Corner of Malang – a monument at the center of the city square

Malang, a city in East Java, was the second largest city in the province. It was also known as a student city because Malang had many universities and institutes where many students from all corners of Indonesia came to study, even some foreign students also came to study in some of the universities scattered in and around Malang.

In the Dutch colonial era, Malang was already known as a popular tourist destination for the Dutch and other European as well. Its cool temperature and the pretty landscape in the surrounding area attracted people as far as Surabaya to visit the city.


And like any other cities anywhere, Malang also had its own landmarks. One of those many landmarks was a monument located in the old city square. In Bahasa Indonesia, such a monument was called โ€œtuguโ€. And since that, the square was named Tugu Square or Alun-Alun Tugu; and because the square had a round shape, it also called The Round Square ( so do you think was it round or square?๐Ÿ˜› )


Some old buildings surrounded the square, such as the major office, the city council office, Malang train station, an old hotel called Hotel Tugu, and also some school buildings. The monument itself was located in the center of a pond full of water lilies. In night time, like when I took the pictures in this post, the monument was illuminated by colorful lights.


According to historical records, the existing monument was the second monument ever built in there. The first one was built in 1946 as a commemoration of the time when the first Indonesian leader got the highest authority over Malang. Later on, the first monument was destroyed by the Dutch colonial army in 1948; but in 1953 the monument was re-built by the local government to replace the one that had been destroyed. The second monument then became one of Malangโ€™s city landmarks.โ€”



Keterangan :

Malang, adalah sebuah kota yang terletak di Jawa Timur. Kota yang berhawa sejuk dan juga merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur ini dikenal juga sebagai Kota Pelajar karena banyaknya perguruan tinggi maupun sekolah yang tersebar di seantero Malang. Para pelajar dari seluruh penjuru Nusantara banyak datang ke Malang untuk menuntut ilmu di pelbagai institusi pendidikan yang ada di sana. Bahkan beberapa pelajar dari manca nagari pun ada yang datang menimba ilmu di Malang.

Selain sebagai Kota Pelajar, Malang sejak jaman penjajahan dahulu sudah menjadi tempat tetirah favorit para tuan dan nyonya Belanda maupun orang-orang Eropa lainnya. Hawa sejuk dan pemandangan indah di sekitarnyalah yang menjadi daya tarik utama.


Dan seperti halnya kota-kota lain dimanapun, Malang juga memiliki beberapa bangunan yang menjadi ‘landmark’ kebanggaan masyarakat Malang. Salah satunya yang cukup terkenal adalah sebuah tugu yang terletak di alun-alun kota. Dan dengan adanya tugu tersebut, alun-alun tersebut dikenal juga dengan nama Alun-Alun Tugu. Alun-alun ini sudah ada sejak jaman penjajahan dulu dan karena bentuknya yang melingkar, banyak orang menyebut dengan nama Alun-Alun Bundar juga. Sebetulnya penamaan alun-alun ini sekaligus juga untuk membedakannya dengan alun-alun lain yang disebut Alun-Alun Jami karena terletak di depan Masjid Jami. Ya, tidak seperti kota atau daerah lain, Malang memang memiliki dua buah alun-alun.


Di sekitar Alun-Alun Tugu ini terdapat beberapa bangunan tua yang sampai sekarang masih terawat dan juga masih dipergunakan, baik sebagai kantor, hotel maupun sekolahan. Yang cukup kelihatan ya Balai Kota, Gedung DPRD, Hotel Tugu dan beberapa SMA Negeri. Tugunya sendiri terletak di tengah alun-alun, di tengah sebuah kolam yang dipenuhi tanaman teratai. Di waktu malam, seperti ketika aku mengambil foto-foto yang aku pasang di postingan ini, tugu tersebut akan disinari oleh lampu berwarna-warni yang menambah keindahannya.

Menurut catatan sejarah, tugu yang ada sekarang ini adalah tugu kedua yang dibangun di tempat itu. Lha trus tugu pertamanya kemana dong?๐Ÿ˜ฏ

Tugu pertama, yang dibangun pada tahun 1946 untuk memperingati ditetapkannya orang Indonesia untuk memegang tampuk pemerintahan daerah sendiri di Malang, akhirnya hancur ketika terjadi agresi Belanda pada tahun 1948. Meskipun demikian, Pemerintah Daerah Malang akhirnya memutuskan untuk membangun kembali tugu tersebut pada tahun 1953.

Tugu Malang mengambil bentuk bambu runcing sebagai simbol perlawanan rakyat terhadap penjajahan. Ada pula bentuk rantai yang melingkar yang menggambarkan persatuan rakyat Indonesia. Teratai yang ditanam di kolam di sekitar tugu juga terdiri dari teratai yang bunganya berwarna merah dan berwarna putih sebagai perlambang bendera Indonesia.


Alun-alun yang berada di sekitar tugu yang sarat makna ini selalu dipenuhi pengunjung juga loh, malah sepanjang hari bisa dibilang selalu penuh. Bahkan di malam-malam libur, pengunjungnya semakin penuh. Psstt . . . banyak pemuda pemudi yang pacaran di situ juga lho kalau malam๐Ÿ˜›.โ€”

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , , | 28 Comments

Post navigation

28 thoughts on “Corner of Malang – a monument at the center of the city square

  1. aku cuma lewat pas siang jadi ngak begitu cantik kaya malam hari.
    Tetap semua kota alun alun jadi pusat daya tarik tersendiri.

  2. Malang also becoming a City of Lights? I notice that most of the city now is a city of lights… I wonder why have to be that way?

    • Well, I thought that it was only me that think that not all landmarks of a city become more attractive with such a light

  3. Cantik banget Mas Krish, pergantian cahayanya itu lho. Menghibur banget๐Ÿ™‚

  4. oalah jadi arena pacaran juga ya.

    btw yang kliatan di permukaan airnya itu bunga teratai kah?


  5. sayangnya kemarin itu nggak jalan sampai ke alun2..
    hanya sampai Ijen Boulevard, mau lihat bangunan2 lama
    sudah dekat nggak pak alun2 kl dari Ijen?

  6. So beautiful… Kampung halamanku nih… Salam kenal ya๐Ÿ™‚

  7. sudah lama tidak ke malang, sepertinya terakhir ke sana tahun 2005, deh. deuuh, tahun ini pasti! ada teman yang menikah di sana sih..๐Ÿ˜‰

  8. Dingiin nih di malang:d

  9. harumhutan

    ada bunga teratainya ya? tjantik dan dengan suasana malam makin tjantik tugunya..

    kok ga dipotret om yang lagi pd pacalan๐Ÿ˜›

    ** nunggu liputan malang night market / pasar malamnya yang kesohor itu๐Ÿ˜€

    • Betul, kolamnya penuh teratai. Malam ataupun siang tugu dan sekitarnya tetap punya keelokannya sendir-sendiri.Sst…yang pacalan gak mau dipotret. Malu katanya ๐Ÿ˜›
      Soal Malang Night Market, kemarin dua kali ke Malang bener-bener gak sempat ke situnya Wiend. Mungkin lain waktu kalau balik lagi deh ya..

  10. Jadi land mark kota sekaligus ruang terbuka hijau untuk ngariung bersama ya Pak. Kebutuhan ruang terbuka yang semakin terasa. Salam

  11. Whaaa lengkap sekali liputannya Pak Chris … saya masih nggak betah nulis segitu banyak
    Salut pokoknya…๐Ÿ˜€

  12. Good day! Would you mind if I share your blog with my facebook group?
    There’s a lot of people that I think would really appreciate your
    content. Please let me know. Thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in: Logo

You are commenting using your account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at

%d bloggers like this: