The temple on a rock

After finishing our late lunch in Malang, East Java, my friend and I hurriedly drove to the south; yes . . . we intended to visit another Malang’s beach that afternoon, and as also like other beaches in the area, travelers should spend about 2 to 3 hours by car to reach the beach. And as public transports were not available to the beaches, travelers should rent a taxi to go there.

At that time, we decided to go to Balekambang Beach that located about 65 kilometers from Malang to the south. Drizzles along the road to the beach were not reducing our intention to go there. We still hoped that the sky would be quite clear at the beach so we could enjoy sunset in there which was already known to the locals as one of the best spot to enjoy sunset in the area.

Arrived at the beach area at about 5.00 PM we started to explore the beach. First we went to the left side of the beach until we reached an estuary of a small river with its clear water. After spending several minutes there, we started to go back and walked to the west along the white sandy beach that span almost 2 kilometers long, when at the distance I saw a very big corral rock off the shore with a temple on it.

IMG_PBK01

When we reached the place, the locals told us that the rock was an islet and bear the name Ismoyo. There were two other islets close to Ismoyo and called Anoman and Wisanggeni. On top of Ismoyo Islet, there was a Hindhu Temple called Pura Amerta Jati. Up till now, the temple was still in use by Hindhu people to pray, so it considered a sacred place for them.

IMG_PBK07

Ismoyo Islet was connected to the beach with a 100 meters stone bridge. It was said that the temple was built in 1985. The main design was imitating the temple in Tanah Lot Bali which was also built on a giant corral off the beach. The structure of the temple, however, was not looked like the ones in Bali. It was more to look like other ancient Hindhu temples which were easily found scattered on the area.

Anyway, even though the sky was not as clear as we hoped, we still admit that Balekambang Beach with its temple on the rock was one of the best spot to enjoy sunset in the area. Don’t you agree?🙂 .—

IMG_PBK12IMG_PBK06

 

Keterangan:

Setelah menyelesaikan makan siang yang sangat terlambat dengan menu nasi rawon di sebuah warung, aku berdua temanku bergegas kembali ke mobil yang akan membawa aku dan temanku siang menjelang sore itu keluar kota Malang. Begitu kami sudah di dalam, kendaraan segera dipacu mengarah ke selatan. Ya . . siang menjelang sore itu tujuannya memang berkunjung ke pantai lagi. Dan seperti pantai-pantai lain di daerah Malang yang semuanya menghadap ke Samudera Hindia, butuh waktu sekitar 2 sampai 3 jam untuk mencapainya. Maklum saja, rata-rata pantai di daerah itu berjarak sekitar 60 sampai 70 kilometer dari Malang melalui jalan yang tidak semuanya mulus, belum lagi di beberapa tempat lalu lintasnya lumayan padat.

Waktu itu, aku dan temanku memutuskan untuk mengunjungi Pantai Balekambang. Pantai ini berjarak sekitar 65 kilometer dari Malang. Gerimis yang turun sepanjang perjalanan siang menjelang sore itu tidak menyurutkan niat untuk berkunjung ke pantai yang dikenal sebagai salah satu spot tercantik untuk menyaksikan saat-saat terbenamnya matahari. Di sepanjang perjalanan itu, tak hentinya aku dan temanku berharap agar awan-awan hitam yang bergelayut rendah itu tidak ikut sampai ke Pantai Balekambang sehingga keinginan untuk menikmati senja di sana tidak terhalang.

Sekitar jam 5 sore, mobil yang aku tumpangi sudah masuk ke kawasan pantai dan segera di parkir di tempat yang telah disediakan. Aku dan temanku langsung turun dan mulai menjelajah kawasan pantai itu. Mula-mula kawasan pantai di sebelah kirilah yang dijelajahi sampai akhirnya mentok di sebuah muara sungai kecil. Setelah menghabiskan beberapa saat di situ, segera aku dan temanku berbalik dan kembali ke arah darimana kami datang, ke arah barat. Pantai berpasir putih sepanjang hampir dua kilometer itu akhirnya membawa aku dan temanku ke suatu pulau karang kecil yang di atasnya tampak berdiri sebuah pura.

IMG_PBK08

Kata penduduk setempat, pulau karang itu dikenal dengan nama Pulau Ismoyo. Di dekatnya terdapat dua gundukan karang lagi yang disebut Pulau Anoman dan Pulau Wisanggeni. Ya . . nama-namanya memang diambil dari nama-nama di dunia pewayangan.

Pura yang berada di atas Pulau Ismoyo itu dikenal dengan nama Pura Amerta Jati, sebuah pura Hindhu yang masih dipergunakan sebagai tempat persembahyangan umat Hindu sampai sekarang; bahkan pura itu merupakan tempat suci bagi Umat Hindhu, sehingga bagi wanita yang sedang datang bulan tidak diperkenankan untuk berkunjung dan masuk ke kawasan pura.

IMG_PBK05

Disain Pura Amerta Jati yang dibangun pada tahun 1985 ini meniru Tanah Lot di Bali, sehingga banyak yang menyebut kalau Pantai Balekambang adalah Tanah Lot-nya Pulau Jawa. Tetap meskipun mengambil ide dari sana, tetap saja ada perbedaan yang mencolok antara Balekambang dengan Tanah Lot. Misal saja di Tanah Lot, karang tempat berdirinya pura tidak terhubung ke pantai dengan jembatan, sementara di Balekambang, ada sebuah jembatan beton sepanjang sekitar 100 meter yang menghubungkan Pulau Ismoyo dengan tepi pantai. Selain itu, bentuk pura-nya sendiri juga beda, karena di Balekambang bentuknya lebih menyerupai candi-candi peninggalan jaman dahulu yang banyak bertebaran di sekitar Malang.

Setelah beberapa saat berada di Balekambang, mau gak mau aku dan temanku sepakat bahwa tempat itu memang merupakan spot yang bagus untuk menikmati saat-saat terbenamnya matahari. Meskipun waktu itu langit tetap tertutup awan mendung, keindahan Pantai Balekambang dengan Pura Amerta Jati-nya tetap tidak hilang. Kebayang bagaimana indahnya kalau cuaca cerah dan Sang Pelukis Agung berkenan membiaskan warna warni cerah di langit untuk mengiringi sang surya yang kembali ke peraduannya.–

IMG_PBK13

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , , | 36 Comments

Post navigation

36 thoughts on “The temple on a rock

  1. Mendung memang suka gak pengertian..😦

  2. Beautiful. What a great place to see.

  3. Kesan pertama sangat mirip dengan Tanah Lot Bali, meskipun ada perbedaan antara keduanya.

    Indah sekali, kagum dg keindahannya…🙂

  4. cakep mas

  5. Memang agak mirip sama Tanah Lot ya..Bagus banget Pak foto-fotonya🙂

  6. Terakhir kali ke Balekambang udah 20 tahun yang lalu… foto2nya keren banget….

  7. Akulturasi Hindu-Jawa yang kental ya Pak. Pura Amerta Jati, betapa syahdunya beribadah dikelilingi amerta jati berupa deburan ombak yang mengiringi saat meditasi.
    Terima kasih Pak Krish berbagi keelokan Pantai Balekambang.

    • Betul sekali Bu, memang kebayang bagaimana kita bisa merasa semakin dekat dengan Sang Pencipta kala beribadah di sana dengan ditemani desau angin dan gemuruh ombak

  8. pemandangan matahari terbenamnya selalu memukau mas🙂

    salam
    /kayka

  9. Chris,baru tahu ada pulau unik di deket malang..bagus fotonya..

  10. Langit cerah maupun langit yang mendung sama-sama bisa menjadi pemandangan yang indah ya Pak Kris🙂

  11. Beautiful shots😍😍

  12. Fantastic photos, Chris.🙂

  13. Masuk bucket list….😀

  14. Sayang lagi agak mendung yak

    • Yup, padahal sebelumnya dah kebayang kalau gak mendung dan matahari bulet mau tenggelam di situ pasti keren banget tuh ya

  15. Mirip Tanah Lot ya Pak..jadi pengen main ke situ juga…

  16. Gorgeous images, Chris🙂

    The temple looks really interesting and you have captured it beautifully🙂

    The framed shots with the branches of tree are my favorite ones…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: