A gorge in a city

When talking about a gorge, it usually needs a certain times to walk outside of a town to reach the place. In West Sumatra, Indonesia, however, traveler could visit and enjoyed the landscape of a gorge in a city center. The gorge was located in a small city named Bukittinggi and the gorge known as Ngarai Sianok. The gorge separated Bukittinggi and the adjacent city of Koto Gadang.

IMG_NSI01

The gorge had two steep stone walls which stood almost vertically on each side. The walls’ heights were approximately 100 meters, while the gorge itself spanned about 15 kilometers long with the width of around 200 meters. At the floor of the gorge, there was a river that the locals called as Batang Sianok (in the local language, “batang” means river). At either side of the river, rice fields covering the land as if thick carpets which green in color that turn yellow when it came near to the harvest time.

IMG_NSI09

Ngarai Sianok was a part of the big land faults that known as Sesar Semangko. The fault itself was spanned from the northest part of Sumatra in Acheh to the southest part in Semangka Bay, Lampung. Aside of the gorge in Bukittinggi, the fault also formed the mountains known as Bukit Barisan which looked like the island’s back bone as it spanned along the island.

IMG_NSI02

To enjoy and admire the scenery of Ngarai Sianok, travelers could come to a park which had been built by the local government in Bukittinggi. The park was named Taman Panorama (which can be translated literally as Scenery Park). From there, travelers could see the gorge with its steep walls on either side of the gorge and the river at the base of the gorge, from above. For them who want to come into the gorge, they could drive down to the gorge through a road by the park. There travelers could enjoy the scenery from a different point of view while sipping a cup of coffee in one of many simple coffee stalls located at the shore of the river 🙂

IMG_NSI07IMG_NSI04

Keterangan :

Biasanya kalau kita ngomong mengenai lembah atau bahkan lembah curam yang disebut ngarai, pikiran kita langsung terarah pada suatu tempat yang berada jauh di luar kota, di suatu daerah yang bergunung-gunung. Tetapi kali ini, ternyata untuk mencapai lembah atau ngarai yang satu ini, pelancong tidak perlu berjalan jauh keluar kota karena lokasinya bisa dibilang justru di tengah kota.

“Ah yang bener lo . . . “

Yup, lembah yang ini betul-betul ada di tengah kota, tepatnya di kota Bukittinggi, Sumatra Barat, dan lembah ini dikenal dengan nama Ngarai Sianok. Ngarai atau lembah yang dipagari dinding curam di kedua sisinya ini memisahkan Bukittinggi dengan Koto Gadang.

IMG_NSI06

Seperti sudah aku sebutkan tadi, Ngarai Sianok dibatasi oleh dinding-dinding bentukan alam yang tingginya sekitar 100 meter di sepanjang lembah yang panjangnya hampir 15 kilometer itu. Dinding yang hampir tegak lurus ini berdiri dengan gagah seolah melindungi apapun yang ada di dasar lembah yang lebarnya mencapai sekitar 200 meteran itu.

IMG_NSI05

Sementara itu, di dasar lembah, sebuah sungai mengalir berkelok-kelok menuju ke Samudera Hindia. Sungai tersebut dikenal dengan nama Batang Sianok. Menurut bahasa setempat, “batang” berarti sungai. Jadi Batang Sianok bisa juga disebut sebagai Sungai Sianok. Di sepanjang tepian sungai tersebut, terdapat pemukiman penduduk diselang-seling dengan hamparan tanaman padi yang seolah karpet tebal yang mengalasi dasar lembah itu. Karpet berwarna hijau segar pada awal musim tanam akan berubah warna menjadi kuning keemasan kala mendekati waktu panen.

IMG_NSI03

Ngarai Sianok ditengarai terbentuk karena terjadinya penurunan lempeng bumi secara vertikal sehingga membentuk sebuah lembah sempit dengan dinding-dinding curam. Pergerakan lempeng bumi yang menyebabkan terjadinya ngarai ini merupakan bagian dari pergerakan Patahan Semangko yang membelah Pulau Sumatra menjadi dua bagian. Patahan Semangko ini membujur sepanjang Pulau Sumatra dari Aceh di bagian utara sampai ke Teluk Semangka yang terletak di Propinsi Lampung, di sebelah selatan. Patahan ini selain membentuk ngarai juga menyebabkan naiknya permukaan tanah sehingga terbentuk Pegunungan Bukit Barisan yang tampak seolah-olah seperti tulang punggung bagi Pulau Sumatra.

Untuk menikmati keindahan Ngarai Sianok, pelancong bisa memandangnya melalui sebuah taman yang sudah dibangun oleh Pemerintah Setempat khusus untuk menikmati keindahan ngarai yang berada di bawahnya itu. Taman tersebut dikenal dengan nama Taman Panorama. Meskipun demikian, jika ada pelancong yang ingin menikmati pemandangan Ngarai Sianok dari sudut pandang yang berbeda, bisa saja mereka turun ke dasar lembah melalui jalan yang berada di sisi Taman Panorama itu. Jalan yang cukup mulus itu akan membawa pelancong sampai di tepian Batang Sianok di dasar ngarai. Nah di tepian Batang Sianok itu, sekarang banyak terdapat warung kopi sederhana yang bisa dipergunakan untuk beristirahat, menyelami kesunyian lembah sambil menikmati keindahannnya dan tidak lupa menyeruput secangkir kopi hangat 🙂

IMG_NSI08

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , | 47 Comments

Post navigation

47 thoughts on “A gorge in a city

  1. Unbelievable! Your photos are so gorgeous, didn’t expect anything like this and was surprised very positively.🙂

  2. Seperti biasa, selalu berdecak kagum melihat foto-foto disini,
    *saya belum pernah turun ke bawah lembah itu, ke Ngarai Sianoknya udah lama banget🙂

  3. mawi wijna

    Katanya cuma 1 km dari Jam Gadang ya Om? Pas masih unyu-unyu saya pernah kemari tapi kok perasaan jaraknya jauh ya? hahaha

  4. Berkah gunung, tebing, lembah, sawah terangkum di Ngarai Sianok. Foto-foto super elok ini mengungkit kerinduan mencicip ulang keagungan Batang Sianok. Foto terbawah hasil menyusuri sungaikah? Terima kasih Pak, selalu berbagi.

  5. Ngarai Sianok yang elok…
    sayang aku belum sempat menjalani Janjang Koto Gadang, versi mini Great Wall he..he.., pasti asyik jalan di situ walau betis jadi berotot..
    di sekitar sini banyak obyek menarik ya pak… Tabiang Takuruang alias Taruko di dasar lembah itu juga asyik banget jadi tempat nongkrong

    • Aku juga belum sempat menjalani Janjang Koto Gadang, Mbak. Sudah terpesona dengan keindahan Ngarai Sianok, sehingga tidak terasa waktu sudah mendesak untuk berkunjung ke lokasi lain. Dan aku sepakat dengan Mbak Monda, Tabiang Takuruang memang tempat yang asyik untuk nongkrong 🙂

  6. huaaa cakep….cakep…..

  7. Beristirahat di warung kopinya itu, bisa jadi banyak cerita ya Om.

  8. Wow …. speechless mas lihat gambar gambarnya, cantik sekali

  9. Bebas macet. Bebas polusi. Damai. Enak buat masa tua kayanya.

  10. Bagus banget iniiii.. apalagi kalo sore ya.. :O

  11. wuiih keren ya, öh makanya dinamakan bukit tinggi baru tahu aku..
    terus suhunya disana gimana mas ?

  12. Pas ke sana beneran kaget pak..kok bisa ada ngarai sekeren itu di tengah kota😀

  13. melihat foto ngarai begini jadi teringat film kanak-kanak “The Land Before Time”…
    Indah sekali Pak..

  14. harumhutan

    karunia Tuhan yang tiada terkira…

    penciptaan yang sempurna dari yang maha kuasa,berbahagialah bukit tinggi dan juga indonesia nan elok ini

    bener bener indah dan sempurna om,butuh brapa lama ya kalo ke sumatera barat ini om?

    • Yup, keindahan negeri kita ini memang gak ada habis-habisnya. Kalau orang mulai jenuh dengan suatu tempat, pasti akan ditemukan tempat lain yang tidak kalah indahnya.

      Kalau ke Sumatera Barat dan mau menjelajah semua, tentu butuh waktu lama, Wiend. Tapi kalau cuma berkunjung ke tempat-tempat yang sudah umum, rasanya 4 hari 3 malam cukuplah. Kemarin ini aku di sana cuma 3 hari 3 malam.

  15. Panorama Ngarai Sianok memang joss ya mas… pengin kesana lagi…🙂

  16. Melihat foto-foto pak Chris kali ini saya seperti tersedot ke Ngarai Sianok. Pemandangan dipenuhi hijaunya pepohonan membuat pikiran fresh.

  17. Masya Allah…. kereeeeeeeeen… itu ngambilnya dari atas bukit om?

  18. Wah kangen Ngarai Sianok🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: