The lake that being embraced by an island

Imagine that there is a small island with a lake in the middle of it so the lake is like being embraced by the island, as if being protected by any threat that can cause the lake any harm. Well, in East Kalimantan, Indonesia, travellers could find such an island. It called Kakaban Island and the lake in the island also called Kakaban. Yes . . Kakaban Lake.

IMG_KKB01

The island was one of the 31 islands in Derawan Islands, and could be reached within 45 minutes from Derawan Island by speed boat. Kakaban Island was an uninhabited island. Its 1,913 acres surface area was mostly covered with dense jungle.

The main attraction of the island was a lake in the middle of the island. It was said that thousands of years ago, there was a movement in the earth’s mantle which in turn uplifted a part of the ocean floor and formed an island which now was known as Kakaban Island. Some parts of the uplifted ground were not lifted as high as the other parts and caused the sea water and some sea creatures trapped in it. The sunken part with the sea water trapped in it formed a lake which after a very long period, the trapped sea water mixed with the water from the rain. So should we call it fresh-water? I’m not sure, brackish would be better, I think😎

IMG_KKB03

The sea creatures trapped in the lake were evolved along the time. The jellyfishes for instance, they lost their ability to sting, perhaps it caused by the lack of their predators in the lake; so they didn’t have to defend against their natural enemies. There were four jellyfish species inhabited the lake, and as they all were harmless, it was safe for human to swim along with them.

IMG_KKB04

To visit the lake, travelers should walk along the man-made wooden path from the pier at the beach. The wooden path stretched through the jungle and end up in a wooden pier at the lake. It took me about 15 minutes walk from the beach to the lake.

IMG_KKB02

The longest part of the lake was approximately 2.6 kilometres and about 1.5 kilometres wide. The deepest part was about 17 metres. At the lake-shore there was mangrove which made the scenery more pretty. The base of the lake was covered by marine algae.

IMG_KKB11

To have an enjoyable time in there, please avoid visiting Kakaban Island on public holidays or long week-ends as the island will surely very crowded and the lake water become murky. And as there were no accommodation facilities in the island, travelers should spend their night in the neighboring islands which have hotels or home-stays such as Derawan Island, Maratua Island or Sangalaki Island.

IMG_KKB05

In my opinion, the best way to visit the islands was flying to Balikpapan, and then from Balikpapan took another short flight to Berau. Once in Berau, travelers could rent a taxi to bring them to Tanjung Batu Harbour for about 2 hours drive; and then rent a speed boat to do island hoping before dropping them at the island where they would spend their night.

So, interested to visit and dive along with sting-less jellyfishes in the lake which being embraced by the island?🙂 .—

IMG_KKB12

Keterangan :

Coba bayangkan bagaimana kalau ada sebuah pulau kecil dengan sebuah danau berada di tengah-tengah pulau itu, sehingga seolah-olah danau itu berada dalam pelukan pulau yang melindunginya dari segala bentuk ancaman. Nah . . . pulau kecil seperti itu ternyata betul-betul ada dan bukan hanya ada dalam angan-angan. Pulau itu terletak di Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Berau. Namanya Pulau Kakaban dan danau yang ada di tengah pulau itu disebut dengan nama Danau Kakaban. Tahu nggak kalau “kakaban” itu artinya mendekap dalam Bahasa Suku Bajo? 😎

Pulau Kakaban yang tak berpenghuni ini merupakan salah satu di antara 31 buah pulau yang masuk dalam Kepulauan Derawan. Pulau ini dapat dicapai dengan perjalanan membelah laut selama lebih kurang 45 menit dengan mempergunakan speed boat. Pulau seluas lebih dari 750 hektar ini hampir keseluruhan permukaannya tertutup hutan lebat. Tapi yang menjadi daya tarik utama pulau ini ya danaunya itu.

IMG_KKB06

Konon ribuan tahun lalu pulau Kakaban ini terbentuk akibat pergerakan lempeng bumi yang menyebabkan terangkatnya dasar laut. Hal ini menyebabkan terciptanya daratan baru yang permukaannya tidak rata karena kuatnya tekanan yang menyebabkan terangkatnya dasar laut ini juga tidak rata. Bagian tengah daratan baru itu cenderung cekung sehingga menyebabkan ada air laut yang terjebak di cekungan itu bersama dengan beberapa spesies makhluk laut di dalamnya. Bagian yang cekung dan berair itu akhirnya membentuk sebuah danau berair payau karena air laut yang terperangkap di danau itu seiring dengan berlalunya waktu tercampur juga dengan air hujan. Perubahan tingkat salinitas air danau dan juga kondisi lingkungan yang menyertainyan pada akhirnya juga menyebabkan makhluk-makhluk laut yang hidup di dalamnya berevolusi. Misal saja ubur-ubur yang hidup di danau itu, sekarang menjadi ubur-ubur tanpa sengat padahal saudara-saudara mereka di laut lepas masih bersengat. Bisa jadi karena di danau itu nggak ada pemangsa yang menjadikan mereka mangsanya, sehingga kemampuan pertahanan diri berupa sengat itu akhirnya hilang.

IMG_KKB14

Danau Kakaban memiliki rentang terpanjang kurang lebih 2,6 kilometer sementara lebarnya 1,5 kilometer. Bagian terdalamnya mencapai kedalaman 17 meter. Dasar danau ditumbuhi ganggang laut yang bersimbiose dengan ubur-ubur tanpa sengat. Sekeliling danau ditumbuhi mangrove yang menambah keindahan pemandangan di sana. Untuk mencapai danau, para pelancong harus menyusuri jembatan kayu yang membentang sejak dari tepi pantai sampai ke tepi danau. Dibutuhkan waktu kurang lebih 15 menit untuk menyusuri jembatan kayu itu menembus kelebatan hutan di Pulau Kakaban.

Bagi pelancong yang ingin menikmati keindahan dan ketenangan Danau Kakaban, disarankan untuk tidak berkunjung ke sana pada hari-hari libur atau long week-end karena bisa dipastikan kalau Kakaban akan penuh pengunjung. Kalau sudah banyak orang, apalagi banyak juga yang nyebur di danau, bisa dipastikan kalau airnya akan menjadi keruh. Ubur-ubur tanpa sengat yang menjadi daya tarik utama di danau itu juga pasti akan menyingkir lebih ke tengah danau.

IMG_KKB10

Seperti sudah aku sampaikan tadi, Pulau Kakaban merupakan pulau tak berpenghuni, jadi pelancong tidak bisa menginap di Pulau Kakaban. Pelancong bisa memilih menginap di Pulau Derawan, Pulau Maratua atau Pulau Sangalaki.

Trus gimana kalau kita mau ke Kakaban atau ke Kepulauan Derawan?

Ada dua alternatif sebenarnya bagi mereka yang mau berkunjung ke sana. Alternatif pertama adalah dengan terbang ke Tarakan baru kemudian dilanjutkan dengan perjalanan laut ke Derawan, sedangkan alternatif kedua adalah dengan terbang ke Berau dengan transit di Balikpapan biasanya. Dari Berau, kita bisa mencarter kendaraan buat mengantar kita ke Pelabuhan Tanjung Batu yang berjarak kurang lebih dua jam dari kota Berau, baru kemudian dilanjutkan dengan perjalanan laut ke Derawan.

Jadi . . . tertarik buat berkunjung ke sana?🙂 .–

IMG_KKB13

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , , , , | 25 Comments

Post navigation

25 thoughts on “The lake that being embraced by an island

  1. Perjalanannya keliling dunia nich si Om..habis kalimantan kemana lagi Om?

  2. Hampir mirip bahasa Jawanya ya mas, kekeb🙂

    Andai pulaunya bisa dihuni dan ada hotel di sana pasti banyak yang berhoney moon di sana ya mas🙂

    • Sebaiknya sih tetap nggak ada hotel di sana, Mbak, supaya alamnya tetap asri. Hotel sudah cukup banyak di pulau-pulau sekitarnya. Dan hotel-hotel itu juga asyik buat ber-honey moon koq 🙂

  3. saya sih tertarik banget datang kesini … mau banget malah ..🙂 … tempatnya indah dan unik begini
    lagi gemar menabung dulu ….

    • Yup, bener Mas. Cuma di sini nggak bisa sesepedaan. Kalau mau sesepedaan di Derawannya. Di Pulau Derawan malah udah ada beberapa tempat penyewaan se[eda dengan berbagai jenis sepeda lho

  4. Alam Indonesia memang cantik ya Pak. Perjalanan jauh ke sana, terbayarkan kalo udah lihat pemandangan pantai dan alam seperti ini. Oh ya Pak, apa semua ubur-ubur itu tanpa sengat? Serem bayangin ubur-ubur soalnya.

    • Yup, memang perjalanan jauh dan capeknya seolah jadi hilang kalau udah sampai sana🙂
      Soal ubur-ubur, yang hidup di Danau Kakaban semuanya tanpa sengat dan aman buat manusia, malah bisa-bisa manusialah yang membahayakan para ubur-ubur itu dengan segala kelakuannya yang merusak ekosistem

  5. Bentang alam yg luar biasa ya Pak, pulau mungil ‘ngekep’ memeluk danau payau habitat ubur-ubur tanpa sengat. Dari foto-foto asri, ketertiban pengunjung terkendali ya Pak. Salam

    • Iya Bu, dalam kondisi sepi, ketertiban dan kelakuan pengunjung masih bisa terjaga, tetapi menurut cerita penjaga pulau, di hari-hari libur dimana pengunjung membludak penjaga pulau kesulitan menjaga ketertiban dan kelakuan pengunjung

  6. all the photos are a fabulous variety Chris and tell a story by themselves

  7. Aaaak kangen banget sama Derawan. Aku suka sama danau tersembunyi ini.. Berasa di novel Lima Sekawan karena letaknya yang tersembunyi :*

  8. Pingback: From dusk till dawn in Derawan | Krishna's Pictures and Notes

  9. Tertarik bangeeeet buat kesanaaa… Keliling pulau Derawan, Pulau Maratua, Pulau sangalaki, dan Pulau Kakaban… eits ada satu pulau lagi yang nggak boleh terlewati… Pulau Sanggalau…. boleh tau biaya speedboat nya berapa yah? trus biaya penginapannya juga berapa yah?

    • Speedboat buat island hoping kalau nggak salah sktr sejutaan deh. Itu dengan start dari Derawan dan balik lagi ke Derawan ya. Sedangkan penginapan, tergantung penginapan yang dipilih. Waktu aku ke sana, aku kena Rp 800K untuk kamar yang di atas air

  10. keren banget ini tempatnya sumpah

  11. kemaren batal kesini pak hiksss.. rasanya pengen nangis dech.

  12. wi3nd

    banget om tertariknya..

    kapan ya bisa sampai ke kalimantan, menjelajah hutannya dan pulau-pulaunya,
    mencium aroma harumhutan dan tepian pantainya….

    stiap ke blog om chrish tuh selalu saja brasa disana dan pengeeen banget kesmua tempat yang dijelajahi, #jelajahnegri,#cintaindonesia🙂

    • Aku yakin sekali waktu pasti bisa koq sampai ke sana, Wiend. Apalagi sekarang transportasi ke sana juga semakin mudah dan murah. Awal Mei besok kalau jadi aku ke Kalimantan lagi, tapi kali ini nggak terlalu blusukan sih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: