Daily Archives: April 19, 2015

A natural stairway for water

Kediri, a small town in East Java, was formerly a powerful Javanese Hindu kingdom in the 11th to 13th century, before it had been defeated by the later Singhasari kingdom. It said that once, Kediri was attacked by a neighboring kingdom that sent its mightiest warrior called Iro Manggolo. The order from the king was very clear, that Iro Manggolo was not allowed to return without victory. But, alas . . . Kediri had a strong warrior too, and he led Kediri troops to intercept Iro Manggolo’s army.

Following the battle between the armies, the two warriors fought furiously, not only with weapons and their martial art skills, the two also used their magical and supernatural powers to defeat each other. At last, Iro Manggolo was the one who defeated. He was arrested, but later on was pardoned and released so he could go back to his own couIMG_IRE01ntry. Iro Manggolo refused to return to his king for he remembered the king strict order, he went to the nearby mountain, called Mt. Wilis, instead, and lived there as a hermit in the mountain slope close to pretty waterfall. His remaining soldiers accompanied him and later on became the ancestors of the people who lived close and around the waterfall. As time went by, the waterfall itself was named Irenggolo Waterfall as a commemoration for Iro Manggolo, the warrior.

Nowadays, Irenggolo Waterfall became one of Kediri’s points of interest. Located on 1,200 meters above sea level, made the climate on location was quite cool along the year. That was why many locals came to the place to refresh their body and mind from their daily routine. More than that, to reach the waterfall was not a big deal because it was only 28 kilometers away from Kediri and the road to the location was quite good.

Irenggolo Waterfall was quite unique. The water was not jumped over a cliff and fell to a pond at the foot of the cliff; in there, the water was flowed through a rocky slope that looked like a stairway, instead. To reach the waterfall, travelers should walk through a man made path for about 200 meters from the parking lot. Please be careful if travelers came in the rainy season because the path would be quite slippery.

IMG_IRE02

In order to make Irenggolo Waterfall being one of the region’s tourist destinations, the local government had already built some facilities close to the parking lot, such as simple food and refreshment stalls, praying rooms, toilets, and a simple children play ground. But it was quite a shame that most of the facilities were not in good condition, at least that was what I saw when I went there. Trash could be easily seen scattered in some places, too 😦

Well . . . I hope that when I have another chance to visit Irenggolo Waterfall, I will find a much better condition than what I saw back then.—

IMG_IRE04

Keterangan :

Kediri, sebuah kota kecil di Jawa Timur, pada abad ke-XI sampai abad ke-XIII merupakan salah satu kerajaan Hindu Jawa yang cukup tangguh sebelum akhirnya lenyap setelah dikalahkan dalam penyerbuan yang dilakukan oleh Kerajaan Singhasari.

Menurut cerita yang dituturkan secara turun temurun, suatu ketika Kediri diserang oleh kerajaan tetangga yang iri dengan kemajuannya. Pasukan penyerbu dipimpin oleh Panglima Iro Manggolo yang terkenal sebagai seorang panglima pilih tanding. Sebelum melaksanakan missinya itu, Panglima Iro Manggolo sudah diperingatkan oleh rajanya bahwa missinya itu haruslah berhasil dan jika gagal Iro Manggolo tidak diperkenankan kembali ke negaranya.

Tapi . . ternyata Kerajaan Kediri sudah mengetahui akan adanya penyerbuan itu berkat informasi yang dibawa oleh pasukan telik sandinya. Karena itulah sebelum pasukan yang dipimpin Iro Manggolo masuk terlalu jauh ke dalam wilayah Kerajaan Kediri, pasukan itu sudah dicegat oleh pasukan Kediri yang dipimpin oleh seorang panglima yang tidak kalah tangguh dari Iro Manggolo.

Pertempuran segera pecah di antara kedua pasukan itu, para panglima kedua belah pihak pun turun langsung dalam pertempuran dan berhadapan untuk saling menjajal ketangguhan lawan. Tidak hanya dengan tangan kosong dan senjata, IMG_IRE03segala aji kesaktianpun dikeluarkan oleh kedua panglima ini untuk mengalahkan lawannya. Japa mantra yang membuih di mulut mereka menjadi bukti bagaimana ketatnya pertarungan kedua pemimpin pasukan itu. Sayang . . . pada akhirnya Iro Manggolo harus mengakui ketangguhan panglima Kediri. Tetapi meskipun sudah dikalahkan, Iro Manggolo tidaklah dibunuh, bahkan akhirnya dibebaskan bersama sisa pasukannya.

Iro Manggolo yang tahu bahwa dia tidak mungkin kembali lagi ke kerajaannya karena kekalahannya itu akhirnya meminta ijin kepada Raja Kediri untuk menetap bersama sisa pasukannya di wilayah Kediri, dan tempat yang dipilihnya adalah lereng Gunung Wilis di dekat sebuah air terjun yang indah. Ketika ijin diperolehnya, Iro Manggolo tinggal di tempat itu sampai wafatnya. Sisa prajuritnya dipercaya menjadi nenek moyang penduduk setempat. Sementara air terjun yang ada di tempat itu dinamai Air Terjun Iro Manggolo untuk mengenang Sang Panglima. Nama Air Terjun Iro Manggolo lama kelamaan berubah menjadi Air Terjun Irenggolo sampai sekarang.

Air Terjun Irenggolo merupakan air terjun yang cukup unik menurut aku, karena air di Air Terjun Irenggolo tidaklah terjun ke bawah dari atas tebing, melainkan mengalir melalui sebuah lereng berbatu yang berbentuk seperti undak-undakan sehingga menghasilkan sebuah pemandangan yang indah. Udaranya pun sejuk karena air terjun ini terletak di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Jarak dari kota Kediri yang hanya 28 kilometer melalui jalanan menanjak berkelok dengan aspal yang cukup halus membuat banyak warga Kediri menjadikan Air Terjun Irenggolo menjadi salah satu tujuan mereka untuk mencari tempat tetirah setelah lelah berkutat dengan kegiatan rutin mereka masing-masing.

IMG_IRE06

Sebetulnya Pemerintah Daerah setempat sudah berusaha membuat Kawasan Air Terjun Irenggolo menjadi salah satu tujuan Wisata andalan Kediri, terbukti dengan telah dbangunnya fasilitas penunjuang di situ. Lapangan parkir, warung yang menjual makanan dan minuman, mushola, gerai cendera mata, toilet, bahkan sebuah arena bermain telah di bangun di sana. Sayangnya hampir semuanya dalam kondisi tidak terawat ketika aku ke sana :(.

IMG_IRE05

Mudah-mudahan saja semua fasilitas itu bisa segera diperbaiki, siapa tahu akan menarik lebih banyak pengunjung, yang pada gilirannya akan mengisi kas daerah juga. Sayang kan kalau keindahan alam yang ada dinodai dengan adanya fasilitas yang rusak ataupun sampah yang tercecer?

Air Terjun Irenggolo memang indah, dan rasanya semua orang juga akan mengakui keindahannya dan tidak bosan-bosannya juga mengabadikannya, termasuk anakku yang mengabadikan aliran airnya yang seolah berlomba menuruni undakan batu itu. Di bawah ini, aku sertakan 3 foto hasil jepretannya.–

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , , | 17 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.