Daily Archives: April 5, 2015

Way of the Cross in a unique church compound

Today was a special day for all Christians around the world because today they celebrating the resurrection of Jesus the Savior from the dead. Yes, today was known as Easter. So, in this special occasion, I wish you who celebrate the occasion a very Happy Easter. May God bless you and your loved ones.

Anyway, in this post I’ll bring you to a unique church in a small town in East Java, Indonesia, called Kediri. To be precise, the church was located at the foot of Mount Wilis and known as Gereja Katolik Puhsarang (Puhsarang Catholic Church). It was unique because the style of the church building itself was an acculturation of a typical church with a local royal building.

IMG_PUH01

In the church’s compound, there was a replica of Virgin Mary statue in Lourdes. Because of that, Gereja Katolik Puhsarang also known as one of the pilgrimage destination among Catholics, especially in Java.

IMG_PUH02

Close to the Virgin Mary statue, there was a series of statues which representing scenes in the passion of Christ. There were 15 stations that each of them corresponded to a specific incident, started from first station that depicted when Christ was condemned to death to the last station depicting the empty tomb after the resurrection.

The quiet atmosphere in the compound really helped people who came to the place to communicate with the God. No wonder many people came to the place, not only they who came to pray, but also they who came just to know about the place and to enjoy the stillness in the place.—

Keterangan :

Hari ini adalah hari yang memiliki makna khusus bagi umat Kristiani di seluruh dunia karena pada hari ini umat Kristiani sedunia merayakah kebangkitan Yesus Kristus dari kuasa maut. Ya hari ini adalah Hari Raya Paskah. Karena itu, pada kesempatan ini, kepada mereka yang merayakannya, perkenankanlah aku juga menyampaikan Selamat Hari Raya Paskah, semoga Tuhan selalu memberkati

Pada kesempatan ini juga, aku ingin mengajak pengunjung blog ini ke Kediri, tepatnya ke sebuah gereja unik yangterletak di kaki Gunung Wilis. Gereja tersebut dikenal dengan nama Gereja Katolik Puhsarang meskipun nama sebenarnya adalah Gereja Katolik Santa Maria Puhsarang seperti yang tertera di bongkahan batu berukir di depan gereja.

IMG_PUH19

Gereja ini dibilang unik karena bentuk bangunannya memang tidak seperti bentuk bangunan gereja pada umumnya. Bangunan Gereja Katolik Puhsarang merupakan perpaduan bentuk bangunan istana jaman Majapahit dengan bangunan gereja yang disesuaikan dengan iman Kristiani.

Di bagian depan bangunan gereja, terdapat halaman yang cukup luas dimana terdapat beberapa warung yang menjual cendera mata rohani maupun makanan. Ada pula beberapa makam yang menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi beberapa biarawan dan biarawati. Di halaman itu pulalah terdapat dua buah tugu. Tugu yang pertama di puncaknya terdapat relief Yesus dengan segala kebesarannya sebagai raja dan tugu yang kedua dengan atap mirip rumah tradisional Minang, menaungi patung Bunda Maria. Di halaman depan itu pulalah terdapat relief-relief jalan salib yang tampak sudah cukup tua. Meskipun demikian, bukan stasi-stasi jalan salib di halaman depan ini yang menarik perhatianku, melainkan justru yang terletak di halaman belakang gereja.

Nah . . dengan masuk melalui samping Gedung Serba Guna Emaus yang berbentuk pendopo dengan altar di bagian depannya, aku menyusuri jalan setapak menuju ke bagian belakang gereja.

IMG_PUH23

Di bagian belakang gereja yang dibangun oleh Romo Jan Wolters CM pada tahun 1936 ini, terdapat sebuah Gua Maria yang merupakan replika dari Gua Maria Lourdes di Perancis.

IMG_PUH24 Di dekat Gua Maria itulah, melingkari sebuah bukit kecil yang rindang karena naungan pohon-pohon besar, tampaklah patung-patung seukuran manusia bercat kuning keemasan yang menggambarkan kisah sengsara Yesus. Ya itulah rangkaian stasi jalan salib yang di situ diberi nama Jalan Salib Bukit Golgota. Semuanya ada 15 perhentian. Memang di Puhsarang agak unik karena jika biasanya hanya ada 14 stasi atau perhentian yang menggambarkan peristiwa tertentu dalam kisah sengsara Yesus yang dimulai sejak Yesus dijatuhi hukuman mati sampai Yesus dimakamkan; maka di Puhsarang terdapat stasi atau perhentian yang ke lima belas yang menggambarkan kubur kosong karena Yesus telah bangkit.

Suasana di sana yang tenang betul-betul sangat mendukung bagi mereka yang datang untuk berdoa. Ya memang Gua Maria yang ada di bagian belakang Gereja Katolik Puhsarang memang sudah cukup dikenal di kalangan umat Katolik, khususnya di Pulau Jawa, sebagai salah satu tujuan Wisata Ziarah. Meskipun demikian, ternyata yang datang ke sana tidak hanya melulu mereka yang ingin berdoa. Seperti yang aku temui ketika aku berkunjung ke sana, tampak beberapa orang yang datang kesana benar-benar hanya untuk berwisata. Memang Gereja Katolik Puhsarang dan juga kompleks Gua Maria Puhsarang terbuka untuk siapapaun yang ingin berkunjung, hanya saja diharapkan meraka yang hanya berwisata dan melihat-lihat jangan sampai mengganggu mereka yang sedang berdoa.–

IMG_PUH17

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , , | 22 Comments

Blog at WordPress.com.