A view from an abandoned port

That afternoon my feet brought me to an abandoned sea-port not too far from Tambolaka Airport in Sumba, Indonesia. It was only about 15 minutes drive from the airport to reach the harbor which located on a beach area called Waikelo, hence the name was Waikelo Port.

IMG_WAP01

Actually there were two ports in the area, and the distance between the two were quite close. People called the two harbors as the old one and the new one referring to the time they were built. The old harbor was functioned mainly for commodities while the new one was for people. Because of that, the new one was known as the ferry harbor, later on.

IMG_WAP02

Unfortunately, the fierce waves was destroyed the new port, and made the pier could not be used anymore. The ferry gate could not be opened at the pier and the road to the pier was badly damaged as the base was eroded heavily. So . . . slowly but surely the new port of Waikelo was abandoned. All activities were moved back to the old one.

IMG_WAP03

When I was visiting the abandoned new port of Waikelo that late afternoon, it did not look like an abandoned harbor even though there were no ships nor boats were seen mooring around the pier. Many people were seen roaming around the harbor area. Some were walking to the end of the pier at the direction where a ferry used to dock when it was still in use. Many other were sitting on the wall or on their motorcycles waiting for the sunset.

IMG_WAP04

Yes . . Waikelo Port was a perfect place to enjoy sunset. That was why there were still many people wandering around the port area, not to go anywhere by ships nor waiting for somebody who just came from other islands, but just to spend their time with families, relatives, friends or whoever they want to ask to accompany them enjoying the sunset.

IMG_WAP05

Below are some pictures I got at the sunset moments in the abandoned Waikelo new port. And by the way, I heard an information that the new port would soon be repaired and then functioned as it meant before. Well, perhaps it would be good for the people of Waikelo too if the ports came back to life :)ย  .–

IMG_WAP06 IMG_WAP07 IMG_WAP08 IMG_WAP09 IMG_WAP10 IMG_WAP11 IMG_WAP12 IMG_WAP13 IMG_WAP14 IMG_WAP15 IMG_WAP16

Keterangan :

Siang menjelang sore itu, kedua kakiku melangkah pasti membawaku ke sebuha pelabuhan yang terletak tidak terlalu jauh dari Bandara Tambolaka, Sumba Barat Daya. Kira-kira hanya butuh waktu sekitar 15 menit berkendara dari bandara, kita sudah akan tiba di Waikelo, sebuah wilayah tepi laut yang kemudian dibangun menjadi pelabuhan, sehingga pelabuhan tersebut kemudian dikenal dengan nama Pelabuhan Waikelo.

IMG_WAP18

Sebenarnya di situ ada dua pelabuhan yang satu sama lain berjarak lumayan dekat. Masyarakat sekitar menyebutnya sebagai Pelabuhan Lama dan Pelabuhan Baru merujuk dari urutan saat dibuatnya. Ketika Pelabuhan Baru selesai dibuat, Pelabuhan Lama dikhususkan sebagai pelabuhan pengangkutan barang dan komoditas sedangkan Pelabuhan Baru untuk melayani kapal-kapal penumpang, termasuk juga kapal-kapal ferry. Karena itulah kemudian banyak orang juga menyebut Pelabuhan Baru dengan sebutan Pelabuhan Ferry.

IMG_WAP19

Sayangnya, Pelabuhan Baru ini kemudian rusak karena terjangan ombak yang ganas. Beberapa bagiannya bahkan amblas karena pondasinya tergerus erosi. Pantas saja aku melihat di pantainya tertata rapi batu pemecah gelombang untuk mencegah erosi lebih parah yang menggerus daratan. Karena kerusakan yang cukup parah dan bahkan bisa membahayakan penumpang yang akan bepergian atau baru saja datang melalui pelabuhan itu, akhirnya aktifitas transportasi laut dipusatkan semuanya di Pelabuhan Lama. Pelabuhan Baru mulai ditinggalkan dan menjadi sepi.

IMG_WAP21

Sepi . . . ? Ternyata tidak sepenuhnya sepi. Ketika aku tiba di Pelabuhan Baru, aku melihat cukup banyak orang berlalu lalang di sana meskipun tidak satupun kapal ataupun perahu aku lihat di perairan di sekitar pelabuhan.

IMG_WAP17

Jadi . . . ngapain dong orang-orang itu di sana?

Ternyata orang-orang tersebut ke sana bertujuan untuk berjalan-jalan karena memang di pelabuhan itu sudah tidak ada lagi aktifitas transportasi laut sama sekali. Banyak juga yang aku lihat berjalan ke ujung dermaga, ke bekas tempat merapatnya Kapal Ferry, padahal untuk menuju ke ujung itu, mereka harus melompati bagian jalan yang amblas cukup lebar. Sebagian yang lain aku lihat hanya duduk-duduk di atas tembok dermaga ataupun di atas motor mereka masing-masing. Hampir semuanya memandang ke arah barat, menanti saat-saat terbenamnya sang matahari.

IMG_WAP22

Ya . . . Pelabuhan Waikelo memang tempat yang ideal bagi para pemburu dan penikmat matahari terbenam. Kalau cuaca sedang cerah, pelancong akan dapat melihat saat-saat terbenamnya matahari itu sampai tuntas . . . sampai masuknya bola merah raksasa itu ke balik cakrawala. Sayangnya ketika aku di sana, awan yang berarak rendah sedikit menghalangi kesempurnaan momen terbenamnya matahari. Meskipun demikian, keindahannya tetaplah dapat dinikmati oleh semua yang ada di Pelabuhan Waikelo sore itu.

Beberapa foto di atas sengaja aku sajikan sehingga teman-teman semua bisa ikut menikmati saat-saat terbenamnya matahari seperti yang aku saksikan dari Dermaga Ferry Waikelo yang terbengkalai. Eh . . . tapi katanya sih dermaga ini sudah akan direvitalisasi lho. Apalagi Pelabuhan Waikelo termasuk salah satu dari enam pelabuhan di Nusa Tenggara Timur yang akan berfungsi sebagai pelabuhan pengumpul pelabagai komoditas dari pelabuhan-pelabuhan lain di daerah itu.

Semoga dengan aktif kembalinya pelabuhan ini, kehidupan masyarakat sekitarnya juga turut terangkat dan daerah tersebut juga bisa menjadi lebih maju.–

IMG_WAP20

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , , | 20 Comments

Post navigation

20 thoughts on “A view from an abandoned port

  1. Beautiful photos, perfect sunset, great story, thank you

  2. suka foto yang ada ROLnya pak….sinar matahari yang menerobos dari sela awan terlihat cantik

  3. kapankah kakiku melangkah ke sumba…? kepengen bangeeeet…. Pak Chris, air lautnya jernih seperti yang di Derawankah ..?

    • Aku yakin koq kalau suatu ketika Akiko akan sampai di Sumba juga ๐Ÿ™‚
      Air lautnya di beberapa tempat memang masih jernih seperti di Derawan juga

      • yayayayaaa.. semogaaa… jernih seperti di derawan ? berarti bisa snorkeling dan diving doong..?

      • Sebetulnya sama seperti di Kepulauan Derawan, untuk snorkeling dan diving tidak bisa dilakukan di semua tempat, melainkan ada di tempat-tempat tertentu yang memang sudah terbukti keindahannya

  4. wi3nd

    always nice for waiting sunrise,its enjoying much om..

    mostly love your pick,perfecto always, seem like to be there๐Ÿ™‚

    apa kabra om chrish..?

    • You’re totally correct about waiting for sunset, Wiend ๐Ÿ™‚
      Kabar baik terimakasih. Kemana aja Wiend, koq lama menghilang?

  5. Perubahan suasana dari aktivitas pelabuhan hingga saat diam ‘aku – senja – Pencipta senja’ terasa banget membuat pembaca tertegun. Salam

  6. membuat aku jatuh cinta dengan Sumba baca cerita-cerita pak Chris, semoga tahun depan bisa kesini aminnnn…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: