Posts Tagged With: badur

A row of boats waiting on a beach

On my journey along the Madura coastal road, I came to a small village called Badur. It was located about 30 kilometers from Sumenep to the north. The road to the place was not too good, and there was only a few sign that could guide travellers to the place. So for travelers who were not familiar with the area, they had to ask for the right way to the place to villagers they met on the trip there. So with such a condition, what was made me interested in the village? Well to be honest, I was just passed by the village when I heard that there was a relatively pristine beach in the village called Badur Beach.

After some time and also some stops just to ask for the right direction, I came to the beach to find a relatively clean and quiet beach. There was nobody to be seen in the beach, just a row of traditional fishermen’s boat tied on the shore waiting to be used by their owners at a perfect time. It was a sandy beach with a row of beach oak (casuarina equisetifolia) on the eastern side and some big corrals formation on the other side of the beach.

IMG_BDR01IMG_BDR02

To reach the village and also the beach, travelers could not count on public transports since there was no public transports went directly to the area. So travelers had to provide their own transports to visit the place. And once reached the place, travelers also had to park their vehicles by the road, because to reach the beach travelers should walk on a paving track through the villagers’ field. But don’t worry; it was only a short stroll 😀 . There was also no one sold refreshments nor local snacks at the beach, so be sure to bring your own refreshments and snacks if you planned to spend a time on the beach.

IMG_BDR06

Unfortunately, at that time, I did not have a chance to explore the western side of the beach because dark clouds formed suddenly, and a light shower prevented me to go to the other side of the beach. Well, perhaps I have to plan another trip to Badur Beach 😛

Keterangan :

Dalam perjalananku menyusuri jalan-jalan sepanjang pantai Pulau Madura, aku sampai di sebuah desa bernama Desa Badur yang masih termasuk dalam Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep. Posisinya kira-kira 30 kilometer di sebelah utara Kota Sumenep, tepatnya di antara Pantai Slopeng dan Pantai Lombang yang sudah cukup dikenal sebagai tempat wisata. Jalanan ke sana tidak bisa dibilang bagus, bahkan di beberapa tempat mobil harus berjalan berbelok-belok meskipun sebetulnya jalanan cukup lurus 😦 . Hal tersebut dilakukan untuk menghindari lubang-lubang yang cukup besar dan dalam sepanjang ruas jalan itu. Kebayang kalau sedang hujan dan lubang-lubang itu tertutup air. Pasti cukup berbahaya kalau sampai ada kendaraan yang terperosok ke dalamnya. Selain kondisi jalan yang tidak baik, petunjuk jalan menuju ke lokasi juga bisa di bilang minim, sehingga bagi mereka yang belum mengenal daerah itu, harus sering-sering bertanya kalau tidak mau nyasar. Lah kalau kondisinye begitu, ngapain juga ke sana. Ya kan? 🙄 Nah jangan salah sobat, Desa Badur memiliki pantai yang relative masih alami dan juga sepi karena masih belum banyak orang yang tahu, namanya Pantai Badur.

IMG_BDR03

Waktu itu, ketika aku sampai di pantai, aku menemukan pantai yang betul-betul sepi. Wah jadi ngerasa berada di pantai pribadi jadinya 😛 . Gak ada orang lain di sana, yang terlihat hanyalah deretan perahu nelayan yang terikat di pantai menunggu untuk dipergunakan oleh para pemiliknya mencari ikan pada waktu yang tepat. Pasir lembut yang putih kecoklatan membentang cukup luas. Pantainya cukup landai dengan ombak yang tidak terlalu besar sehingga rasanya cukup aman kalau ingin bermain air di pantai itu. Kondisi pantai yang bersih juga membuat betah siapapun yang berkunjung ke Pantai Badur ini. Deretan cemara udang yang ada di sepanjang pantai, selain menambah keindahan pemandangan juga membuat Pantai Badur tidak terlalu panas. Di bagian barat pantai terdapat gugusan karang yang seolah-olah menjadi pembatas daerah pantai itu.

IMG_BDR05

Sayangnya untuk menuju ke Desa Badur, pelancong harus membawa kendaraan sendiri karena tidak ada angkutan umum yang melalui daerah itu. Kemudian, karena Pantai Badur ini masih belum dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata, sarana yang ada di sekitar tempat itupun masih bisa dibilang cukup minim. Untuk parkir misalnya, pengunjung yang membawa mobil harus memarkirkan kendaraannya di tepi jalan, atau di halaman rumah warga. Untuk menuju ke pantainya, dari tepi jalan utama, pelancong akan harus berjalan kaki melalui jalan setapak selebar kurang lebih 1 meter menembus kebun milik warga. O ya, di sana juga gak ada warung-warung yang menjual minuman ataupun penganan lho ya. Jadi kalau mau kesana, jangan lupa bawa bekal sendiri  :).

IMG_BDR04

Aku sendiri sangat menikmati suasana Pantai Badur yang bersih dan sepi itu. Sayangnya cuaca yang cerah pagi itu tiba-tiba berubah menjadi muram. Awan hitam dengan cepat berarak menutupi sinar matahari dan tidak lama kemudian gerimis tipis mulai turun sehingga aku harus segera mengakhiri kunjunganku ke Pantai Badur tanpa memperoleh kesempatan untuk menjelajah sampai ke sisi barat dimana terdapat gugusan karang di pantainya. Mudah-mudahan saja lain waktu aku berkesempatan berkunjung lagi ke sana, dan ketika kesempatan itu datang, aku juga berharap supaya kondisi pantai masih tetap bersih dan alamiah seperti waktu itu.

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , , | 31 Comments

Blog at WordPress.com.