betul menjadi tempat bersembunyi yang sempurna bagi sang matahari. Melihat itu, aku hanya bisa nyengir sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal. Meskipun demikian, iseng-iseng aku tetap menjepretkan kameraku, dan hasilnya sekarang aku sertakan di sini. Yah lumayanlah daripada sudah jauh-jauh kesana dan pulang tanpa hasilπŸ˜›

IMG_KAL07

IMG_KAL11IMG_KAL14

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , | 66 Comments

Post navigation

66 thoughts on “Where was the sun hiding?

  1. Amazing pictures !!!!!
    Have a nice day

  2. Absolutely superb images, ChrisπŸ™‚

    What a dramatic sky you were presented with and you have captured it perfectly with the reflections.

    Thanks a lot for sharing and have a great day aheadπŸ™‚

  3. loveliness!

  4. paduan awan dan sisa matahari rasanya selalu dramatis dan mistis deh.

    btw soal bangunan tua sayang banget ya dibiarin hancur begitu saja padahal kalo dirawat bisa jadi objek wisata ya.
    salam
    /kayka

    • Soal bangunan-bangunan tua itu, memang pernah ada wacana untuk dijadikan obyek wisata. Tapi rupanya peminatnya kurang sehingga kelihatannya gak diterusin lagi tuh Mbak. Sayang memang.

  5. Awesome sunset photos, Chris. It’s a shame the historical significance of the old buildings cannot be preserved. In the US we are finding we don’t have allocated funds for saving many buildings and upkeep of locations that are part of our national heritage. Will the day come when all we have to rely upon is photographers like yourself who take the pictures and provide historical data as you do. Thanks for carrying on the work.

    • Seems that the same problems happen everywhere, Sheri. I agree that it’s a shame that old buildings have to be destroyed just for the sake of modern commercial buildings. And not only the buildings, nature has also threatened to perish because of human greediness. Yes, I’m really afraid that our descendants will only know the past glory and beauty from pictures, paintings, and written records. And those conditions will always motivate me to make such posts.

  6. Wah pemandangan matahari terbenam ga kalah cantik ketika terbitπŸ˜€ . Suka deh lihat langitnya yg jernih gitu, apa kamera Chris kali yg keren yaπŸ˜€ .

    • Iya Mbak, matahari terbit dan matahari terbenam punya keindahannya sendiri-sendiri.Aku sih suka dua-duanya πŸ™‚

  7. These are so beautiful!

  8. pak Chris foto2ny cantik begini kok cuma dibilang lumayan sih .. he..he..
    warna bias merahnya syahdu

    • He he he . . . soalnya yang diharapkan semula bisa dapat moment terbenamnya bola matahari di laut, Mbak πŸ™‚

  9. foto2nya seperti biasa mas, cakepπŸ™‚

  10. Blue skies and lovely viewsπŸ™‚

  11. harumhutan

    aku kira lukisan loh om,ternyata asli ..!

    asli bagus banget om,amazing !! awesome yakπŸ™‚

    mrinding liatnya……

    • Koq merinding? Jangan-jangan kesemprot AC tuh Wiend, jadinya merinding πŸ˜›

      • harumhutan

        ha ha…jauh om dari acnya…

        ga tau knapa aku liat hasil jepretan awan ini bikin mrinding…

        apalagi 4 foto trakhir…**susah diungkapkan om ,tsaaahπŸ˜€

      • Berarti makin malam makin merinding dong, soalnya memang foto-foto itu diatur makin ke bawah makin malam waktu pengambilannya, meskipun selangnya hanyalah dalam hitungan menit πŸ™‚

  12. Awannya kereen bingiiitssπŸ˜€

    • Iya Bee, padahal itu awan mendung dan semula aku sudah kuatir gak bisa dapat foto yang bagus di situ πŸ™‚

  13. Bias matahari sore dan awan dalam foto diatas hamparan pantai bekas tambak garam menampilkan pesona alam yang menakjubkan ya Chris, tetapi untuk mendapatkan hasil jepretan seperti diatas perlu kamera dan keahlian, salut.

    • Terimakasih, Mbak, tapi ini kebetulan memang awannya membentuk formasi yang bagus koq meskipun awalnya aku sempat kecewa tidak bisa menyaksikan saat-saat terbenamnya matahari secara utuh

  14. keren mas… as always.

  15. Foto langitnya luar biasa, mas. Warna-warni yang menakjubkan. Bahasa sanskertanya….it’s amazing!πŸ™‚. Kamera dan yang motret amazing.

  16. Aura kejayaan Kalianget makin meredup ya Pak.
    Matahari bersembunyi memberi kesempatan kami menikmati keelokan alam melalui jepretan Pak Krish yang luar biasa, bias senja yang megah.
    Salam

  17. i can’t belived why but i felt calm and overwhelming wind susurrations….

  18. This beautiful place has such an interesting history, Chris. It’s really sad that the once thriving city was allowed to fall into ruins. You really captured the sunset so perfectly. Such stunning images of the sky’s changing colours and the reflections in the water. Well done!πŸ™‚

    • Actually the city was not and I believe will not turn into real ruins because the population still increasing. It’s just some old buildings which will became ruins, either naturally or intentionally. But still it will be better if those buildings be maintained well because it becomes interesting tourist objects, especially historical tourist objects. And, thanks for your appreciation, SylviaπŸ™‚

  19. so stunning!

  20. Cantik sekali mas gambarnyaπŸ™‚

    Jadi inget sedang duduk di pinggir sungai atau danau dengan suami, lumayan sering juga menatap langit seperti diatas, terutama pas musim gugur atau WInterπŸ™‚

    • Terimakasih Mbak πŸ™‚
      Pasti asyik ya Mbak kalau duduk-duduk bareng suami di tepi sungai atau danau di sana sambil memandang langit musim gugur atau musim dingin. Wah aku juga jadi pengen merasakan tuh Mbak πŸ˜›

      • Iya mas, sensasinya luar biasa, apalagi biasanya cuma kami berdua di sana, cuma ditemani puluhan angsa angsa yang beterbangan, atau sedang berenang di permukaan air danau, kalau di pinggir sungai itu ditemani puluhan sapi sapi hitam, ada juga beberapa burung kuntul, dan beberapa bebek dan angsa putih di permukaan sungai, lebih komplit lagi jika ada kapal lewat wuiiii … tak bisa dibeli dengan uang mas pemandangan seperti ini πŸ˜€

      • Kebayang sih Mbak. Wah Mbak Ely bikin iri nih πŸ˜›

      • hihihi emang disengaja masπŸ˜€

      • Di sini susah Mbak nyari sapi yang mau menemani duduk di pinggir kali buat lihat burung kuntul bermain-main bareng angsa dan bebek di kali πŸ˜€

  21. sf

    Extravagant skies!

  22. Beautiful landscape, amazing pictures!

  23. kalau saya lihat hasil karya beberapa foto di atas,menurut saya butuh kemampuan yang baik untuk mengambil gambar seperti itu,harus betul2 pandai dalam memainkan cahaya yang sangat terbatas agar hasilnya indah dan cantik seperti di atas,selain itu musti di tunjang juga dengan kualitas kameea yang mumpuni.

  24. Suka banget sama foto2nya!! Stunning!!! Thanks for sharing πŸ˜ƒ

  25. Seperti biasa, Pak chris bisa menemukan tempat-tempat indah yang tak terdugaπŸ™‚

  26. These are just STUNNING photos, but I also love the commentary that goes along with it!πŸ˜€

  27. wow!! stunning pictures !!

  28. ha ha ha.. gatot dong jepretannya. tapi lumayan sih Pak. Itu ada semburat merah-merah gitu di celah celah awan yang hitam. Tetap cantik tapi…
    Selain itu jadi unik ya..karena biasanya tak ada orang yg mau menjepret langit senja jika mataharinya tak mau nampak he he

  29. Entah kenapa saya sangat suka dengan foto awan apalagi kalau sunset/ sunrise trims om christ buat sharingnya, sudah lama ngga main2 ke blognya foto fotonya makin bagus

    • Terimakasih, Mas.
      Iya sama, aku juga suka awan-awan pas sunset/sunrise, makanya kalau langit 100% bersih dari awan pas sunset/sunrise rasanya koq ada yang kurang gitu πŸ™‚

  30. Lovely cloud capture

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: