Gloomy afternoon at the beach

I was in Tarakan that day, one of the major cities in North Kalimantan Province, Indonesia. Tarakan was also known as a city that has big deposit of oil since long; and that was why Tarakan had a great strategic importance and was among the first Japanese targets in the early Pacific War. At least that was what the history records said.

The name Tarakan was derived from the local language “tarak” which means a meeting place and “ngakan” that means to eat. Hence the name Tarakan means a meeting place to eat and rest. In the area, Tarakan’s strategic location made the city being visited by many fishermen, sailors and traders from the surrounding islands as well as from abroad; and it made Tarakan became the place to make transactions among them, too.

Up till now, Tarakan still be a city that visited by many people to trade and doing business. The condition made the city that was located in an Island which also called Tarakan, became one of the fast growing city, too.

Nowadays, not only businessmen visited Tarakan. Many travellers also came to explore the beauty of Tarakan and its surrounding area as well as visiting many museums in the city to know more about the region’s history. I, for instance, did not came to do any businesses, but just to look for any interesting places which I’d never visited before; and at that time I got a chance to visit one of Tarakan’s beach, called Amal Beach.

img_pal03

Actually, Amal Beach was a long beach that spanned about 12 kilometres long. Nowadays, the beach was divided into two parts. The old beach was called Pantai Amal Lama (the Old Amal Beach) while the other was called Pantai Amal Baru (the New Amal Beach). Amal Beach was not as pretty as any well-known beaches in Bali or Lombok, but still it was quite refreshing to visit the black sandy beach.

img_pal01

Due to my limited time, I was only visited Pantai Amal Lama, and unfortunately I was there at a gloomy afternoon. The rain was wetting the area since morning; and although helped by the wind that blew quite strong, dark clouds still hung low and made the sky looked gloomy.

img_pal02

In that condition, I did not dare to explore too far, I did not want to get wet. So what I did just taking a few pictures from the sea wall which was built to prevent the abrasion, and after that I went to one of some food stalls that sold the area typical foods, such as boiled shrimps and clams with a specific kind of chilli sauce, and also fried bananas with peanut sauce.

img_pal04

The beach which was located about 11 kilometres from Tarakan’s city centre to the east was still in the process of revitalization. It was said that the beach was designed to be a modern beach front tourist destination. Hope that the modernization process of the beach would not ruined the ecosystem and could helped the locals for better living.—

img_pal07

Keterangan :

Aku lagi mampir di Tarakan nih. Iya, Tarakan yang terletak di Propinsi Kalimantan Utara itu, sebuah kota yang di bumi bawahnya mengandung cadangan minyak yang sangat besar sehingga kota ini dianggap sangat penting dan menjadi sasaran utama serbuan balatentara Jepang pada Perang Pasifik yang lalu. Eh aku nggak ngarang lho . . . itu yang tertulis di banyak catatan sejarah mengenai Tarakan dan sekitarnya.

Nama Tarakan sendiri konon berasal dari Bahasa Tidung, “tarak” yang berarti tempat bertemu dan “ngakan” yang berarti makan. Jadi Tarakan bisa diartikan sebagai tempat pertemuan dimana mereka bisa makan bersama dan beristrahat. Hal ini mungkin disebabkan karena lokasi strategis Tarakan yang menjadikannya sebagai tempat yang ideal untuk singgah para nelayan, pelaut dan juga pedagang yang berasal dari daerah sekitar maupun dari jauh; dan biasanya mereka tidak sekedar singgah melainkan juga melakukan transaksi dagang atau barter.

Kondisi itu masih berlaku hingga sekarang, Tarakan masih menjadi kota dagang yang sibuk selain juga kota minyak. Karena itulah kota yang terletak di sebuah pulau yang bernama sama dengan nama kotanya ini bisa dibilang menjadi salah satu kota yang pesat perkembangannya.

Sekarang Tarakan tidak hanya dikunjungi para pedagang ataupun mereka yang datang untuk urusan dagang atau bisnis saja. Banyak juga orang yang datang dengan tujuan untuk menikmati keunikan dan keindahan yang ditawarkan oleh Tarakan. Aku termasuk dalam kategori ini, karena aku datang ke sana cuma mencari tempat-tempat yang menarik yang kebetulan belum pernah aku kunjungi sebelumnya; dan pada kali itu kebetulan aku sempat mengunjungi Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan Kota Tarakan selain juga berkunjung ke Pantai Amal.

img_pal05

Pantai Amal memiliki bentang pantai yang lumayan panjang, kira-kira sepanjang 12 kilometer. Sekarang bentang pantai itu terbagi menjadi dua dan disebut dengan Pantai Amal Lama dan Pantai Amal Baru. Memang keindahan Pantai Amal tidak bisa dibandingkan dengan keindahan pantai-pantai lain di Bali atau Lombok yang sudah lama terkenal; tetapi pantai berpasir hitam ini tetaplah menarik untuk dikunjungi.

img_pal10

Sayangnya karena terbatasnya waktu yang aku punyai, ketika itu aku hanya sempat berkunjung ke Pantai Amal Lama. Itupun kondisinya kurang menguntungkan karena langit tertutup awan mendung dan sesekali gerimis turun membasahi kawasan pantai. Itu juga sebabnya aku membatasi diri untuk tidak “menjelajah” terlalu jauh. Bagaimanapun aku nggak mau jadi basah kuyup tersiram hujan di pantai. Aku cuma sempat mengambil beberapa foto dari atas tembok yang dibangun untuk menahan abrasi di pantai yang konon akan dikembangkan lebih lanjut menjadi kawasan wisata pantai yang modern.

img_pal08

Setelah itu, aku menyempatkan mampir ke salah satu warung yang berderet di sepanjang pantai untuk mencicipi makanan khas Pantai Amal yang berupa udang sambal jeruk dan kapah rebus yang bisa dimakan begitu saja atau sebagai teman makan ketupat. Selain itu, aku sempat juga mencicipi pisang dan ubi goreng yang dicocol sejenis sambal sehingga memperkaya rasanya. Hasilnya, rencana untuk makan kepiting harus dibatalkan karena sudah keburu kenyang di situ😳😀

img_pal06

Pantai Amal masuk dalam wilayah Kelurahan Amal yang berjarak sekitar 11 kilometer dari pusat kota Tarakan ke arah timur. Jarak itu bisa ditempuh dengan berkendara selama kurang lebih 20 menit melalui jalan yang sebagian besar sudah cukup baik.

Mudah-mudahan saja proses pembangunan dan revitalisasi kawasan Pantai Amal menjadi kawasan wisata pantai modern tetap memperhatikan kelestarian lingkungan pantai selain juga bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitarnya.–

img_pal09

img_pal12

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , , | 12 Comments

Post navigation

12 thoughts on “Gloomy afternoon at the beach

  1. mendung banget ya bang Chris

  2. Suka sekali dengan harmoni yang terbangun di pantai Amal ini Pak. Nelayan, bakau dan kawanan burung, semoga kawasan ekologis di Kaltara ini terjaga. Salam

  3. menyempatkan santap seafood ya pak…? katanya banyak kepiting di sana?

    pohon-pohon bakau itu semoga semakin menghijau, suka lihat foto bawah itu pak, menggambarkan kehidupan flora fauna masih bertahan

    • Betul, Mbak. Kepitingnya mantabz . . .

      Iya, harapanku juga semoga kawasan itu bisa terjaga kelestariannya dan nggak sampai mengganggu kehidupan flora faunanya

  4. Pantai Amal.. jadi inget pas aku kesana… sambil menatap pantai, sambil makan pisang goreng yg dicocol sambal…. enaaak… (efek laper kali yach).

  5. Bapak keren dech, nemu aja tempat-tempat bagus seperti ini. hehehehe..

    • Kebetulan nemu koq ini. Tapi memang sih, sebisa mungkin aku carinya tempat-tempat yang begini, indah dan masih belum terlalu ramai

  6. Kelihatannya ombak di laut tarakan sangat besar pak

    • Enggak selalu sih, mungkin di sini kelihatan besar karena memang waktu itu pas mendung dan angin bertiup kencang saja.
      Anyway, thanks ya sudah menyempatkan mampir 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: