To the market

According to Wikipedia, a market or marketplace is a regular gathering of people for the purchase and sale of provisions, livestock, and other goods. A place where buying and selling occurs.

So when we talked about a market, it must referred to a place with many people, some of them selling goods and the others buying the goods the sellers offered. Markets existed everywhere, and there were many types of market could be found. For me, I found that traditional markets were the most interesting type of markets. In there we could meet with the locals and learn how their characters were as well as find any specific items produced in a certain place.

IMG_PST13

In Tambolaka, Sumba Island, Indonesia, I found such a market quite close to my hotel, so I took the opportunity to visit and see what the locals sold in there. The market took place in a small square by the main road and it had already crowded in the morning.

IMG_PST11

Most of the sellers were people sold commodities or products harvested from their small fields, so they there were not in large quantities. Most of them were women, either young or old. The goat sellers and traditional woven-cloth sellers, however, were mostly men.

IMG_PST02IMG_PST06

And although almost similar with other traditional market in other places, there was always something unique in a market located in a certain place. It also happened in Tambolaka traditional marketΒ πŸ™‚

Keterangan :

Menurut Wikipedia, pasar atau khususnya pasar tradisional adalah tempat bertemunya para penjual dengan para pembeli yang ditandai dengan adanya transaksi jual beli secara langsung dan biasanya disertai dengan proses tawar-menawar.

Jadi kalau kita membicarakan pasar, pasti yang terbayang adalah suatu tempat dengan banyak orang yang melakukan transaksi jual beli. Pasar terdapat di hampir semua tempat dimana terdapat pemukiman. Kalau di kota-kota besar pasar telah menempati suatu lokasi yang telah tertata rapi bahkan biasanya juga telah menempati sebuah gedung yang cukup besar, tidak demikian halnya dengan pasar-pasar yang terdapat di kota-kota kecil atau bahkan jauh di pelosok. Biasanya pasar-pasar di kota kecil hanya menempati sebuah lahan terbuka dengan los semi permanen ataupun dengan dasaran terbuka.

IMG_PST16

Aku sendiri selalu tertarik untuk berkunjung dan blusukan di pasar-pasar seperti itu. Bukan apa-apa, tetapi dengan masuk ke pasar-pasar tradisional, apalagi yang terletak jauh dari kota besar, aku juga jadi bisa mengetahui karakter dan kebiasaan penduduk setempat. Belum lagi selalu ada kemungkinan untuk menemukan komoditi yang menjadi ciri khas daerah tersebut yang dijual di pasar.

IMG_PST17

Dalam kunjunganku ke Tambolaka, Sumba Barat, aku merasa cukup beruntung ketika mengetahui bahwa ada sebuah pasar tradisional yang buka setiap hari dan lokasinya hanya di seberang jalan dari hotel tempat aku menginap.

Di Pasar Tambolaka itu, memang sebagian besar yang diperjual belikan adalah kebutuhan sehari-hari, mulai dari berbagai jenis sayur, buah-buahan dan berbagai keperluan dapur, bahkan di sisi lain pasar ada juga yang menjual ternak dan kain tenun tradisional.

IMG_PST14

Sebagian besar pedagang merupakan pedagang kecil yang menjual hasil kebunnya sendiri. Karena itulah barang yang dijual juga tidak dalam jumlah yang besar. Ketika aku ke sana, beberapa pedagang bahkan sudah nampak berkemas karena dagangannya sudah habis, padahal aku ke sana masih relatif pagi juga.

IMG_PST15

Pasar Tambolaka meskipun sepintas nampak sama seperti pasar-pasar di daerah lain, tetapi tetap saja buat aku unik. Penggunaan mangkuk-mangkuk kecil atau ikatan sebagai satuan barang yang dijual baru aku temui di Pasar Tambolaka ini. Belum lagi banyaknya lelaki dengan bibir memerah akibat mengunyah pinang sirih yang aku lihat berlalu lalang di pasar dengan memakai kain tenunan khas Sumba dan menyandang golok di pinggang menjadi pemandangan yang tidak aku jumpai di tempat lain juga.

IMG_PST01

Jadi, meskipun nggak berbelanja, nggak ada salahnya juga kan blusukan di pasar dan ikut cerewet bertanya-tanya kalau menemukan komoditi yang unik atau menarik di sebuah pasar tradisional?Β  πŸ™‚

Categories: Pictures of Life | Tags: , , , , | 13 Comments

Post navigation

13 thoughts on “To the market

  1. colorful!πŸ™‚

  2. Yang juga menarik di pasar tradisional adalah warna-warni Mas Krish. Alami dan tak berbohongπŸ™‚

  3. Lirik lagu kanak-kanak…. Ikut Ibu pergi ke pasar…. Perlu dirubah nih Pak, karena blusukan ke pasar bukan lagi hanya hobi kaum ibu. Selalu menarik ya Pak, menikmati pasar tradisional di aneka wilayah. Salam

    • Ha ha ha . . . Bu Prih ada-ada aja. Masa harus ngubah lagu segala?πŸ˜€
      Dan iya betul Bu, selalu menarik untuk masuk ke pelbagai pasar di pelbagai daerah

  4. Jalan lagi ke sana mas?

  5. wi3nd

    kebanyakan mreka menjual buah pinang/jambekah itu? yang buat nyirih?
    yang warna hijau itu om? tampak banyak yang menjual.

    unik pasarnya juga jualannya, baru liat dan jadi tahu pasar tradisonal disana
    #akubanggaindonesia

    by the way,om chrish mencoba nyirih juga ga disana :D*biardptfeelnya

    • Iya, memang di pasar itu banyak yang jual pinang jambe buat nyirih karena nyirih jadi kebiasaan masyarakat Sumba, bukan hanya kaum wanitanya, tapi kaum pria juga mengunyah sirih

      Yup, pasar tradisional di berbagai wilayah punya keunikannya sendiri-sendiri

      Aku nggak sempat nyoba mengunyah sirih waktu itu, mungkin kesempatan berikut ke Sumba lagi aku mau coba πŸ™‚

  6. The fringed woven fabric looks very interesting, Chris. Can you tell us a bit more about it,Thanks.

    • Glad to know that you’re interested in the woven fabric, Sharifah.
      And … what information that you want me to tell more, because there are a lot

  7. I’m interested to know if the fabric has a name; is it a specialty of the community. And what is it used for,
    for example is the fringed fabric hanging on the poles used for blanket or kain. Thanks, Chris.

    • The fabric has no specific name, people call it Kain Tenun Sumba. People use it for their daily clothing, and a certain pattern only be used in a special occasion.
      Well . . I think that’s all I know. If there is something more that you want to know, just let me know, Sharifah. Perhaps I can help you get the information you need πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: