Posts Tagged With: mandorak

Revisiting Mandorak Beach

About two years ago I posted an article in here about a pretty beach located in Kalenga Rongo Village, Southwest Sumba District, Indonesia. The beach was known as Mandorak Beach. In the article, I finished it with a wish that I still want to go back there again sometime in a near future; and apparently my wish was really granted since I had a chance to visit Mandorak Beach again in March when I came to the area to watch the Sumbanese annual ritual called Pasola.

Actually nothing had really changed in two years. The path to the beach was still passing through a private property, there were also fishermen’s boats tied in a narrow sandy beach located between reefs, I also still tailed by a group of children wherever I wander on the beach area.

The only change I found was that this time a group of teenagers stopped the car I used in front of the gate to the private area, they asked me to park the car outside the perimeter and they also asked for some money from any travelers who wanted to go to the beach. There was no official rate of course. From a trusted source, I got information that they did such an action every time the landowner was away; and they used the money they got to have a party and get drunk  😡

Anyway, in my second visit to Mandorak, I did not go the area I had gone in my first visit, this time I went to the right, passed a row of fishermen’s sampans, and walked up to a low cliff located at the north side of the private property. I stopped at that point to admire the pretty landscape unfolded before my eyes, the vast ocean with waves rushing to the shore before slamming to the cliffs; and a structure that had built in the private property similar to a traditional Sumbanese hut made it even prettier.

Well . . . I will not write too long this time. I think the information about Mandorak Beach was enough as this article was only a complement to the article about Mandorak I had posted before which can be seen in here. Aside of that, here I added some pictures I got in my second trip there so you can see what I saw at that time. Hope you like them  🙂

Keterangan :

Kira-kira dua tahun yang lalu aku mem-posting sebuah tulisan mengenai sebuah pantai indah yang terletak di Desa Kalenga Rongo, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Pantai itu dikenal dengan nama Pantai Mandorak. Dan di akhir tulisanku itu aku sempat menyebutkan kalau aku masih ingin kembali ke sana lagi. Rupanya harapanku betul-betul terkabul karena di bulan Maret yang lalu, ketika aku ke Sumba lagi untuk menyaksikan ritual Pasola, aku berkesempatan mampir lagi ke Pantai Mandorak.

Sebetulnya praktis nggak ada yang berubah selama hampir dua tahun itu. Aku masih masuk ke wilayah pantai melalui tanah milik perorangan, masih ada juga sampan-sampan nelayan di secuil pantai berpasir di antara hamparan karang, demikian juga rombongan anak-anak yang nggak bosannya mengikuti aku dan partner jalanku kemanapun aku dan partner jalanku melangkah sambil merengek meminta uang  😦

Satu-satunya perbedaan yang aku rasakan adalah bahwa kali ini kendaraan yang aku tumpangi tidak diperbolehkan masuk mendekati wilayah pantai, melainkan diminta diparkir di luar tembok yang menjadi pembatas tanah yang dimiliki perorangan tersebut. Selain itu, jika dahulu aku bebas masuk sampai ke tepi pantai, kali ini ada sekelompok pemuda yang duduk di gerbang pagar tanah pribadi itu dan meminta uang kepada pelancong-pelancong yang ingin ke pantai Mandorak. Nggak ada tarip yang resmi karena konon uang yang mereka tarik itu dipergunakan pemuda-pemuda situ untuk berpesta dan bermabuk-mabukan. Dari informasi yang aku dapatkan, hal tersebut mereka lakukan ketika pemilik tanah sedang tidak berada di Sumba seperti ketika aku kesana itu. Sayang ya . . 😦

Anyway . . . pada kesempatan kali ini, aku tidak menjelajah di bagian pantai yang pernah aku datangi dahulu. Kali ini aku berjalan ke arah kanan, melewati beberapa nelayan yang sedang mempersiapkan sampan mereka di pasir pantai, terus naik ke bukit karang kecil yang berada di sebelah utaranya. Dari tempat itulah aku bebas memandang lautan yang membiru dengan ombaknya yang tidak hentinya berkejaran ke arah pantai dan memecah di batu-batu karang yang ada di Mandorak.

Dan kali ini aku nggak akan menulis terlalu panjang karena bisa dikatakan bahwa tulisanku mengenai Mandorak kali ini hanya menjadi pelengkap tulisanku mengenai Mandorak sebelumnya yang bisa di lihat di sini. Di samping itu, foto-foto yang aku sertakan di sini aku harap bisa ikut membantu memberikan gambaran mengenai pantai ini . . .  🙂

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , , | 22 Comments

A natural gate at the beach

The gate was not an ordinary gate which could be used by people to go in or out to or from a certain place, although some people, especially local fishermen, used the gate when they set out to the sea to catch fishes or when they went back from the sea. The gate was actually only a gap in a cliff that bordering a small cove in a beach called Mandorak.

IMG_MDR13

Mandorak Beach was located in Kalenga Rongo Village, Sumba Barat Daya District, Indonesia. The beach was practically hidden, and the nearest town to the beach was located about 42 kilometers. To reach the beach, travelers should not depend on any public transports since there were no public transports covering the beach area.

IMG_MDR01

The beach was not long, the sands were white and the waves hitting the shore were quite big and pretty dangerous for them who want to play at the shore.

IMG_MDR06

The white sands was practically located in the so called cove and used by the local fishermen to keep their boats.

IMG_MDR14 IMG_MDR25

When I was there, as also happened when I visited some of Sumba’s hidden beaches, there were no other travelers were seen, only some local children who always tailing me when I walked around at the beach area. Some of them were trying to beg for small money while others just following my steps and paid full attention for whatever I did at the beach with my camera 😀

IMG_MDR02

Nowadays, the only access to the beach was through a private property. I always hope that the property owner would never close the access and blocked the pretty beach from travelers who want to admire its beauty.

Well . . I have no other words to describe the place, so I just put more pictures I got from Mandorak Beach in here for you to judge by yourself whether the beach was worth to visit or not. For me, it was worth to visit and I intended to visit the beach again in the near future 🙂

Keterangan :

Yang aku maksud dengan istilah gerbang dalam judul postinganku kali ini sebetulnya bukanlah gerbang seperti pengertian gerbang pada umumnya, dimana orang bebas berlalu lalang melalui gerbang itu. Yang aku maksud di sini sebenarnya hanyalah sebuah celah di jajaran tebing karang yang seolah menjadi tembok pembatas antara wilayah pantai dengan lautan luas di baliknya, dan melalui celah yang menyerupai gerbang itulah air laut masuk melalui hempasan gelombang yang cukup besar sehingga menggapai pantai yang berpasir putih. Pantai yang aku maksud dikenal dengan nama Pantai Mandorak.

IMG_MDR10

Pantai ini terletak di Desa Kalenga Rongo, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Ya . . aku masih mau cerita soal Sumba. Pantai Mandorak praktis masih lumayan tersembunyi, jalan menuju ke pantai pun tidak semuanya teraspal mulus. Bahkan ketika aku ke sana, beberapa orang yang aku temui di tengah jalan dan aku mintai informasi arah jalan ke Pantai Mandorak memberikan jawaban yang berbeda-beda :roll:. Tetapi, setelah kita sampai di lokasi, rasanya capek lelah termasuk kesal karena rumitnya mencari jalan ke sana akan terbayar. O ya, kalau memang mau ke Pantai Mandorak, sebaiknya para pelancong jangan mengandalkan kendaraan umum, karena memang nggak ada kendaraan umum yang sampai ke pantai itu. Sebaiknya sih menyewa kendaraan dari Tambolaka yang berjarak sekitar 42 kilometer dari Pantai Mandorak.

IMG_MDR03

Pantai Mandorak tidaklah luas. Hamparan pasir di pantainya yang berwarna putih hanya terdapat di sekitar gugusan karang yang menyerupai gerbang itu. Air laut yang jernih kebiruan tampak indah dan tenang di kejauhan, tetapi ketika mendekati pantai, air laut yang tenang itu berubah menjadi hempasan gelombang yang lumayan besar, apalagi ketika melewati celah yang serupa gerbang itu hempasannya cukup mengerikan karena bisa menyeret siapapun yang tidak hati-hati masuk ke laut.

IMG_MDR11 IMG_MDR12

Meskipun bagi para pelancong tampak cukup berbahaya, tidaklah demikian bagi nelayan setempat. Karena mereka memanfaatkan hamparan pasir putih di Pantai Mandorak sebagai lokasi menambatkan kapal-kapal mereka ketika tidak dipergunakan. Karena itulah ketika mereka sudah siap melaut, mereka pasti akan berangkat melalui “gerbang” tersebut.

IMG_MDR23

Ketika aku berkunjung ke sana, sama halnya seperti ketika aku mengunjungi beberapa pantai di dekat-dekat situ, aku tidak menemui adanya pelancong lain selain aku dan keluargaku. Beberapa anak penduduk setempat tampak bermain di pantai, dan ketika aku bersama keluargaku berjalan menuju ke pantai, mereka mulai mengikuti. Beberapa dari mereka mencoba meminta uang, sementara yang lainnya hanya memperhatikan. Banyak juga yang cukup berani berinteraksi dengan aku maupun keluargaku sehingga keakraban segera terjalin, bahkan mereka tidak malu-malu lagi ketika aku minta berpose di depan kamera 🙂

IMG_MDR19

Sebetulnya ada satu hal yang mengganjal, yaitu bahwa satu-satunya akses jalan menuju ke Pantai Mandorak haruslah melewati sebidang tanah milik perorangan. Memang ketika aku ke sana, akses itu masih bisa aku lalui, tetapi entah di saat-saat selanjutnya. Aku sih berharap bahwa akses tersebut jangan sampai ditutup sehingga siapa saja masih tetap dapat menikmati keindahan Pantai Mandorak dengan ombaknya yang kelihatan garang menghajar tebing-tebing karang di pantai sehingga menimbulkan cipratan air yang cukup tinggi itu. Ngeri sih melihatnya, tapi juga indah.

IMG_MDR17

Nah . . aku tidak akan menulis lebih panjang lagi mengenai Pantai Mandorak ini. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, aku pasang lebih banyak foto dibanding biasanya. Silahkan simpulkan sendiri apakah pantai ini layak dikunjungi. Buat aku sendiri, pantai ini masih menarik dan aku masih ingin berkunjung ke sana lagi. Mungkin dalam waktu dekat ini 😉

IMG_MDR22 IMG_MDR24

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , | 15 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.