The un-heavenly “heaven”

As an island, Buton had so many beaches, either well managed beaches or pristine beaches. In between, there were some beaches which had already been set up to be a good tourist destination, but the executions were seemed half-heartedly. One of the beaches in the category was called Nirwana Beach. The name indicated that it was a great beach with amazing views so people would feel like in Nirwana or Heaven when they spent their time in there.

IMG_NIR02

In fact, the beach was not as good as its name. When I was there I found a beach with its white sands quite crowded with people playing soccer. While children running around the beach and yelling at each other happily. So . . . it was far from a tranquil atmosphere like that in heaven as I imagined😦

Aside of the ‘un-heavenly’ atmosphere, the beach itself was relatively ok. The water was quite calm, the waves were only in the form of long ripples lapping the beach which made people felt safe to swim in there. Coconut trees were seen everywhere along the beach. There were also some simple gazebos which could be used for relaxing.

IMG_NIR01

Some fishing boats were laid upside down while others just tied to wooden stakes as their owners were already taken a rest in their homes which located quite close to the beach.

Corral cliffs bordered the beach area at either ends of the beach, made the beach looked like in a bay. There was a cave quite close to the beach which called Moko Cave. Unfortunately I did not come to the cave at that time. Next time, perhaps🙂

IMG_NIR05

Nirwana Beach was quite close to Baubau, the main city of the island. It was only about 10 kilometers away from the city. Travelers could come to the beach by using public transports as well as taxis. There were some simple stalls selling refreshment. There were also some public facilities in the location. Toilets, parking lots, children play ground were some to mention. Regrettably, some of them were not in a good condition. Hope that the management would mend or even improved those facilities so that travelers could really enjoy the heavenly atmosphere in Nirwana Beach😀

IMG_NIR04

Keterangan :

Sebagai sebuah pulau, Buton tentunya memiliki banyak pantai. Baik pantai-pantai yang masih perawan maupun pantai-pantai yang sudah dikelola dengan baik dan dijadikan obyek wisata. Di antara kedua kategori itu, ada juga beberapa pantai yang sebetulnya sudah dikembangkan untuk menjadi suatu kawasan wisata, tetapi karena satu dan lain sebab pengembangannya jadi terkesan setengah hati. Salah satunya adalah Pantai Nirwana. Kalau dari namanya, orang tentu berpikiran bahwa pantai ini merupakan sebuah pantai yang indah dengan suasana yang mendukung pula sehingga mereka yang datang ke pantai itu akan merasa seolah berada di Nirwana atau di Swargaloka.

IMG_NIR03

Tapi . . kenyataannya tidaklah seperti itu. Paling tidak ketika aku kesana, suasananya tidak seperti suasana surga yang damai dan tenang.

Memang di surga itu damai dan tenang ya?

He he he . . . aku nggak tahu karena aku belum pernah kesana . . .😛

Ya, ketika aku ke sana itu, aku menjumpai suasana pantai yang cukup ramai. Selain ada sekelompok orang yang sedang bermain sepak bola di dekat tempat parkir yang tidak jauh dari bibir pantai, juga ada beberapa anak yang berlarian kian kemari di hamparan pasir putih di pantai itu sambil berteriak-teriak satu sama lain dengan riangnya.

IMG_NIR07

Meskpun demikian, selain suasana yang tidak seperti di surga itu, secara umum Pantai Nirwana masih ok koq kalau dijadikan salah satu tujuan wisata kita. Ombak di pantai juga relatif kecil sehingga cukup aman untuk bermain-main atau berenang di situ. Dasar laut juga tidak berkarang, sehingga pelancong juga tidak perlu takut terluka karena tergores karang yang tajam.

IMG_NIR06

Di sepanjang pantai tumbuh banyak pohon kelapa, sehingga suasana pantai tidak terlalu panas juga. Ada juga beberapa gubug sederhana yang bisa digunakan para pelancong untuk bersantai. Beberapa buah perahu nelayan tampak di letakkan di atas alasnya di atas pasir pantai. Mungkin para pemiliknya sedang beristirahat setelah semalaman melaut untuk mencari ikan sebagai nafkah keluarga mereka.

Di kedua ujung pantai, tampak bukit karang berdiri kokoh seolah menjadi pembatas kawasan Pantai Nirwana dengan lingkungan sekitarnya. Kondisi alam yang seperti itu membuat Pantai Nirwana seolah berada di sebuah teluk. Tidak jauh dari pantai, terdapat sebuah gua yang di dalamnya terdapat sebuah kolam berair payau. Masyarakat menyebutnya dengan nama Gua Moko. Sayang waktu itu aku tidak berkesempatan mengunjunginya😦

IMG_NIR08

Pantai Nirwana yang berlokasi di Kelurahan Sula dan Kecamatan Betoambari ini praktis cukup dekat dengan kota Baubau. Kalau diukur dari pusat Kota Baubau rasanya hanya berjarak sekitar 10 kilometer, sehingga dengan kendaraan bermotor bisa dicapai dalam waktu sekitar 15 menit saja. Di pantai sudah terdapat beberapa kios yang menjajakan makanan kecil dan minuman. Beberapa fasilitas umum juga sudah tersedia di sana, seperti tempat parkir, toilet, mushola, dan juga taman bermain anak-anak. Sayangnya beberapa di antaranya sudah tidak dalam kondisi baik, Mudah-mudahan saja pihak pengelola bisa segera memperbaikinya sehingga pelancong pun merasa lebih nyaman ketika berkunjung ke Pantai Nirwana itu 🙂

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , | 16 Comments

Post navigation

16 thoughts on “The un-heavenly “heaven”

  1. Pantainya lumayan sebenarnya ya Pak. Barangkali hanya perlu perhatian yang lebih baik saja dari pemerintah dan masyarakat agar bisa lebih tertata dengan baik.

    • Betul, Mbak. Tinggal pemberesan sedikit sebetulnya. Apalagi konon pemandangan bawah air di sekitar situ juga cukup bagus

  2. Buton ini yg penghasil aspal terbesar itu yaaaaa … pantai nya kece

  3. Belum pernah ke Buton😐

  4. Sayang sekali kalau pantainya tidak terjaga dengan baik, lama-lama para pelancong akan semakin berkurang. Klo lokasi wisata daerah begitu dapat suntikan dana dari pemerintah pusat ga ya?😀 .

  5. nengayu

    apakah harus bayar mas Chris ke pantai tersebut?

  6. Keasrian pantai Nirwana memikat ya Pak, nyiur melambainya bikin sejuk. Semoga dengan sentuhan pemberesan, aura nirwana menjadi berkah bagi masyarakat dan alam Buton.
    Salam

    • Semoga ya Bu, karena dengan pembenahan dan polesan sedikit lagi saja maka Pantai Nirwana sudah bisa menjadi salah satu tujuan wisata yang menarik

  7. ah gak salah ya kalau ada nyanyi rayuan pula kelapa🙂

    btw mas chris jalan-jalan terus ya #mauuu. kalau boleh tau mas chris kerja di media kah?

    salam
    /kayka

    • Ah nggak jalan-jalan terus juga koq, Mbak. Ada masanya aku nggak kemana-mana 🙂
      Dan aku nggak kerja di media, Mbak. Cuma memang kantorku berhubungan dengan media dalam kegiatan operasionalnya

  8. arniarnie

    Sebetulnya qmasih baik kondisinya dibandingkan di Teluk Donggala, Sulteng. Di sana lebih berantakan. Ada sih yang bagus tapi dikelola orang Jerman. Semoga ini tidak akan jatuh ke pengelola luar negeri. Salam kenal, Pak. Blog yang bagus ☺

    • Nah itulah sayangnya, banyak kawasan yang indah di negara kita ini ternyata dikelola asing

      Salam kenal juga Arnie, terimakasih sudah menyempatkan berkunjung 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: