Cloudy sunset on Palagimata Hill

That day was the day before I left Buton island. My partner and I just returned from Pasarwajo and we were still on our way back to Baubau. My watch told me that it was over 04.00 PM. I kept staring at the cloudy sky when my partner asked whether I had anything in my mind that bothers me. Startled, I’d just mumbled that it could be raining that evening in Baubau and our plan to get some sunset pictures would be ruined.

Before my partner could say anything, Azis, who drove the car we used, suggested that we better go to Palagimata Hill, where we could see the whole Baubau city from above. He also said that Palagimata Hill was a perfect place to have a great sunset when the sky was clear enough. Having no other choices, my partner and I agreed to spend the early evening waiting for sunset in Palagimata Hill.

IMG_PGM01

Palagimata Hill was located in Lipu Village, Betoambari Subdistrict, about 15 minutes drove from the Baubau city-center. The road to the hill top was quite good; it was wide and smooth. Nowadays, the hill top was the location of the Mayor of Baubau’s office which was facing the city below as if the mayor always stayed guard of all the citizen of Baubau that led by him.

IMG_PGM05

In front of the mayor’s office, across the road, there was a long terrace with monuments at each side. According to some locals, the platform would be crowded by locals each evening as after the regular office time ended, the hill became one of the popular destinations for the city residence, mainly the teenagers, to spend their time waiting and watching sunset together with families, relatives and friends; and my partner and I found that it was true since it was not only my partner and me who enjoy the nature show which presented a great sunset even though the sky was cloudy.—

IMG_PGM06

 

Keterangan :

Hari itu adalah sehari sebelum aku dan teman seperjalananku meninggalkan Buton, kembali ke tempat tugas kami masing-masing. Saat itu kami masih dalam perjalanan kembali ke Baubau setelah berkunjung ke Pasarwajo. Arloji di tanganku menunjukkan bahwa saat itu sudah lewat dari jam 4 sore. Aku masih asyik memandangi langit yang tampak tertutup awan mendung ketika tiba-tiba teman seperjalananku menggamit bahuku dan menanyakan apakah ada masalah denganku karena sedari tadi dia melihatku hanya menatap keluar jendela mobil. Dengan agak terkejut aku menoleh padanya, dan sambil nyengir agak malu aku katakan bahwa aku cuma lagi memperhitungkan apakah sore ini kami bisa dapat sunset yang indah apa nggak, mengingat mendung kelihatan begitu tebal. Lagi pula, jarak ke pantai dimana kami berencana akan menunggu saat-saat terbenamnya matahari sore itu masih jauh.

Tiba-tiba, sebelum teman seperjalananku sempat menjawab, sambil mengemudikan kendaraan dengan tenang, Azis mengusulkan agar kami nggak usah ke pantai, melainkan mengubah tujuan ke Bukit Palagimata saja. Menurut Azis, selain lebih dekat, Bukit Palagimata juga merupakan tempat yang tepat untuk menikmati saat-saat terbenamnya matahari karena pemandangan dari atas bukit kalau cuaca cerah sangat indah. Aku dan teman seperjalananku tidak dapat menolak usulan itu karena memang tidak ada pilihan lain.

IMG_PGM07

Bukit Palagimata merupakan sebuah bukit berhawa sejuk yang terletak di Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari. Di puncak Bukit Palagimata sekarang telah berdiri dengan megah Kantor Walikota Baubau yang menghadap ke laut di kejauhan dan Kota Baubau yang terhampar di kaki bukit; sehingga seolah-olah Sang Walikota selalu menjaga penduduk Baubau dengan cara selalu mengamati berbagai potensi gangguan yang akan berdampak pada kota Baubau dan penduduknya dari atas bukit sehingga bisa segera mencegah berbagai ancaman yang mungkin timbul.

IMG_PGM08

Dari teras yang dibangun di seberang jalan, di depan Kantor Walikota itu, pelancong akan dapat dengan jelas melihat seluruh kota Baubau, bahkan keluar masuknya kapal ke Pelabuhan Baubau pun bisa jelas terlihat. Demikian juga setiap pesawat yang mendarat ataupun tinggal landas dari Bandara Betoambari tampak dengan jelas dari situ.

IMG_PGM12

Menurut beberapa orang yang sempat aku jumpai di sana, puncak Bukit Palagimata, tepatnya di depan Kantor Walikota, selepas jam kantor berubah menjadi tempat wisata yang cukup populer bagi penduduk Baubau dan sekitarnya. Bagaimana tidak, tempat itu dapat ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit dengan kendaraan bermotor melalui jalan yang cukup lebar dan mulus. Hal itu memang terbukti karena ternyata ketika aku dan teman seperjalananku mencapai lokasi, tempat itu sudah cukup ramai pangunjung. Sebagian besar terdiri dari para remaja, meskipun aku lihat juga beberapa keluarga yang sedang asyik menikmati keindahan senja.

Rupanya langit berawan tebal yang sedikit mengurangi keindahan dan kemegahan saat-saat kembalinya Sang Surya ke peraduannya tidak menyurutkan minat orang-orang tersebut untuk berkumpul di Bukit Palagimata untuk menyaksikan momen itu.–

IMG_PGM13

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , , | 14 Comments

Post navigation

14 thoughts on “Cloudy sunset on Palagimata Hill

  1. RMW

    Gorgeous skies.

  2. nengayu

    I love sunset! Beautiful shots pak!

    • Thanks, Ayu.
      Yup, sunset selalu indah dan nggak pernah ada sunset yang sama kan ya . . .
      Aku suka sunset dan juga sunrise, makanya setiap aku nge-trip, aku selalu usahakan bisa dapatkan sunset dan sunrise-nya

  3. Cakep mas

  4. Bagus mas foto2nya. Awannya cantik.

  5. Mendung tebal tak menghalangi keelokan foto Pak Krish, bahkan menambah kekayaan ‘warna senja’ antar tingkat kecerahan cuaca. Salam

    • Terimakasih, Bu. Beruntung memang karena mendung sore itu membuat langit senja seolah karya seni yang kaya warna dan indah 🙂

  6. Suka banget liat langit senjanya… suka..suka…sukaaaaaaa

  7. lagi kegerahan disini liat sunset dan ngebayangin sejuknya di kala mentari mulai menghilang seperti ini, benar-benar membuat pikiran dan hati menjadi teduh🙂

    salam
    /kayka

    • Eh iya, di sana lagi panas banget ya Mbak?
      Memang kalau menikmati saat-saat terbenamnya matahari selalu membawa kesan tersendiri karena keindahannya yang nggak pernah sama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: