Natural art pieces on a beach

Once again I was in Sumba, an island which was located in East Nusa Tenggara Province, Indonesia. Sumba was not as famous as Bali, yet. The island which was located beyond Lombok and Sumbawa in the east, was known as Eden of the east for many travelers, because of its pretty landscape.

At that time, after a long flight from Jakarta via Bali, I was landed in Umbu Mehang Kunda Airport in Waingapu, East Sumba. Right after taking my luggage, I went out to meet the person who was assigned to accompany my travel partner and me in our trip in East Sumba.

My first stop was Londa Lima Beach, a beach that was quite known by locals and became their main destination for spending their weekends and also their holiday times. In such days, the beach would be pretty crowded by people playing, picnicking or just relaxing under the shade of the trees growing on the beach.

img_pll01

I was there on weekdays, so I found a deserted beach area, except for some teenagers looking for worms which would be used as baits when they fished. Something drew my attention, a big dry trunk lying on a beach. Perhaps it was common to find a log stranded on a beach, but in my eyes, it was not an ordinary piece of wood. It seemed like an art piece created by a famous artist.

img_pll03

The trunk was lying on the white sands. The sea which was in its low tide and the bluish hills afar became the perfect background for the natural art display. Not too far from the “pretty art piece”, grew a mangrove tree. The tree was shaped like an art piece too. Its crooked and overgrowth trunk was quite unique as well as pretty. Don’t you agree with me?😎

Leaving the two “wooden art pieces” behind, I walked along the beach which at the end brought me to encounter another “wooden art piece”, and this time was bigger than what I saw before. It was so big so it was pretty safe to climb on top of it just to strike a pose on it like what my travel partner did 😀

img_pll12

Later on, I found that the pretty natural wooden sculptures were not consisted only of dead and dry trunks. Close to the children playground area, there were some big mangrove trees which had twisted and overgrowth trunks too which were quite photogenic😛. The horses that freely roaming the area, could add some plus point to make the picture prettier.

img_pll15

In the previous paragraph, I mentioned a children play ground area on the beach. Yes, Londa Lima was quite well managed. To attract people to come to the beach area, there were facilities provided by the management. Children playground and parking lot, as well as some simple hut were some examples of the facilities existed on the beach.

img_pll17

Londa Lima Beach was located in Kuta Village, some 15 kilometers from Waingapu to the north west. Travelers could reach the beach in a 30 minutes drive from Waingapu. No public transport serving the area from Waingapu, so it would be better for travelers to rent a car from Waingapu. Don’t worry, the road from Waingapu to the beach was quite good, but travelers who drove by themselves should be very careful for passing cattle or horses, even pigs on the road. Don’t be surprised to find cows lying on the road, too😯

Hope that the “natural art gallery” in Londa Lima Beach was still as it was, and the area’s development would not ruin the natural art pieces on the beach because they could be used to attract travelers to come to the beach. Right?😉

img_pll08

img_pll19

Keterangan :

Aku kembali berada di Sumba, sebuah pulau yang sudah berhasil membuat aku jatuh cinta dengan keindahan alam dan keramahan penduduknya. Meskipun belum setenar Bali, tetapi Sumba sudah berhasil mencuri perhatian banyak penikmat keindahan ciptaan Yang Maha Kuasa, bahkan banyak orang menyebut Sumba sebagai Taman Firdaus di timur karena keindahannya.

Ketika itu, segera setelah mendarat di Bandara Umbu Mehang Kunda di Waingapu, Sumba Timur, aku dan kawan seperjalananku bergegas mengambil barang-barang bawaan kami yang cuma sedikit itu dan langsung berjalan keluar untuk segera pula memulai perjalanan menjelajah sebagian Sumba Timur.

Perhentian pertamaku waktu itu adalah Pantai Londa Lima, sebuah pantai yang sudah cukup kondang bagi masayarakat Sumba Timur, khususnya mereka yang tinggal di kota Waingapu karena pantai ini sudah lama menjadi tujuan utama mereka untuk berwisata bersama keluarga atau orang-orang tercinta di akhir pekan ataupun di hari-hari libur. Di hari-hari seperti itu, Pantai Londa Lima akan dipadati pengunjung. Untungnya aku dan teman seperjalananku berkunjung ke pantai itu bukan pada akhir minggu atau hari libur, jadi yang aku jumpai adalah kawasan pantai yang kosong, tak seorangpun nampak di sana, kecuali beberapa pemuda yang sedang mencari cacing untuk umpan memancing.

img_pll11

Ketika itulah pandangan mataku tertumbuk pada potongan batang pohon yang tergeletak di pasir pantai. Kelihatannya itu potongan batang pohon yang entah berasal dari mana, kemudian terbawa arus laut dan terdampar di pantai situ. Di mataku, potongan kayu itu tampak indah, nggak seperti potongan-potongan kayu pada umumnya. Bentuknya mengingatkanku pada adikriya karya salah seorang seniman dari Pulau Dewata, hanya saja yang tergeletak di pasir pantai ini adalah bentukan alam.

img_pll02

Dan . . tahu nggak? Ternyata karya seni yang dihasilkan alam yang ada di situ tidak hanya satu. Tidak jauh dari bongkahan kayu tadi, tegak berdiri sebatang pohon bakau dengan batangnya yang unik dengan bonggol-bonggol yang sepintas mirip ukiran. Unik tapi juga indah kan? 🙂

img_pll09

Setelah beberapa saat mengagumi karya Sang Seniman Agung di situ, aku dan teman seperjalananku berjalan menyusur pantai mengarah ke barat, dan ternyata kembali aku menemukan sebuah “karya seni” lain di sana. Masih berupa ukiran alam dengan bahan kayu. Bahkan kali ini lebih besar dari sebelumnya. Sedemikian besarnya sehingga bisa dipanjat, bahkan teman seperjalananku sempat berpose narsis di atasnya😀

img_pll13

Belakangan aku juga menemukan kalau “karya seni” bentukan alam ini tidak melulu berupa batang kayu mati yang terdampar di pantai. Di balik tembok rendah penahan abrasi, aku menemukan beberapa pohon bakau raksasa dengan batang yang berbentuk unik juga.

img_pll14

Pantai Londa Lima sudah lumayan tertata. Beberapa fasilitas sudah tersedia di sana. Lahan parkir, toilet, warung-warung sederhana yang menyediakan makanan kecil, dan juga taman bermain anak-anak merupakan sebagian fasilitas yang sudah tersedia.

img_pll18

Pantai yang terletak di Desa Kuta ini tidak jauh dari Waingapu yang menjadi ibukota Kabupaten Sumba Timur. Jaraknya hanya sekitar 15 kilometer dari Waingapu ke arah barat laut melalui jalan yang sudah cukup baik dan masih relatif sepi. Meskipun sepi, tetap saja para pengemudi harus berhati-hati karena banyaknya sapi atau kuda bahkan babi dan kambing yang bebas berkeliaran sampai ke jalan raya. Bahkan di malam hari, tidak jarang kendaraan harus berhenti karena adanya ternak yang berbaring di tengah jalan😯

Wah kalau gitu, enaknya kita naik kendaraan umum aja dong ya kalau mau ke Pantai Londa Lima?

Nah ini . . . sayangnya sampai ketika aku ke sana waktu itu, aku masih nggak menemukan adanya kendaraan umum dengan rute Waingapu – Londa Lima, ataupun yang rutenya melewati Londa Lima. Jadi ya memang harus menyewa kendaraan dari Waingapu kalau mau ke Londa Lima.

img_pll04

Eniwei . . . aku sih berharap agar “ukiran-ukiran” kayu ciptaan alam yang ada di Londa Lima tetap terjaga dan tidak tiba-tiba sudah berada di salah satu rumah mewah entah dimana sebagai barang pajangan. Aku berharap juga semoga penataan dan pengembangan Pantai Londa Lima sebagai suatu tempat tujuan wisata tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, termasuk juga pohon-pohon bakau berbatang unik itu. Bagaimanapun, keberadaan pohon-pohon bakau dan juga batang-batang kayu yang terdampar di pantai dan punya bentuk artistik tentunya akan merupakan salah satu daya tarik tersendiri bagi para pelancong yang berkunjung ke sana. Ya nggak?😉

img_pll10

img_pll16

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , , , | 16 Comments

Post navigation

16 thoughts on “Natural art pieces on a beach

  1. These shots are sublime!

  2. Benar – benar galeri seni alami karya Sang Maha ya Pak, semoga setiap penikmat bersyukur dengan cara menjaga tak harus ‘memindahkan’ ya Pak. Salam

  3. Beautiful! Thank you for taking us on your trip with you.

  4. kuda Sumba dan kini pantainya semakin membuat ingin menikmatinya langsung
    terima kasih sudah nawa oleh-ileh foto cantik pak

  5. Pantai Londa Lima, walaupun panasnya terik.. tidak menyurutkan niatku untuk tetap narsis . Londa Lima… kangeeeen

    • Wah yang pernah narsis di Londa Lima 😎😛
      Tapi memang keren sih ya pantainya dan terutama juga batang-batang kayu yang bentuknya unik-unik itu

  6. ini memang tempatnya bagus atau cara pengambilan gambar ditunjang kamera dan skill pemotretnya? hehe.. bagus bangetttttt itu semua gambarnya..🙂
    salam kenal.

    • Hello Tutus,
      Salam kenal juga.
      Soal foto-foto ku, itu memang tempatnya yang bagus koq. Kalau Tutus sempat ke sana, pemandangan di sana jauh lebih indah dari yang aku bekukan dengan jepretan kameraku

  7. indahnyaa… warna biru dan hijau nya itu serasi bangat. belum lagi ukiran2 kayu alami menabambah cantik tampilan pantainya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: