Posts Tagged With: balikpapan

Welcoming a sunset on the beach

Like I’ve mentioned in my previous post, Balikpapan, one of the main cities in East Kalimantan Province, Indonesia, had many beaches which became the locals’ place to enjoy their leisure time. This time, I take you to Melawai Beach, a beach that usually used by the locals to hang out and enjoy sunset.

IMG_MEL02

Melawai Beach was not a beach with gentle waves that lapped against a sandy beach and row of palm trees on the shore. It just an area where the sea met the land, where the sea water smashed against the coral and above the coral was a long man-made-low-wall bordering the sea with the street, as Melawai beach was located on the side of Balikpapan’s main street called Jalan Jenderal Soedirman.

IMG_MEL03

In late afternoon, the beach area became more busy, more people came and swarming the area. Simple stalls started being erected along the side street. Tables and benches were set, and the aroma of various local snacks started to fill the air. Yes . . Melawai Beach became the place for people who wanted to savor any local snacks or light meals while enjoying sunset.

IMG_MEL04

Melawai Beach was a perfect place for enjoying sunset as the place was located on a bay close to Balikpapan’s main port. Travellers could see the port activities with many vessels and boats came and went with a nice sunset as the background.

IMG_MEL05

Just off the shore, there was an islet called Tukung Island. Travelers could visit the island on foot at low tide. It was said that the island was the place where people could find sea urchin easily.

Anyway, along with the post I attached pictures of sunset that I snapped on Melawai Beach. And the post also marked the end of my trip to Samarinda and Balikpapan this time. My next post would be from other place I visit after these two cities in East Kalimantan Province. Hopefully I could be back to Balikpapan and Samarinda next time since there were many interesting places and events that I want to see 🙂

IMG_MEL07

IMG_MEL08

IMG_MEL09

IMG_MEL10

IMG_MEL11

IMG_MEL12

 

Keterangan :

Seperti yang telah pernah aku sebutkan dalam postinganku sebelumnya, Balikpapan, karena lokasinya memiliki banyak pantai yang pada gilirannya menjadi tempat wisata yang selalu ramai dikunjungi penduduk setempat, khususnya pada hari-hari libur. Bahkan ada beberapa pantai yang hampir tiap hari selalu dipadati pengunjung; salah satunya adalah Pantai Melawai. Hampir tiap sore kawasan pantai ini selalu padat dan membuat lalu lintas di sekitarnya tersendat.

IMG_MEL13

Pantai Melawai bukanlah pantai seperti pantai-pantai yang biasa kita bayangkan, pantai dengan pasir putih dan deretan pohon kelapa di pantai meskipun untuk ombak memang tidaklah besar dan sangat ideal buat mereka yang ingin berenang di pantai. Pantai Melawai bukan seperti itu.

Lhah kalau bukan seperti pantai-pantai seperti yang umum kita kenal, terus bagaimana dong kondisi Pantai Melawai ini? 😯

Pantai Melawai bisa dibilang bukan pantai sebenarnya karena hanya merupakan batas antara air dan daratan. Di sana tidak ada hamparan pasir yang lembut apalagi jejeran pohon nyiur yang daunnya melambai tertiup angin laut. Di sana ombak langsung menghantam batu karang yang di atasnya telah dibangun tembok rendah yang juga berfungsi sebagai pembatas antara jalan raya dengan laut. Ya . . jalan raya karena Pantai Melawai terletak di tepi salah satu jalan utama di kota Balikpapan, yaitu Jl. Jend. Soedirman. Dan karena posisinya itulah, para pelancong yang ingin berkunjung ke sana tidaklah akan menemui kesulitan karena transportasi umum pun mudah didapat.

IMG_MEL14

Ketika sore menjelang, kawasan Pantai Melawai akan selalu bertambah ramai. Kawasan pantainya tidak hanya dipenuhi pengunjung yang datang guna menikmati keindahan saat-saat terbenamnya matahari, tetapi juga ramai dengan para pedagang yang mulai bersiap-siap mendirikan tenda dan menata meja kursi. Tidak lama kemudian, pastilah harum aroma berbagai macam kudapan akan mulai tercium, membuat perut mendadak mulai bermain musik. Aneka jajanan tradisional dan makanan ringan maupun berat akan mudah di dapat di sana menanti para pelancong yang ingin menjajal ataupun langsung mengisi perutnya sambil menikmati temaram senja bersama orang-orang terdekatnya; menikmati lezatnya kudapan dan juga nikmatnya belaian angin laut.

IMG_MEL15

Pantai Melawai memang merupakan lokasi yang sempurna untuk menikmati saat-saat terbenamnya matahari. Posisinya yang berada dalam sebuah teluk menyebabkan momen terbenamnya sang surya dapat teramati tanpa penghalang apapun. Bahkan keindahan panorama senja di sana makin bertambah dengan adanya kapal-kapal yang berlalu lalang, maklumlah . . . posisi Pantai Melawai memang berdekatan dengan pelabuhan utama kota Balikpapan, yaitu Pelabuhan Semayang.

Dari Pantai Melawai ini, kita bisa melihat adanya sebuah pulau kecil di lepas pantai. Pulau kecil itu dikenal dengan nama Pulau Tukung. Tapi ada juga orang-orang yang menyebutnya dengan nama Pulau Babi karena konon di sana banyak banget binatang Bulu Babi. Pulau ini cukup unik dan juga menarik karena pada saat laut surut, pelancong bisa berjalan kaki ke pulau itu.

IMG_MEL16

Pada postingan kali ini, aku sertakan beberapa foto yang menggambarkan suasana sunset yang aku jepret di Pantai Melawai ketika itu. Untungnya hujan yang turun sejak menjelang siang tidak berlanjut sampai sore meskipun mendung masih menggelayut di langit, sehingga aku bisa mendapatkan foto-foto ini 😀

Dan postinganku ini juga menandai berakhirnya perjalananku ke Samarinda dan Balikpapan kali ini. Mudah-mudahan aku masih berkesempatan berkunjung ke sana lagi karena masih banyak tempat menarik dan juga event kebudayaan setempat yang pengen aku lihat. Postinganku berikutnya akan bercerita mengenai daerah lain tentunya. Semoga tidak ada halangan ya . . . 🙂 .–

IMG_MEL17

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , , | 18 Comments

One cloudy sunrise

Balikpapan, one of East Kalimantan Province’s main cities; and at that very morning the city was still quite empty. The people of Balikpapan were still fast asleep since the weather was quite cool as a result of a downpour the night before. At that time, I was already in the car I rented, drove along the wet city road heading to the east in order to catch the sunrise. In my previous discussion with Pak Anto, who accompanied me on my trip in and around the city, we decided to go to Manggar Segara Sari Beach.

The beach was located in Manggar Village, about 22 kilometres from the city to the east. The road was quite good, and since then, I miscalculated the time. I came too early at the beach. The beach was still empty and dark, even the ticket attendance was not arrived yet, so I could go directly to the beach for free 😛

IMG_MSS01

Manggar Segara Sari Beach was a sandy beach. There were row of pine trees at the beach which made the weather not too hot at day time. There were also some stalls selling simple food and refreshments. That morning, when I prepared my camera to capture sunrise moments, I saw some people prepared floats to be rented. The wave at the beach area was quite tame, so it was quite safe for people to swim in the sea. Some people looked at the condition as a business opportunity, so they rented floats for travellers who wanted to swim in there 🙂

IMG_MSS03

From the information I got, the beach was become the most favorite destination for locals and also for people from the neighboring city of Samarinda to spend their leisure time. That was why on week-ends and holidays the beach area was very crowded.

I was not there in such days, and also I came very early in the morning, so what I met was an empty beach. But I was not lucky enough; dark clouds were still hanging low. All of a sudden, drizzles came and made me ran for shelter. Fortunately, closing to the sunrise time, the drizzle stop although dark clouds still seemed quite heavy, especially in the east. The moments the sun rose from beyond the horizon could not be captured 😦

IMG_MSS06

IMG_MSS08

After a second thought, however, I decided to snap at the direction of the sun even though the sun was still hiding behind some clouds; and here I shared to you some of the pictures I captured at that time. —

IMG_MSS09

IMG_MSS10

IMG_MSS11

IMG_MSS12

IMG_MSS14

Keterangan :

Balikpapan meskipun bukan ibukota propinsi, tetapi tetaplah merupakan salah satu kota besar di Propinsi Kalimantan Timur. Dan pagi itu Balikpapan masih terlelap di tengah kesejukan udara subuh sebagai akibat hujan deras yang turun malamnya. Aku sendiri sih sudah di jalan bersama Pak Anto yang menemaniku selama perjalananku di Kalimantan Timur kali ini. Kendaraan yang aku tumpangi bergerak lancar di atas aspal yang basah, apalagi pagi itu lalu lintas juga boleh dibilang sepi sekali. Seperti biasa aku berencana memburu saat-saat terbitnya sang matahari, dan pagi itu yang aku pilih adalah Pantai Manggar Segara Sari.

Pantai ini terletak di Kelurahan Manggar, kira-kira 22 kilometer di sebelah timur kota. Jalan menuju ke sana boleh dibilang cukup baik, sehingga tidak sampai setengah jam sejak aku berangkat dari hotelku yang terletak di tengah kota, aku sudah memasuki kawasan pantai. Pagi itu, boleh dibilang aku agak kepagian sih tiba di lokasi, meskipun memang lebih baik kepagian daripada kesiangan. Bahkan karena kepagian, kawasan pantai masih sepi dan gelap. Petugas penjual ticket juga belum datang, sehingga aku bebas melenggang masuk ke kawasan pantai tanpa membayar 😛

IMG_MSS02

Pantai Manggar Segara Sari memiliki bentangan pasir pantai yang lumayan luas. Ombaknya juga tidak ganas, sehingga aman bagi orang yang mau bermain air atau berenang di situ. Banyaknya orang yang ingin berenang di pantai itu dilihat sebagai peluang bisnis bagi beberapa orang yang cukup jeli. Mereka membuka usaha menyewakan pelampung. Pagi itu, ketika aku sedang mempersiapkan kameraku, aku melihat beberapa orang juga sudah sibuk menyiapkan berbagai bentuk pelampung untuk disewakan di lapak-lapak mereka yang terletak di bawah deretan pohon yang ada di sepanjang pantai.

IMG_MSS04

Dan ngomong-ngomong soal fasilitas, pantai ini sudah lumayan lengkap lho fasilitas publiknya. Selain lapangan parkir dan musholla, warung-warung yang menjajakan makanan dan minuman sudah tersedia di sana. Toilet dan kamar mandi untuk berbilas sehabis bermain air laut juga ada. Bahkan sarana olah raga airpun tersedia di sana.

Berdasarkan informasi yang aku dapatkan, pantai ini merupakan salah satu tujuan penduduk Balikpapan yang ingin bersantai di akhir pekan ataupun di hari-hari libur. Bahkan penduduk Samarinda juga banyak yang meluangkan waktu untuk berwisata di sana. Maka itu, janganlah heran kalau di akhir pekan atau di hari-hari libur pantai tersebut penuh orang.

IMG_MSS05

Untungnya aku ke sana bukan pada hari libur ataupun pada akhir pekan, selain itu aku datang pada saat pagi buta, sehingga suasana pantai masih sepi. Sayangnya keberuntunganku tidak berumur lama karena gerimis yang tiba-tiba turun dan meyebabkan aku terbirit-birit mencari tempat berteduh yang untungnya cukup banyak terdapat di pantai itu. Dan ketika gerimis mereda, langit di ufuk timur sudah memerah, tetapi cakrawala masih tertutup gumpalan awan hitam. Yah . . . gagal deh niat untuk menyaksikan munculnya sang bola raksasa dari balik kaki langit 😦

IMG_MSS07

Trus aku pulang? Jawabannya adalah tidak. Seperti biasa aku cukup bandel untuk tetap bertahan dan tetap berusaha menangkap apa yang tersaji apapun keadaannya. Dan foto-foto yang aku sajikan bersama postingan kali ini adalah hasil kebandelanku di pagi yang berawan itu 😛 .–

IMG_MSS13

IMG_MSS15

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , , , | 26 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.