Daily Archives: August 14, 2016

Walking above a green forest

Balikpapan was one of East Kalimantan Province’s main cities, which was also one of the fastest developing cities in Indonesia. It located on the east coast of Kalimantan Island, Indonesia; hence it has many beaches which in turn became the city’s places of interest that always been packed by locals as well as people came from the neighboring city of Samarinda who looked for a place to relax on weekend or holidays.

Talking about places of interest in the region, there were a lot, and not only beaches that attracted travelers to come to Balikpapan. One of those was known as Bukit Bangkirai Ecotourism Area. It was a real tropical rain forest area that covered a hill known as Bangkirai Hill. The hill was named Bangkirai because there were many Yellow Balau (Shorea Leavis) trees grew on the hill, even that kind of tree dominated the area. Yellow Balau or Bangkirai according to local tongue, was only found in Indonesia, Malaysia and the Philippines. The ones that grew on Bangkirai Hill was mostly more than 150 years old with the diameter of the trunk was around 2 meters. Most of them were more than 40 meters high.

IMG_BBK01

So . . what was so interesting in the area that could attract people to come to Bangkirai Hill?

Well . . the one that most people seek was a canopy bridge that hung 30 meters above the forest ground, and the bridge was connected five big Bangkirai Trees.

IMG_BBK10

To come to the area, travelers should drive for about 1.5 to 2 hours to cover the 58 kilometers distance from Balikpapan. It was located in Samboja Sub-district, in Kutai Kertanegara Regency. Once travelers came to the area, and parked the cars on the wide parking area, travelers could come directly to the ticket booth. After that, it was time to start your journey into the real tropical rain-forest of Kalimantan. Please not to worry; it was just a light trekking to the canopy bridge. The distance was about 1 kilometer which could be covered in about 15 minutes. Travelers just following a slightly ascending dirt path in the jungle, which in some parts travelers should walk over or under fallen trees; but mostly it was an enjoyable walk 🙂

IMG_BBK02

Once travelers came under the canopy bridge, travelers should climb a wooden tower. Just climb slowly and keep your breath steady as there was no elevator to bring travelers 30 meters up to walk on the bridge.

When it came to the top, then it was time to challenge your gut to walk on the hanging bridge. Only one person was allowed to walk on the bridge at one time. So nobody could accompany or hold you once you start your walk on the swaying bridge.

IMG_BBK07

Just walk slowly and enjoy the scenery. As travelers walk on a 30 meters high bridge, travelers could see how dense the forest was from high above. If it was lucky enough, travelers not only could feel the fresh forest air, but also heard the chirping of birds or even could see monkeys swaying from one branch to another.

IMG_BBK08

IMG_BBK09

The area was inaugurated on March 1998. It covered more than 1,000 acre tropical rain forest which still alive up till now. The main idea in settling Bukit Bangkirai Ecotourism Area was for biodiversity research, and also for training and education about Kalimantan’s tropical rain forest as well as for tourism. The canopy bridge itself was designed and made by the Canopy Construction Associates. It was said that the bridge was built in 1 month and designed to last for 20 years after construction.

IMG_BBK06

So . . . do you brave enough to walk on the swaying canopy bridge that hung 30 meters above the gound? 😎 .—

IMG_BBK25

 

Keterangan :

Balikpapan, salah satu kota besar yang ada di Propinsi Kalimantan Timur, dan terletak di pesisir timur Pulau Kalimantan. Karenanya tidaklah mengherankan kalau Balikpapan memiliki banyak pantai yang juga menjadi tujuan wisata bagi penduduk setempat, bahkan juga bagi penduduk Samarinda yang ingin bersantai di pantai pada akhir pekan atau pada hari-hari libur.

Nah . . kalau berbicara mengenai tempat-tempat yang menjadi tujuan wisata di Balikpapan dan sekitarnya, sebetulnya ada banyak lho, dan bukan cuma pantai. Salah satunya adalah Kawasan Wisata Alam Bukit Bangkirai yang terletak di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara. Sesuai dengan namanya, kawasan itu merupakan sebuah bukit yang tertutup hutan lebat dimana sebagian besar pohon yang tumbuh di kawasan itu merupakan pohon Bangkirai (Shorea Leavis). Menurut informasi yang aku dapatkan, pohon Bangkirai ini hanya tumbuh di Indonesia, Philipina dan Malaysia. Pohon Bangkirai merupakan pohon berkayu keras. Diameter pohonnya bisa mencapai sekitar 2 meter dengan tinggi di atas 40 meter. Apalagi yang tumbuh di Bukit Bangkirai, diperkirakan rata-rata sudah berumur 150 tahun. Kebayang kan betapa besar dan tingginya?

Nah . . . jadi apa yang menarik di sana? Tentunya bukan cuma melihat pohon-pohon Bangkirai yang besar-besar itu aja kan?

Memang sih orang datang ke sana bukan hanya pengen melihat pohon-pohon besar atau berjalan-jalan di dalam hutan saja; mereka kebanyakan ingin melihat dan menjajal Jembatan Tajuk atau Canopy Bridge yang tergantung 30 meter di atas tanah dan menghubungkan 5 batang pohon Bangkirai raksasa yang masih hidup.

IMG_BBK23

Untuk mencapai kawasan wisata alam ini, pelancong akan menempuh perjalanan darat sepanjang kurang lebih 58 kilometer dari Balikpapan ke arah Samarinda. Biasanya jarak sejauh itu ditempuh antara 1,5 sampai 2 jam karena di bagian akhir, begitu mendekati lokasi, jalanan agak rusak. Paling tidak itu yang aku temui ketika aku ke sana.

Setiba di lokasi, pelancong diwajibkan membeli ticket terlebih dahulu sebelum mulai berjalan memasuki hutan. Perjalanan menuju ke lokasi canopy bridge harus ditempuh dengan berjalan kaki melalui jalan setapak yang sedikit menanjak. Di beberapa tempat jalanan terhalang pohon tumbang sehingga pelancong harus merunduk untuk lewat di bawahnya sementara di bagian lain pelancong harus melompati batang pohon yang melintang di jalan. Jarak yang harus di tempuh dari tempat parkir kendaraan kurang lebih 1 kilometer. Yah kalau jalan santai, kira-kira sekitar 15 menitan pasti sudah sampai di bawah jembatan tajuknya.

Sesampai di sana, kalau kebetulan sedang banyak pelancong lain, kita harus sabar menunggu giliran untuk naik ke atas menara kayu yang akan membawa para pelancong ke ketinggian 30 meter di atas tanah.

IMG_BBK17

Nah . . kalau sudah tiba gilirannya, silahkan mulai mendaki anak tangga demi anak tangga. Pelan-pelan saja naiknya supaya nggak kehabisan napas sesampainya di atas. Maklumlah naiknya nggak pakai lift 😛

IMG_BBK18

Sesampainya di atas, bersiaplah untuk menjajal keberanian dengan berjalan di jembatan gantung yang membentang di antara batang-batang pohon Bangkirai itu. Menyeberang di jembatan tajuk itu harus dilakukan satu per satu demi keamanan para pelancong sendiri, dan menyeberangnya nggak boleh lari ya. Berjalanlah dengan santai dan rasakan sensasinya ketika jembatan mulai bergoyang pada saat pelancong menapakinya.

IMG_BBK19

Dari jembatan itu pelancong akan dapat melihat betapa lebatnya hutan di bawah kaki pelancong. Rasakan semilirnya angin yang membelai, dan juga dengarkanlah kicauan burung- burung liar. Kalau beruntung, pelancong akan bisa juga melihat kawanan kera yang berkejaran, berayun dan melompat dari satu pucuk pohon ke pucuk pohon lainnya.

IMG_BBK21

IMG_BBK22

Kawasan wisata alam yang meliputi hutan alam seluas lebih dari 510 Hektar ini diresmikan pada bulan Maret 1998. Kawasan ini dibangun sebagai tempat penelitian keaneka ragaman hayati yang ada di hutan hujan Kalimantan, juga sebagai tempat pendidikan dan pelatihan tentang segala sesuatu yang terkait dengan hutan hujan tropis, khususnya yang ada di Kalimantan. Selain untuk tujuan-tujuan ilmiah tersebut, kawasan ini juga dibuka untuk umum sebagai kawasan wisata alam. Jembatan tajuknya sendiri dirancang dan dikerjakan oleh Canopy Construction Associates yang memang ahli dalam pembuatan jembatan-jembatan tajuk di pelbagai tempat lain di dunia ini.Konon jembatan tajuk yang ada di bukit Bangkirai ini dirancang untuk bertahan selama 20 tahun sejak saat pembuatannya.

IMG_BBK24

Jadi . . . berani mencoba untuk merasakan sensasi tersendiri ketika berjalan di atas pucuk-pucuk pohon di Bukit Bangkirai? 😎

IMG_BBK20

IMG_BBK26

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , , , | 34 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.