The name was to commemorate somebody

Curup, the second largest city in Bengkulu Province was located about 80 kilometers to the north from the province’s capital city; which could be reached within 2.5 hours drive through a relatively good winding road on the hillside.

Curup was located on a hill; more than 800 meter above sea level. The climate was quite cool. In the morning, thin fog was easily seen. The condition was one of many reasons why Curup became the place for the people of Bengkulu to spend their leisure time in week-ends and holidays.

Curup also had a natural lake located quite close to the city, and in a part of the lake shore, the local government had already built many facilities in order to attract many people came to the lake. The lake’s name was Mas Harun Bastari Lake.

The name was quite unusual since it seemed to cite the name of a person while other lakes used the name of the nearby village or area. From the locals, I got information that in the past, the lake’s name was Kasnah Lake. In 1960’s, when Bengkulu was still a district under South Sumatera Province’s administration, the control of the area was given to Indonesian Military Forces by the governor of South Sumatera Province, a Mr. Bastari.

To control the area security, the district military commander named Harun Sohar ordered his regiment to settle up a military station which later on was named Garuda Emas.

The decision was proofed to be perfect as the area became stable in security wise, and it was also developed rapidly. Even the lake which was widened until more than 8,800 acre was tidied up and became one of the area’s places of interest.

So to appreciate and also to commemorate them, the lake’s name was changed into Mas Harun Bastari up till now. “Mas” was taken from the name of the military station, Garuda Emas; while the commander’s name was combined with the governor’s name became “Harun Bastari”.

Nowadays, the facilities in the area were more complete, aside of a wide parking lot, an open hall was also been built to be used by anyone who needed. Travelers could also rent a small boat or a paddle boat in the form of a giant swan to enjoy the pretty scenery while boating around on the lake.

For travelers who wanted to spend a night or two around the lake, there were many simple hotels and home-stays which could accommodate them.—

Keterangan :

Kita bergeser sedikit ke utara dari kota Bengkulu ya, kira-kira sekitar 80 kilometer deh. Kita berkunjung sejenak ke kota Curup. Sebuah kota yang merupakan kota terbesar kedua di Propinsi Bengkulu ini dan juga merupakan sentra penghasil kopi selain juga beras dan sayur mayur. Ya . . tanah Curup lumayan subur dan iklimnya juga cocok untuk berkebun, maklum lokasinya yang berada di ketinggian sangat mendukung. Dengan ketinggian lebih dari 800 meter di atas permukaan laut, udara di sana lumayan sejuk, bahkan di pagi hari, pelancong akan dengan mudah melihat kabut yang melayang rendah.

Udara sejuk ditambah pemandangan pegunungan yang asri membuat Curup menjadi salah satu lokasi tetirah bagi warga Bengkulu dan sekitarnya, apalagi di sana juga terdapat sebuah danau alam yang dikelilingi deretan pegunungan yang bisa menjadi tempat pesiar yang mengasyikan. Danau itu dikenal dengan nama Danau Mas Harun Bastari.

Namanya agak nggak biasa yah? Kalau biasanya nama sebuah danau merujuk pada nama wilayah atau desa terdekat, danau yang berlokasi kurang lebih 17 kilometer dari pusat kota Curup ke arah Lubuk Linggau ini namanya mirip nama orang.

Dari hasil ngobrol-ngobrol dengan penduduk setempat, ternyata nama danau ini ada kaitannya dengan sejarah wilayah itu. Konon sebelumnya danau ini bernama Danau Kasnah, dan Bengkulu juga masih masuk dalam wilayah administratif Propinsi Sumatera Selatan. Pada tahun 1960-an, Gubernur Sumatera Selatan waktu itu, Bp. Bastari, menyetujui pengelolaan dan peningkatan keamanan daerah Curup dan sekitarnya di bawah militer. Panglima Daerah Militer Sriwijaya saat itu, yaitu Bp. Harun Sohar kemudian memerintahkan untuk membangun sebuah pos militer yang kemudian dinamakan Garuda Emas.

Keputusan itu kemudian terbukti tepat, karena selain kondisi keamanan semakin baik, daerah itu juga berkembang cukup pesat. Bahkan kawasan danau yang kemudian diperluas sampai mencapai lebih dari 3.500 hektar ini juga ditata dengan rapi dan berkembang terus sehingga menjadi salah satu tempat tujuan wisata di daerah itu.

Di kemudian hari, sebagai bentuk penghargaan dan juga sekaligus mengenang pihak-pihak yang sudah berjasa dalam pengembangan wilayah itu, maka nama Danau Kasnah diganti menjadi Danau Mas Harun Bastari sampai sekarang. “Mas” diambil dari nama Pos Militer Garuda Emas; kemudian nama Pangdam digabung dengan nama Gubernur Sumatera Selatan waktu itu menjadi “Harun Bastari”.

Sekarang fasilitas yang tersedia di sekitar Danau Mas Harun Bastari sudah semakin lengkap. Selain lapangan parkir yang lumayan luas, toilet dan musholla, di sana juga telah dibangun sebuah aula terbuka yang bisa dipergunakan oleh siapa saja yang membutuhkan. Ada juga arena taman bermain anak-anak yang dilengkapi beberapa wahana. Bagi mereka yang ingin berkeliling di danau, tersedia juga beberapa perahu bermotor maupun sepeda air yang berbentuk angsa yang bisa disewa.

Bagi mereka yang berangkat dari Bengkulu, mungkin jarak sejauh 80 kilometer yang ditempuh selama 2.5 jam berkendara bisa jadi cukup melelahkan dan membuat keengganan tersendiri jika harus kembali lagi ke kota Bengkulu pada sore harinya. Nggak usah kuatir, di sekeliling danau banyak terdapat penginapan dan home-stay dengan harga terjangkau koq . . .  🙂 .–

 

Advertisements
Categories: Travel Pictures | Tags: , , , , | 9 Comments

Post navigation

9 thoughts on “The name was to commemorate somebody

  1. Yup, the name of the lake sounds unusual, but it sounds interesting for us to visit.

    Let me ask, how much money shall we pay to enter the lake’s area?

  2. Pengelolaan danau sungguh apik tertata resik ya Pak. Menghargai jasa melalui penamaan dan kelestarian. Bengkulu menyimpan potensi wisata yg luar biasa ya dari alam, sejarah dan budaya.
    Terima kasih Pak, diajak wisata danau.

  3. kak kris Pantai Padang Betuah, cakep ya kak, kak pake camera apa kepo hasilnya bagus 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: