Waiting for the sunrise in the dark

That day was my second day in Sumba Island, Indonesia and in order to get my first sunrise pictures there, I asked Agus who accompanied me in my trip, where was the best place to catch the sunrise. He suggested visiting a beach not too far from my hotel in Tambolaka. So off we went to Ketewel, a beach inhabited by some settlers from other islands and they made salts traditionally for their living.

IMG_KET01

I arrived at Ketewel long before the sun rose. The sky was still dark although a slit of red and orange had already seen in the east. The village was still as if a deserted village. But it was not too long before my presence in their village was attracted the people lived in there. They surrounded me and Agus in curiosity, but Agusโ€™ explanation was clearly understood by them and soon they let me explore their village while waiting for the sun to rise.

IMG_KET02

I shot some picture in the dark and also walked to some simple huts that been used to store the salts they produce. From one of the villagers, I got information that they made salts not by let the sea water evaporated under the sun; but they boiled the sea water in a big wok instead.

IMG_KET03

When the sun rose, I could clearly see the condition of the village. How they made a simple sea wall to prevent the tides, and how their boats mooring in the water close to the sea-wall.

IMG_KET04IMG_KET09

I left the village after the sun shone brightly, and the village was alive with the villagersโ€™ activities. Men mended their wooden boat, women went to the water to wash their familyโ€™s clothes, and children played in the field resulted from the low tide. Ah . . . daily life in a simple village . . .

IMG_KET05

Keterangan :

Hari itu adalah hari kedua aku di Pulau Sumba. Dan dalam rangka memperoleh foto-foto saat terbitnya matahari di Pulau Sumba, aku meminta Agus, orang yang menemani aku dan keluarga selama menjelajah Pulau Sumba, untuk mencari tempat yang ideal guna memperoleh foto-foto matahari terbit itu. Agus menyarankan untuk menuju ke Ketewel, sebuah desa di tepi pantai yang penduduknya mencari penghasilan dengan membuat garam secara tradisional. Dan itu pula sebabnya, di pagi buta itu aku dan putri bungsuku sudah berada di jalan menuju ke Desa Ketewel.

IMG_KET11

Hari masih gelap dan Ketewel masih sangat sepi. Beberapa orang terlihat baru saja selesai menunaikan shalat subuh di sebuah masjid sederhana yang terletak di mulut desa. Tak pelak kehadiran kendaraan yang membawa aku, putriku dan dikemudikan oleh Agus di tepi pantai pagi buta menarik perhatian penduduk. Segera beberapa lelaki sudah berkumpul mengelilingi kendaraan yang aku tumpangi. Untunglah penjelasan dari Agus dan juga sapaan sopan yang aku lontarkan bisa menghapus kecurigaan mereka. Sebentar kemudian obrolan santai diseling canda sudah terjadi. Itu juga sebabnya aku bisa tahu kalau mereka bukan penduduk asli Sumba, melainkan pendatang dari pulau lain.

Setelah berbincang sejenak dengan mereka, Aku dan putriku segera berpamitan untuk mulai membidik langit gelap yang mulai merona merah di ufuk timur. Suasana yang gelap memang agak menyulitkan untuk mencari foreground yang menarik.

IMG_KET12

Tapi seiring dengan makin meningginya sang surya, suasana Desa Ketewel dan juga pantainya terlihat dengan makin jelas. Pantai Ketewel bukanlah merupakan pantai wisata, melainkan betul-betul merupakan tepian laut yang menjadi batas antara pedesaan dengan laut, dimana beberapa perahu milik penduduk ditambatkan. Di tepi pantai itu juga telah dibangun semacam tembokan untuk menahan air pasang. Kebetulan pagi itu air laut sedang surut, sehingga dari pantai aku melihat air laut jauh di sana.

IMG_KET13IMG_KET14

Surutnya air laut menyebabkan timbulnya daratan yang cukup luas, dan itu dipergunakan oleh remaja setempat untuk menjadi lapangan tempat mereka bermain bola. Beberapa anak yang lebih kecil nampak pula berlarian di daratan yang timbul itu.

IMG_KET15

Kehidupan di Desa Ketewel makin terlihat dengan banyaknya pula kaum ibu yang berbondong-bondong menuju ke sumur untuk mencuci pakaian ataupun mandi. Beberapa pria juga mulai terlihat memperbaiki perahu, sementara beberapa orang lagi terlihat membuka gubug-gubug sederhana beratapkan ilalang yang mereka pergunakan untuk menyimpan garam yang mereka hasilkan.

IMG_KET10

Keasyikanku mengamati kegiatan penduduk Desa Ketewel pagi itu sedikit terusik ketika perutku mulai terasa lapar. Wah . . rupanya memang sudah waktunya buat aku dan putriku untuk meninggalkan desa itu. Diiringi lambaian tangan anak-anak dan dibawah tatapan ramah penduduk desa, mobil yang aku tumpangi melesat meninggalkan Desa Ketewel, untuk kembali ke hotel yang aku pergunakan untuk bermalam di Kota Tambolaka.–

IMG_KET16 IMG_KET17

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , , | 23 Comments

Post navigation

23 thoughts on “Waiting for the sunrise in the dark

  1. Lovely pics.. Indonesia has so much to see..

  2. Wonderful images!

  3. that’s beautiful !!!!

  4. Komunikasi yang hangat dg penduduk setempat menguapkan kecurigaan ya Pak. Kembali disuguhi fajar yg elok dari pantai Ketewel. Putrinda juga hobi fotografi ya Pak. Salam

    • Betul, Bu. Komunikasi memang jadi kunci pencair suasana
      Dan iya, kebetulan kedua putri hobby ngintip lewat lubang lensa juga ๐Ÿ™‚

  5. fabulous photos and article Chris. what a beautiful country

  6. Cakep foto nya, tadi aku pikir ketewel bali hehehe

  7. Om, asik banget poto sunrisenya. Pengen deh ke Sumba

    • Iya, Kaz, kebetulan dapat sunrise yg asik waktu itu.
      Ayo jalan ke Sumba, mumpung masih banyak pemandangan cakep yang belum tercemar

  8. Ngeri.. hehehe. Foto gini nich yang buat kaki nga pernah capek untuk mengejar sunset atau sunrise

  9. I find it quite amazingโ€”it’s the same ‘guy’ everyday, yet sunrise never is less breathtaking.
    (PS: ‘header-wise’, I wonder where the location of that leftmost pic is)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: