Monthly Archives: January 2016

A beach beyond a savanna

Time flies so fast. It has been more than two weeks since my last post. I hope, however, that you still remember what I posted back then.

Yes . . I posted about horses that roamed Mou Dulu Savanna in East Sumba.

Now, I posted about a beach which located close to Mou Dulu Savanna. It was beyond the savanna to be précised. The beach was known as Puru Kambera Beach.

IMG_PUR01

It was close to sunset time when I visited the white sandy beach that had row of pines bordering the beach area. The row of pines made the beach area was not too hot in midday. In holiday time, many locals visited the beach area and relaxing under the pine trees; some of them picnicking while others just laying down and dozing off while enjoying the gentle breeze caressing their body.

IMG_PUR02

Puru Kambera Beach was not too crowded when I was there. On the contrary, it looked deserted. It seemed that only my family was there. Well . . . another “private beach” for me and my family in Sumba 😛

IMG_PUR12

Puru Kambera which could be reached in about 1 hour ride from Waingapu was a perfect place to enjoy sunset. Fortunately, when I was there, the weather were quite good, so I could get pretty moments when the sun setting.

IMG_PUR03

Here I share to you all the pretty sunset moments that I captured in Puru Kambera Beach. Enjoy! 😀 .–

IMG_PUR05 IMG_PUR06 IMG_PUR07 IMG_PUR08 IMG_PUR09 IMG_PUR10 IMG_PUR11

Keterangan :

Waktu berlalu dengan cepat, tak terasa sudah lebih dari dua minggu berlalu sejak terakhir kalinya aku nge-post. Meskipun demikian, aku harap Teman-Teman masih ingat postinganku yang terakhir itu ya, karena postinganku kali ini boleh dibilang merupakan kelanjutannya. Bukan kelanjutan ceritanya sih, tapi kalau mau menuju pantai yang foto-fotonya aku posting kali ini, mau nggak mau harus melewati savanna yang sudah aku sebutkan di postinganku sebelum ini.

Pantai Puru Kambera, demikian orang menyebut pantai yang indah ini. Lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Waingapu yang merupakan ibu kota Kabupaten Sumba Timur, menjadikan pantai ini sebagai salah satu tujuan wisata utama bagi penduduk Sumba Timur khususnya. Karena itu, tidaklah heran kalau pada tiap akhir pekan maupun hari-hari libur, Pantai Puru Kambera yang memiliki pasir putih yang terbentang luas di bibir pantainya ini menjadi ramai.

IMG_PUR13

Daya tarik pantai ini tidak hanya dari bentangan pasir putihnya yang mencapai panjang hampir 5 kilometer dengan lebar mencapai 50 meter dan air lautnya yang jernih dengan alun yang tenang saja, melainkan juga dari jajaran pohon cemara yang seolah memagari daerah pantai itu. Nggak bisa dipungkiri bahwa dengan adanya pohon-pohon cemara itu, udara di pantai juga jadi tidak terasa terlalu panas. Banyak pengunjung pantai yang memanfaatkan kerindangannya untuk duduk-duduk santai menikmati belaian angin sambil memandang laut lepas.

IMG_PUR15

Aku kesana tidak pada hari libur dan juga tidak di akhir pekan sehingga aku mendapati Pantai Puru Kambera yang sepi. Boleh dibilang tidak ada pengunjung lain selain aku dan keluargaku sore itu. Yah . . . sekali lagi aku menikmati “kemewahan” karena Pantai Puru Kambera sore itu seolah-olah menjadi pantai pribadi buat aku dan keluargaku 😛 😛

IMG_PUR04

Pantai Puru Kambera yang bisa dicapai dengan berkendara selama kurang lebih 1 jam dari Waingapu itu merupakan spot yang tepat untuk menikmati saat-saat matahari terbenam. Ketika aku ke sana, kebetulan cuaca cukup cerah sehingga aku cukup leluasa untuk menangkap keindahan saat terbenamnya sang surya di sana.

IMG_PUR14

Bersama postinganku kali ini, aku sertakan juga beberapa hasil jepretanku di Pantai Puru Kambera untuk kita nikmati bersama. Semoga suka ya 🙂 .–

IMG_PUR16 IMG_PUR17

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , , | 31 Comments

Horses at the savanna

Sumba, an island located in the East Nusa Tenggara Province, Indonesia, was known to have local breed horses called Sumba Horses. They were not as big as the famous Arabian Horses, but their endurance and great agility could be compared to the Arabian Horses or to other horses from any parts of the world.

IMG_MOU01

The Sumba Horses was said to be the descendant of Mongolian Horses. According to the history, in the Middle Ages, at the early era of an ancient kingdom called Majapahit in Java Island, the Mongolian troop came to Java Island and brought along with them their horses which they would use in the battle against Javanese soldiers. When the Mongolian troop was defeated, they left the horses behind which then were taken by Majapahit soldiers to be used as their war horses.

IMG_MOU02

Then the horses were used in many expedition held by the kingdom to many parts of the region, including to Sumba. And when Sumba was conquered, some Majapahit Officers who stayed in Sumba started to breed the horses which now were known as the Sumba Horses.

IMG_MOU03

The Sumbanese use the horses for many purposes; as a dowry in a wedding ceremony, as offerings in a traditional funeral ritual, and also being used in the Sumbanese war game where men throwing lance on horseback, called Pasola. Up till now, the horses also represent the owner’s social status.

Sumba Horses could be seen easily in many savannas spread on most part of the island. They were roaming freely without any herdsmen. Late in the afternoon, the horses would went back to their stable by themselves as if somebody herd them to go back to their owners.

IMG_MOU06

These pictures were taken in Mou Dulu, a savanna located on the way to Purukambera Beach from Waingapu, East Sumba. It was such a sight for me to see horses roaming freely together with some buffaloes on a savanna as what I saw was usually cars and motorcycles on a traffic jam 😛

IMG_MOU12

IMG_MOU07

Keterangan :

Pulau Sumba di Nusatenggara Timur, sudah lama dikenal memiliki sejenis kuda yang meskipun bertubuh relatif kecil tetapi cukup tangguh. Kuda-kuda itu dikenal dengan nama Kuda Sumba. Ciri khas kuda Sumba selain tubuhnya yang kecil juga warna bulunya yang polos, sangat jarang yang belang.

IMG_MOU08

Dari informasi yang aku dengar, Kuda Sumba merupakan keturunan dari Kuda Mongol yang juga bertubuh kecil dan tangguh. Konon dahulu ketika pasukan Tartar menyerbu Pulau Jawa untuk menghukum Kertanegara, mereka membawa serta kuda-kuda mereka untuk dipergunakan dalam pertempuran. Tetapi akhirnya kuda-kuda itu mereka tinggalkan ketika mereka dipukul mundur oleh pasukan Raden Wijaya. Pada gilirannya, kuda-kuda itu kemudian diambil oleh para prajurit Majapahit dan dipergunakan dalam berbagai ekspedisi dalam rangka mempersatukan Nusantara, termasuk ke Sumba. Nah kuda-kuda yang dibawa ke Sumba ini akhirnya dikembang biakkan di sana oleh penduduk setempat yang kemudian keturunan kuda-kuda itu dikenal dengan nama Kuda Sumba.

IMG_MOU09

Masyarakat Sumba tidak bisa dipisahkan dari kuda-kudanya. Bagi mereka kuda juga merupakan lambang status sosial pemiliknya di masyarakat. Bahkan dalam ritual kematian masyarakat Sumba, ketika pemiliknya meninggal, maka kudanya akan ikut dikurbankan karena mereka percaya bahwa si mati akan menunggangi kudanya di alam kelanggengan. Kuda Sumba juga dipergunakan sebagai seserahan dalam perkawinan adat sumba. Selain dalam berbagai upacara yang menyangkut siklus hidup masayarakat Sumba, Kuda Sumba juga ditunggangi oleh para prajurit Sumba dalam ritual Pasola yang diadakan setahun sekali.

IMG_MOU10

Kuda-kuda Sumba sangat mudah ditemui ketika kita berada di pulau itu. Biasanya kuda-kuda itu dilepaskan di padang rumput yang banyak terdapat di sana. Kuda-kuda itu nampak seperti kawanan kuda liar karena tidak ada penggembala yang mengawasi kawanan kuda yang merumput bersama kerbau atau kambing di padang rumput yang luas. Anehnya ketika malam menjelang, kuda-kuda itu akan berjalan beriringan kembali ke kandangnya masing-masing seolah ada orang yang menuntun mereka kembali ke pemiliknya masing-masing.

IMG_MOU14

Foto-foto yang aku sertakan dalam postingan kali ini aku ambil di Padang Rumput Mou Dulu yang terletak di antara Waingapu dan Pantai Purukambera. Buat aku yang terbiasa melihat mobil-mobil maupun kendaraan bermotor lain yang terjebak kemacetan di jalan, melihat kuda-kuda yang dibiarkan bebas merumput di padang luas tentunya merupakan pemandangan yang luar biasa. Bagaiman dengan teman-teman? 😀

IMG_MOU15

IMG_MOU16

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , , , | 33 Comments

Blog at WordPress.com.