A hidden beach

Well . . . perhaps it wouldn’t be hidden any longer in the short future if there were more travelers came to the beach; but when I visited it . . . yes it was not easy to find the way and I found only one or two people at the beach. A vast and desolate but pretty beach bordered by big trees. No wonder that it became hidden from many people.

IMG_PTK05

There were two roads which could led every travelers to the hidden beach. The main road was quite good and wide but became narrow when it close to the beach; while the other was not so good, even in some places it was covered by bushes. I took the second road as the road was the shortest way that I could took from Mandorak Beach (I’ll tell you about Mandorak Beach later).

The beach name was Tanjung Karoso Beach. In Bahasa Indonesia, the word “tanjung” means a cape, and the beach name was perfectly described its location at a cape which became one of Sumba Island’s west tip. So it would be a perfect place for every sunset lovers, wouldn’t it? The beach was administered under Kalena Rongo Village, Sumba Barat Daya Sub-district, East Nusa Tenggara Province, Indonesia. To reach the beach, travelers could rent a car with its driver from Tambolaka because there were no public transports served the area. It took about 1 hour drive to cover the 30 km distance from Tambolaka to Tanjung Karoso.

IMG_PTK03

The beach was quite clean and looked so pretty. The sands were white with calm torquoise sea water lapping the shore. It was so deserted when I was there. No locals that usually lingering at a tourist spot selling souvenirs, bottled water or simple snacks. I only spotted a simple open hut in the distance, perhaps built by local fishermen as the beach was so close to their village. My friend who accompanied me at that time, told me that the beach was also became the local fishermen landing site after their night-long fishing job.

IMG_PTK04

The beach was not looked barren as a row of big trees bordering along the beach area. The trees became natural sunshades for every travelers who visited the area and also made the temperature at the beach was not too hot.

IMG_PTK01

The water at the beach was clear and quite shallow, so it would be safe enough for travelers who want to swim at the beach. The bottom of the sea at the beach area was not rocky, it was soft sands like those at the beach, instead.

IMG_PTK09

When visiting Tanjung Karoso Beach, travelers could feel the feeling as if they owned a private beach. Well . . . with nobody seen around in a tranquil beach, wouldn’t it made somebody felt the feeling?😀

IMG_PTK02

 

Keterangan:

Pantai tersembunyi? Ya . . . bisa aja sih sebentar lagi sudah nggak jadi pantai yang tersembunyi lagi, apalagi kalau sudah semakin banyak orang yang tahu keberadaannya dan makin banyak pula yang datang ke sana; tapi ketika aku berkunjung ke sana . . . buat nemuin jalan ke sananya aja udah susah, dan pas sampai di pantainya yang aku temui adalah sebuah pantai yang sepi tapi indah. Waktu itu cuma ada dua atau tiga orang deh selain aku dan keluargaku yang ada di sana.

IMG_PTK10

Untuk menuju ke pantai yang aku maksud itu, ada dua jalan yang bisa ditempuh. Yang pertama memang cukup bagus sampai ke kota kecamatan, tapi selanjutnya menyempit. Sementara jalan yang kedua memang sempit dan di beberapa tempat jalannya seolah menghilang karena tertutup semak dan ilalang. Nah . . . yang aku tempuh memang jalan yang kedua sih karena memang jalan itu merupakan jalan yang terpendek yang bisa aku tempuh untuk menuju ke sana dari Pantai Mandorak yang aku kunjungi sebelumnya (soal Pantai Mandorak, sabar ya . . . pasti aku angkat juga koq di blog-ku ini).

Nama pantai yang jadi bahasanku kali ini adalah Pantai Tanjung Karoso. Sesuai dengan namanya, pantai ini memang terletak di sebuah tanjung di ujung barat Pulau Sumba. Lokasi pantai ini berada di Desa Kalena Rongo, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya. Dari Tambolaka yang menjadi ibu kota kabupaten, Tanjung Karoso bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam. Sebetulnya jaraknya hanya sekitar 30 kilometer, tetapi tetap saja kendaraan harus berjalan pelan di beberapa ruas jalan yang menyempit ataupun rusak.

IMG_PTK11

Pantai Tanjung Karoso cukup indah, terbayarlah reportnya menuju ke tempat itu ketika sudah sampai di pantainya. Bagaimana tidak, pantai berpasir putih yang terbentang luas dan panjang lagi sepi dengan air laut yang tampak biru kehijauan dengan alun air laut yang relatif tenang seolah menjilati bibir pantai.Ditambah lagi dengan pepohonan rindang yang banyak tumbuh di tepi pantai. Kebayang kan keindahannya?

IMG_PTK07

Di sana nggak kelihatan adanya para pengasong yang biasanya banyak dijumpai di tempat-tempat wisata. Warung yang menjual makanan kecil atau minumanpun nggak ada. Jadi kalau suatu ketika teman-teman pelancong mau ke Tanjung Karoso, jangan lupa siapkan bekal secukupnya ya kalau nggak mau kelaparan ataupun kehausan😛.

IMG_PTK08

Lha trus itu yang kelihatan kaya gubuk di kejauhan apa dong kalau bukan warung? 🙄

Ooo . . itu cuma gubuk tanpa dinding koq. Mungkin dibangun oleh nelayan setempat untuk berteduh, maklumlah Pantai Tanjung Karoso juga merupakan tempat pendaratan ikan bagi nelayan-nelayan setempat.

IMG_PTK12

Duduk-duduk di Pantai Tanjung Karoso juga enak lho. Nggak panas karena adanya deretan pohon besar di sepanjang pantainya. Sayang aku nggak tahu ini jenis pohon apa. Rasanya aku harus nanya dulu ke Bu Prih nih kalau soal pohon-pohonan (sambil clingak clinguk nyari Bu Prih) 😉

Air di pantai itu jernih banget dan dasar lautnya berpasir, betul-betul membuat siapapun ingin nyebur. Apalagi airnya cukup dangkal dan ombaknya hanya berupa alun yang sangat lembut. Cocoklah pokoknya kalau mau main air ataupun berenang di sana.

Berkunjung ke Pantai Tanjung Karoso membuat kita merasa seolah-olah memiliki pantai pribadi. Kondisi pantai yang sepi tanpa orang lain selain kita dan keluarga atau teman-teman kita di sana mau nggak mau membuat perasaan memiliki pantai pribadi itu muncul. Jadi . . . mau merasakan seolah memiliki pantai pribadi?😀

IMG_PTK06

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , | 13 Comments

Post navigation

13 thoughts on “A hidden beach

  1. Pingback: A hidden beach

  2. pantai yang indah jadi pengen kesana hehehehe

  3. Foto keempat dari atas bagus Om Chris.

  4. Teduh hijaunya Pantai Tanjung Karoso, pengunjung dimanjakan dengan keasriannya.
    hehe saya numpang berteduh di bawah pohon Ketapang (Terminalia catappa) nama sejenis pohon tepi pantai yang rindang, pertumbuhan cepat dan membentuk tajuk indah bertingkat-tingkat, percabangan alaminya laksana payung elok melalui aksi klik kamera Pak Krish.
    Salam

  5. Aw aw aw. Kapan yaaa…..

  6. pantai yang landai ya … kayaknya ombaknya tidak terlalu besar ….nyaman buat main2 air …

  7. Absolutely stunning place… I could find many a shades of blue in those waters…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: