Sunset on Red Island Beach

The beach’s name was really Pantai Pulau Merah which could be literally translated as Red Island Beach. The beach was located in Banyuwangi Regency, East Java, Indonesia. It was called Pantai Pulau Merah because off the shore there was a small hill that looked like as a small island, and the soil on the hill was red. On low tide, however, travelers could reach the ‘island’ on foot as the strait between the mainland and the Red Island turned into land.

IMG_PPM01

I was there late afternoon, even it was almost sunset time, and that time was the time of the low tide, I saw many travelers, mostly locals, walked from the shore to the foot of the hill, while many just playing on the shore or just sitting on the benches under parasols. I also saw one or two surfers tried to ride the waves there. The beach was facing the Indian Ocean which was known for its big waves, so the waves in Pantai Pulau Merah were quite sufficient for them who want to surf there. It was said that the best waves for surfing could be find in the months of April – May and September – December.

IMG_PPM03

Pantai Pulau Merah was known as one of Banyuwangi’s main tourist destinations along with Ijen Crater and many other beaches in the region. The 3 kilometres long brownish white sandy beach was an ideal place to do many beach activities. For swimming at the beach, however, was quite dangerous, especially for little kids, as the waves were usually quite big, except in a part where the waves were already blocked by the island.

IMG_PPM02

Pantai Pulau Merah was also became one of the destination to be considered by the sunset lovers, even though they could not see the big orange ball really set as it always set behind the faraway hills which seemed bordering the beach.

The beach was quite far from Banyuwangi, the distance from Banyuwangi to the beach was approximately 80 kilometres and could be reached in about 2 hours drive. The road there was quite good. For them who want to stay close to the beach, there were some home-stays that could be used to spend a night.—

IMG_PPM07IMG_PPM09IMG_PPM10IMG_PPM11IMG_PPM12

Keterangan :

Pantai yang terletak di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi ini bernama Pantai Pulau Merah. Semula ketika teman seperjalananku agak ngotot untuk mengunjungi tempat ini, aku sempat bertanya-tanya apa yang indah dari tempat ini, tetapi untung saja aku menyetujui keinginannya untuk berkunjung ke sana karena ternyata memang pemandangannya cukup indah, apalagi pada saat menjelang matahari terbenam. Tidak sia-sialah menempuh perjalanan sekitar dua jam dari Banyuwangi ke tempat itu🙂

Aku tiba di sana kurang lebih satu setengah jam sebelum saat terbenamnya sang surya, cuaca yang cerah menyebabkan sinar matahari masih cukup menyilaukan di sore itu, sehingga aku memutuskan untuk menyewa bangku pantai untuk duduk-duduk di bawah keteduhan parasol yang ditata berjejer memayungi kursi-kursi pantai di tepi pantainya.

IMG_PPM13

Sambil ngobrol santai dengan teman seperjalananku, mataku ku edarkan memandang ke sekeliling kawasan pantai. Rupanya sore itu lumayan banyak juga orang yang berkunjung ke Pantai Pulau Merah. Beberapa orang kulihat sedang duduk-duduk santai seperti aku dan teman seperjalananku, sementara banyak juga yang bermain di pantai yang saat itu kelihatan sangat luas karena laut sedang surut. Di kejauhan aku lihat beberapa orang sedang asyik mencoba menunggangi ombak di atas papan seluncur masing-masing.

IMG_PPM08

Ya Pantai Pulau Merah memang sudah terkenal sebagai salah satu lokasi surfing juga. Ombak di sana cukup ramah untuk semua tingkatan peselancar, apalagi konon ombaknya lebih baik daripada ombak di Kuta. Meskipun ombak di sana terbilang ramah bagi semua tingkatan peselancar, sebaiknya para pengunjung yang mengajak anak kecil menjaga dengan baik buah hati mereka, karena ombak di Pantai Pulau Merah bisa berbahaya juga bagi anak-anak, apalagi bagi mereka yang tidak terbiasa berenang di laut. Mungkin bagian yang aman buat bermain air di pantai adalah di bagian dimana ombak sudah tertahan gugusan karang ataupun juga tertahan oleh Pulau Merah. Sementara itu, bagi para peselancar, menurut informasi yang aku dengar, ombak terbaik untuk berselancar di sana bisa dijumpai pada bulan-bulan April – Mei dan juga September – Desember.

IMG_PPM14

Pantai Pulau Merah dahulu dikenal dengan nama Pantai Ringin Pitu. Konon namanya berubah karena dahulu banyak orang melihat ada pancaran cahaya merah dari sebuah pulau yang berjarak kurang lebih 300 meter di lepas pantainya. Sebetulnya pulau tersebut merupakan sebuah bukit berketinggian kurang lebih 200 meter dari permukaan laut yang tampak menghijau dengan rimbun pepohonan yang tumbuh di permukaannya.

Versi lain dari penamaan Pantai Pulau Merah adalah karena tanah di bukit yang ada di lepas pantai itu berwarna merah. Rasanya versi ini yang lebih masuk akal karena memang pada kenyataannya di bawah kerimbunan pepohonan itu tampak tanah pulau itu yang kemerahan. Tidaklah sulit untuk mencapai pulau tersebut dari pantai karena pada saat air laut surut, seperti ketika aku berkunjung ke sana, pulau itu bisa dicapai dengan berjalan kaki karena selat sempit di antara Pulau Merah dengan pantai berubah menjadi daratan.

IMG_PPM17

Pantai Pulau Merah juga merupakan salah satu destinasi yang dilirik oleh para pecinta sunset, meskipun di pantai tersebut mereka tidak bisa melihat bola api raksasa itu terbenam ke laut, karena di sana sang surya akan terbenam di balik bukit di kejauhan yang seolah memagari kawasan pantai itu. Tetapi menurut aku keindahan momen terbenamnya sang surya di Pantai Pulau Merah tetaplah sayang kalau dilewatkan.

IMG_PPM15

Buat para pelancong yang ingin menghabiskan waktu lebih lama di sana, beberapa penginapan sederhana bisa dipergunakan untuk menginap, di samping juga ada beberapa rumah yang dijadikan home-stay oleh pemiliknya.

Trus susah nggak kalau mau ke sana dari Banyuwangi?

Seperti sempat aku sebutkan tadi, pantai ini memang tidak bisa dibilang dekat dari Banyuwangi. Jarak 80 kilometer dari Banyuwangi ke Pantai Pulau Merah bisa ditempuh rata-rata selama dua jam berkendara. Buat yang mempergunakan transportasi umum, bisa memilih angkutan dengan tujuan Pesanggaran. Nanti sesampai di Pasar Pesanggaran, pelancong bisa melanjutklan perjalanan dengan jasa ojek yang banyak terdapat di sana. Mudah bukan?😎

IMG_PPM16IMG_PPM18IMG_PPM19

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , , | 14 Comments

Post navigation

14 thoughts on “Sunset on Red Island Beach

  1. Keren ya pas sunset. Aku kesana nya dulu pagi pagi dan gak sampe sunset an di sana. Pdhl katany kerenny pas sunset. Terimakasiiih sudah berbagi momen matahari terbenam di sana., 😊

    • Hi Aqied, apa kabar?
      Iya, memang Pantai Pulau Merah merupakan pantai sunset, makanya memang bagusan pas sore. Tapi pagi hari pun aku rasa tetap indah kan?

  2. Aku udah kesini mas tapi sayangnya gak beruntung dapat sunset

  3. Sunrises and sunsets on beaches are my favorites. These are beautiful.

  4. Lovely pictures9!

  5. Cuaca cerah mengekpose keelokan jingga sunset di Pantai Pulau Merah. Masihkah ringin pitu-nya Pak? Pagar pandan laut yang melatar payung pantainya cukup rapat ya.
    Salam

    • Soal ringin pitunya terus terang nggak sempat aku cek, Bu. Mudah-mudahan lain waktu aku masih berkesempatan balik ke sini lagi untuk mencari informasi yang masih tercecer. Dan soal tanaman pandan laut, iya, di sana memang lumayan rapat sehingga mirip koridor yang memisahkan wilayah pantai dengan wilayah yang lebih masuk ke daratan

  6. menyaksikan matahari terbenam di pantai … serasa suasana romantis … he he
    jaraknya lumayan jauh juga dari banyuwangi-nya …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: