Daily Archives: October 12, 2014

A gorge in a city

When talking about a gorge, it usually needs a certain times to walk outside of a town to reach the place. In West Sumatra, Indonesia, however, traveler could visit and enjoyed the landscape of a gorge in a city center. The gorge was located in a small city named Bukittinggi and the gorge known as Ngarai Sianok. The gorge separated Bukittinggi and the adjacent city of Koto Gadang.

IMG_NSI01

The gorge had two steep stone walls which stood almost vertically on each side. The walls’ heights were approximately 100 meters, while the gorge itself spanned about 15 kilometers long with the width of around 200 meters. At the floor of the gorge, there was a river that the locals called as Batang Sianok (in the local language, “batang” means river). At either side of the river, rice fields covering the land as if thick carpets which green in color that turn yellow when it came near to the harvest time.

IMG_NSI09

Ngarai Sianok was a part of the big land faults that known as Sesar Semangko. The fault itself was spanned from the northest part of Sumatra in Acheh to the southest part in Semangka Bay, Lampung. Aside of the gorge in Bukittinggi, the fault also formed the mountains known as Bukit Barisan which looked like the island’s back bone as it spanned along the island.

IMG_NSI02

To enjoy and admire the scenery of Ngarai Sianok, travelers could come to a park which had been built by the local government in Bukittinggi. The park was named Taman Panorama (which can be translated literally as Scenery Park). From there, travelers could see the gorge with its steep walls on either side of the gorge and the river at the base of the gorge, from above. For them who want to come into the gorge, they could drive down to the gorge through a road by the park. There travelers could enjoy the scenery from a different point of view while sipping a cup of coffee in one of many simple coffee stalls located at the shore of the river  🙂

IMG_NSI07IMG_NSI04

Keterangan :

Biasanya kalau kita ngomong mengenai lembah atau bahkan lembah curam yang disebut ngarai, pikiran kita langsung terarah pada suatu tempat yang berada jauh di luar kota, di suatu daerah yang bergunung-gunung. Tetapi kali ini, ternyata untuk mencapai lembah atau ngarai yang satu ini, pelancong tidak perlu berjalan jauh keluar kota karena lokasinya bisa dibilang justru di tengah kota.

“Ah yang bener lo . . . “

Yup, lembah yang ini betul-betul ada di tengah kota, tepatnya di kota Bukittinggi, Sumatra Barat, dan lembah ini dikenal dengan nama Ngarai Sianok. Ngarai atau lembah yang dipagari dinding curam di kedua sisinya ini memisahkan Bukittinggi dengan Koto Gadang.

IMG_NSI06

Seperti sudah aku sebutkan tadi, Ngarai Sianok dibatasi oleh dinding-dinding bentukan alam yang tingginya sekitar 100 meter di sepanjang lembah yang panjangnya hampir 15 kilometer itu. Dinding yang hampir tegak lurus ini berdiri dengan gagah seolah melindungi apapun yang ada di dasar lembah yang lebarnya mencapai sekitar 200 meteran itu.

IMG_NSI05

Sementara itu, di dasar lembah, sebuah sungai mengalir berkelok-kelok menuju ke Samudera Hindia. Sungai tersebut dikenal dengan nama Batang Sianok. Menurut bahasa setempat, “batang” berarti sungai. Jadi Batang Sianok bisa juga disebut sebagai Sungai Sianok. Di sepanjang tepian sungai tersebut, terdapat pemukiman penduduk diselang-seling dengan hamparan tanaman padi yang seolah karpet tebal yang mengalasi dasar lembah itu. Karpet berwarna hijau segar pada awal musim tanam akan berubah warna menjadi kuning keemasan kala mendekati waktu panen.

IMG_NSI03

Ngarai Sianok ditengarai terbentuk karena terjadinya penurunan lempeng bumi secara vertikal sehingga membentuk sebuah lembah sempit dengan dinding-dinding curam. Pergerakan lempeng bumi yang menyebabkan terjadinya ngarai ini merupakan bagian dari pergerakan Patahan Semangko yang membelah Pulau Sumatra menjadi dua bagian. Patahan Semangko ini membujur sepanjang Pulau Sumatra dari Aceh di bagian utara sampai ke Teluk Semangka yang terletak di Propinsi Lampung, di sebelah selatan. Patahan ini selain membentuk ngarai juga menyebabkan naiknya permukaan tanah sehingga terbentuk Pegunungan Bukit Barisan yang tampak seolah-olah seperti tulang punggung bagi Pulau Sumatra.

Untuk menikmati keindahan Ngarai Sianok, pelancong bisa memandangnya melalui sebuah taman yang sudah dibangun oleh Pemerintah Setempat khusus untuk menikmati keindahan ngarai yang berada di bawahnya itu. Taman tersebut dikenal dengan nama Taman Panorama. Meskipun demikian, jika ada pelancong yang ingin menikmati pemandangan Ngarai Sianok dari sudut pandang yang berbeda, bisa saja mereka turun ke dasar lembah melalui jalan yang berada di sisi Taman Panorama itu. Jalan yang cukup mulus itu akan membawa pelancong sampai di tepian Batang Sianok di dasar ngarai. Nah di tepian Batang Sianok itu, sekarang banyak terdapat warung kopi sederhana yang bisa dipergunakan untuk beristirahat, menyelami kesunyian lembah sambil menikmati keindahannnya dan tidak lupa menyeruput secangkir kopi hangat 🙂

IMG_NSI08

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , | 47 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.