Daily Archives: March 29, 2015

Corner of Nganjuk – morning activities in rural area

On my recent trip in East Java, I passed by a small town called Nganjuk. It was an ordinary small town, but when I passed the rural area, something attracted me that early morning. A group of people sat down at the road side, eating their simple breakfast. Most of them were women. Well . . . from their appearance, I was pretty sure that they were not planning for a strike because I did not see any banner nor board to shout their protestย  ๐Ÿ™‚

When I came close to them, it turned out that they were a group of farmers who were ready to work in a rice field just right on the road side. And yes, as I looked at the direction they pointed at, I saw a part of rice paddy fields that still empty and bunches of young paddy plants were ready to be planted.

IMG_SAN01

After a simple chat with them, they told me that it was time for them to go to work, and off they went to the field. They stood in a row, bended their body and plant the young paddy one by one. Not like other farmers in developed countries, in most part of Indonesia, paddy was planted manually.

IMG_SAN02

Row by row they planted until the field was full and after several months would be ready to be harvested.–

 

Keterangan :

Dalam perjalanan di daerah Jawa Timur baru-baru ini, aku kebetulan melewati sebuah kota kecil yang bernama Nganjuk. Aku sengaja tidak masuk ke dalam kota Nganjuk, tetapi justru memilih untuk menempuh perjalanan melalui pinggiran kota pagi itu. Langit yang agak berawan menyebabkan suasana masih lumayan temaram. Meskipun demikian, aktifitas masyarakat sudah cukup terasa geliatnya di sana. Kendaraan yang sengaja dipacu tidak terlalu kencang menyebabkan aku bisa dengan leluasa menikmati pemandangan bentangan sawah yang menghijau karena memang saat itu baru musim tanam.

Ketika sedang asyik menikmati pemandangan itulah tiba-tiba pandangan mataku tertumbuik pada sekelompok ibu-ibu yang sedang duduk-duduk di tepi jalan. Wah . . jangan-jangan ada demo nih. Tetapi ketika kendaraan semakin mendekati mereka, tampak jelas bahwa ibu-ibu yang sedang berkumpul di tepi jalan itu sedang menikmati sarapan mereka. Wah . . . ternyata orang lagi piknik rupanya ๐Ÿ˜€

Ketika aku menghentikan kendaraan dan turun mendekati mereka, baru jelas kalau dugaanku yang kedua itupun ternyata salah. Ibu-ibu itu sedang sarapan sebelum kemudian turun ke sawah untuk menanam padi. Ya memang sih, di dekat situ kelihatan dengan jelas masih ada sepetak sawah yang belum ditanami sementara petak-petak lainnya telah selesai ditanami semua.

Setelah mengobrol sejenak dengan mereka, para ibu itu berpamitan karena mereka harus segera turun ke sawah sebelum matahari naik terlalu tinggi dan cuaca menjadi lebih terik. Aku sendiri tetap nongkrong di tempat mereka tadi berkumpul sambil memperhatikan bagaimana mereka bekerja. Baris demi baris benih padi mereka tanam dengan teratur dengan jarak kurang lebih 20 cm satu sama lain. Mereka bekerja sambil bergurau sehingga baris demi baris tanaman padi dengan cepat telah selesai mereka tanam. Meskipun mereka mengerjakannya secara manual, tetapi kecepatannya lumayan juga lho.

IMG_SAN03

Setelah penanaman selesai, tahap berikutnya tinggallah perawatan tanaman padi yang ada dalam petak-petak sawah itu sampa padi menguning, tanda bahwa sudah masak dan siap untuk dipanen. HHmm . . rasanya perlu direncanakan buat datang lagi ke situ untuk melihat kegiatan mereka memanen padi nih ๐Ÿ™‚ .–

IMG_SAN11

Categories: Pictures of Life | Tags: , , , | 34 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.