Horses at the savanna

Sumba, an island located in the East Nusa Tenggara Province, Indonesia, was known to have local breed horses called Sumba Horses. They were not as big as the famous Arabian Horses, but their endurance and great agility could be compared to the Arabian Horses or to other horses from any parts of the world.

IMG_MOU01

The Sumba Horses was said to be the descendant of Mongolian Horses. According to the history, in the Middle Ages, at the early era of an ancient kingdom called Majapahit in Java Island, the Mongolian troop came to Java Island and brought along with them their horses which they would use in the battle against Javanese soldiers. When the Mongolian troop was defeated, they left the horses behind which then were taken by Majapahit soldiers to be used as their war horses.

IMG_MOU02

Then the horses were used in many expedition held by the kingdom to many parts of the region, including to Sumba. And when Sumba was conquered, some Majapahit Officers who stayed in Sumba started to breed the horses which now were known as the Sumba Horses.

IMG_MOU03

The Sumbanese use the horses for many purposes; as a dowry in a wedding ceremony, as offerings in a traditional funeral ritual, and also being used in the Sumbanese war game where men throwing lance on horseback, called Pasola. Up till now, the horses also represent the owner’s social status.

Sumba Horses could be seen easily in many savannas spread on most part of the island. They were roaming freely without any herdsmen. Late in the afternoon, the horses would went back to their stable by themselves as if somebody herd them to go back to their owners.

IMG_MOU06

These pictures were taken in Mou Dulu, a savanna located on the way to Purukambera Beach from Waingapu, East Sumba. It was such a sight for me to see horses roaming freely together with some buffaloes on a savanna as what I saw was usually cars and motorcycles on a traffic jamπŸ˜›

IMG_MOU12

IMG_MOU07

Keterangan :

Pulau Sumba di Nusatenggara Timur, sudah lama dikenal memiliki sejenis kuda yang meskipun bertubuh relatif kecil tetapi cukup tangguh. Kuda-kuda itu dikenal dengan nama Kuda Sumba. Ciri khas kuda Sumba selain tubuhnya yang kecil juga warna bulunya yang polos, sangat jarang yang belang.

IMG_MOU08

Dari informasi yang aku dengar, Kuda Sumba merupakan keturunan dari Kuda Mongol yang juga bertubuh kecil dan tangguh. Konon dahulu ketika pasukan Tartar menyerbu Pulau Jawa untuk menghukum Kertanegara, mereka membawa serta kuda-kuda mereka untuk dipergunakan dalam pertempuran. Tetapi akhirnya kuda-kuda itu mereka tinggalkan ketika mereka dipukul mundur oleh pasukan Raden Wijaya. Pada gilirannya, kuda-kuda itu kemudian diambil oleh para prajurit Majapahit dan dipergunakan dalam berbagai ekspedisi dalam rangka mempersatukan Nusantara, termasuk ke Sumba. Nah kuda-kuda yang dibawa ke Sumba ini akhirnya dikembang biakkan di sana oleh penduduk setempat yang kemudian keturunan kuda-kuda itu dikenal dengan nama Kuda Sumba.

IMG_MOU09

Masyarakat Sumba tidak bisa dipisahkan dari kuda-kudanya. Bagi mereka kuda juga merupakan lambang status sosial pemiliknya di masyarakat. Bahkan dalam ritual kematian masyarakat Sumba, ketika pemiliknya meninggal, maka kudanya akan ikut dikurbankan karena mereka percaya bahwa si mati akan menunggangi kudanya di alam kelanggengan. Kuda Sumba juga dipergunakan sebagai seserahan dalam perkawinan adat sumba. Selain dalam berbagai upacara yang menyangkut siklus hidup masayarakat Sumba, Kuda Sumba juga ditunggangi oleh para prajurit Sumba dalam ritual Pasola yang diadakan setahun sekali.

IMG_MOU10

Kuda-kuda Sumba sangat mudah ditemui ketika kita berada di pulau itu. Biasanya kuda-kuda itu dilepaskan di padang rumput yang banyak terdapat di sana. Kuda-kuda itu nampak seperti kawanan kuda liar karena tidak ada penggembala yang mengawasi kawanan kuda yang merumput bersama kerbau atau kambing di padang rumput yang luas. Anehnya ketika malam menjelang, kuda-kuda itu akan berjalan beriringan kembali ke kandangnya masing-masing seolah ada orang yang menuntun mereka kembali ke pemiliknya masing-masing.

IMG_MOU14

Foto-foto yang aku sertakan dalam postingan kali ini aku ambil di Padang Rumput Mou Dulu yang terletak di antara Waingapu dan Pantai Purukambera. Buat aku yang terbiasa melihat mobil-mobil maupun kendaraan bermotor lain yang terjebak kemacetan di jalan, melihat kuda-kuda yang dibiarkan bebas merumput di padang luas tentunya merupakan pemandangan yang luar biasa. Bagaiman dengan teman-teman?πŸ˜€

IMG_MOU15

IMG_MOU16

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , , , | 33 Comments

Post navigation

33 thoughts on “Horses at the savanna

  1. Great Post

  2. kalau bicara sumba entah kenapa identik dengan kuda ya bg

  3. Wonderful!

  4. Kuda yg dikorbankan saat sang enpunya meninggal mengingatkan saya pada Winnetou nya Karl May. Adakah penanda kepemilikan kuda Pak, seperti pada sapi yg dicap dg besi panas?
    Sabana nya eksotik, NTT keren….

    • Wah Bu Prih pembaca tulisan Karl May juga rupanya πŸ™‚

      Soal penanda kepemilikan, kebetulan aku belum sempat mencari informasi lebih jauh karena waktu itu aku cuma berhenti di tepian savana dan memang nggak ada orang yang bisa ditanya. Tapi dalam kunjungan berikut pasti akan aku tanyakan, Bu

  5. Sumba identik dengan kuda yach Pak. Kepengen lihat pacuan kuda di Sumba nich jadinya

    • Sorry telat jawabnya, Lin. Baru pulang ngetrip lagi soalnya πŸ˜›
      Yup, Sumba identik dengan kuda. Sebetulnya yang menarik nggak hanya pacuan kuda tradisionalnya aja, tapi pasola-nya juga keren. Dan tahun 2016 ini pasola akan diadakan antara akhir Februari – awal Maret. Mau nguber ke sana, Lin?

      • sebenarnya ada rencana februari ke sumba tapi belum ada approve cuti dari bos nich pak Chris hikss

      • Mudah-mudahan approvalnya segera turun ya Lin. Kalau pas ke sana pas ada pasola pasti asyik banget tuh. Aku sendiri rencana mau ke sana lagi baru bisa sekitar akhir Maret atau awal April

  6. Minjem kudanya satu buat dangdutan bareng ahahah :’D

  7. rinduku pada Sumba
    adalah rindu ribuan ekor kuda.

    bicara Sumba selalu teringat puisi indah karya pak Taufik Ismail ini pak Chris.

  8. RMW

    Nice to see the horses roaming free and enjoying themselves!

  9. Wooowwwww. Beli padang savana di sini lima hektar mas buat masa tua:p

  10. baru tahu .. asal usu kuda sumba … memang alamnya sangat cocok untuk mengembang biakkan kuda2 ya … foto2 di savanna-nya super bangettt … jadi pengen sepedahan disana ..πŸ˜€

  11. Very interesting post, Chris.πŸ™‚

  12. savanna nya bagus sekali mas, ternyata ini di sumba ya… indahnya nusantara…

  13. weweweweww keren speechless

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: