Daily Archives: August 10, 2014

Beach-oak trees bordering the shoreline

Before leaving Sumenep, Madura, I thought I had to visit one of its known beaches. There were two beaches which had been known as its main tourist destinations namely Slopeng and Lombang. Slopeng was known for its sandy beach while Lombang was for its beach-oak (casuarina equisetifolia) forest on its shore. Actually the two beaches were not separately too far, but I could not visit both due to my limited time. So, after discussing with my friend who accompanied me on the trip, I decided to go to Lombang Beach. Its row of beach-oak trees that interest me, because not many beaches in Indonesia had such a forest on the shore. It was said that the origin of the trees was from China, and it came to Madura along with a Mongolian expedition in the 15th century.

Anyway, that day I leave my hotel before dawn. As Lombang was facing north, I thought I could get a perfect spot at the beach to enjoy sunrise. In my calculation, I could cover the 25 kilometers distance from Sumenep to Lombang within 40 minutes drive and came at the beach in time. At first, it seemed that all was perfect as it had planned, but right after entering the gate to the beach, rain began to shower the area. Drizzle at first but not too long it became quite hard. Oh my . . . 😦

IMG_LOM10

As I had already in the area, I told my friend to move forward and wait for some time in hoping that the rain would not last long. And . . . thank God, the rain turn into drizzle again while far on the sea the eastern sky looked quite bright. So I decided to run into one of the simple shelters on the beach to wait for the sunrise in there.

IMG_LOM01

And as the sun started to shine, the drizzle stop. The sky became clearer so I can observe the surrounding area more easily.

At that time, not many people were seen on the beach except some teenagers who camped in the beach area. The sand on the beach was quite clean and the waves were save enough for them who want to swim. Simple stalls that sold refreshments and local snacks were still closed. With that condition, I could enjoy the quiet atmosphere of the beach relatively undisturbed. And you know what? I got a special reward for waiting on the beach that morning; a rainbow appeared on the western sky 🙂

IMG_LOM09IMG_LOM15 IMG_LOM16

 

Keterangan :

Sebelum mengakhiri kunjunganku di Sumenep, rasanya aku harus juga berkunjung ke salah satu pantai yang sudah cukup dikenal sebagai destinasi wisata andalan daerah itu. Setahu aku ada dua pantai yang cukup terkenal sebagai tujuan wisata utama di Sumenep, yaitu Pantai Slopeng dan Pantai Lombang. Slopeng dikenal akan pantainya yang berpasir dan di beberapa tempat dihiasi dengan gundukan pasir, sementara Lombang dikenal akan adanya deretan pohon cemara udang (casuarina equisetifolia) di sepanjang pantainya. Sebetulnya dua pantai itu tidak terpisah terlalu jauh juga sih, tetapi karena waktu yang sangat terbatas, mau gak mau aku harus memilih salah satunya saja. Nah . . akhirnya setelah berdiskusi dengan teman yang menyertaiku dalam perjalanan ini, diputuskan bahwa Pantai Lombang-lah yang akan dikunjungi dengan pertimbangan bahwa pantai yang ditumbuhi banyak pohon cemara udang di sepanjang pantainya sangatlah jarang ditemui di Indonesia ini. Katanya sih pohon cemara udang yang ada di Lombang itu berasal dari Negeri Tirai Bambu dan bibitnya terbawa dalam ekspedisi yang dikirim Kaisar China ke Tanah Jawa pada abad ke-XV.

Dengan pertimbangan itu, subuh berikutnya aku berangkat dari hotel tempat aku menginap dengan tujuan agar bisa tiba di pantai sebelum terbitnya matahari. Maklum saja, Pantai Lombang yang menghadap ke utara sangat memungkinkan pengunjungnya untuk menikmati moment terbitnya matahari dari tepi pantai. Jarak sekitar 25 kilometer dari Sumenep ke Lombang aku perkirakan akan bisa ditempuh dalam waktu 40 menit dengan mobil sehingga aku akan tiba ketika semburat merah mulai muncul di ufuk timur. Pada awalnya, semuanya tampak sempurna. Meskipun malamnya Sumenep di guyur hujan lebat, pagi itu cuaca lumayan cerah. Angin pagi yang sejuk menerobos masuk lewat jendela mobil yang sengaja  aku biarkan terbuka. Lebih baik menikmati udara segar daripada udara kalengan kan? 😛

IMG_LOM02

Tapi apa yang terjadi ternyata tidak semulus dugaan semula, begitu tiba di gerbang pantai, pada saat membayar tiket masuk (tumben pagi-pagi tukang tiket sudah datang nih :mrgreen: ), tetes air mulai turun. Semula hanyalah gerimis tipis, tetapi tidak lama kemudian hujan cukup lebat menyiram tanpa ampun 😦 . Ketika temanku mulai menunjukkan keraguan, aku menepuk bahunya, memintanya untuk terus saja. Tanggunglah sudah sampai di sini. Dan untungnya keputusanku lumayan tepat pagi itu, tidak lama kemudian ketika sedang mencari tempat parkir di tepi pantai, hujan lebat sudah kembali berubah menjadi gerimis tipis, sehingga setelah kendaraan selesai diparkir, aku dan temanku segera berlari menerobos gerimis menuju tempat duduk beton yang beratap yang banyak terdapat di tepi pantai itu. Dari situ tampak bahwa jauh di tengah laut, di arah timur semburat fajar tampak dengan jelas menandakan bahwa gerimis saat itu hanyalah merupakan tirai tipis yang menyiram daerah sekitar pantai. Dan betul saja, ketika matahari semakin meninggi, gerimispun berhenti, dan aku memperoleh “hadiah” yang sangat indah . . . di arah barat muncul lengkungan pelangi dengan warna-warninya yang gemilang 🙂

IMG_LOM08IMG_LOM03

Pagi itu suasana pantai relatif masih sepi. Beberapa warung yang ada di sana aku lihat masih tutup. Ya iyalah kan masih pagi juga 😀 . Selain aku dan temanku, aku melihat sekelompok remaja yang rupanya sedang berkemah dan menginap di sana malam sebelumnya. Memang berkemah di Pantai Lombang (atau “Lombheng” dengan dialek setempat), diperbolehkan asal tetap menjaga kebersihan lokasi. Dan berkemah di Pantai Lombang juga cukup nyaman karena di sana sudah pula dilengkapi dengan kamar mandi. Buat yang tidak mau berkemah, tempat terdekat untuk menginap ya di Sumenep seperti yang aku lakukan waktu itu; cuma memang kalau mau ke pantai subuh-subuh itu mau gak mau harus bawa kendaraan sendiri karena kendaraan umum belumlah beroperasi.

IMG_LOM11

Pantai Lombang merupakan pantai dengan pasir putih kecoklatan di sepanjang pantainya yang terbentang sampai jauh. Ombaknya relatif tenang seperti ombak laut utara pada umumnya sehingga aman buat mereka yang ingin bermain air di pantai. Deretan cemara udang membuat suasana di pantai tetap sejuk meskipun hari sudah beranjak siang. Buat pecinta bonsai, waktu itu aku melihat beberapa pohon cemara udang yang dibonsai, menurut orang yang aku temui ketika aku mau meninggalkan kawasan pantai itu sih katanya dijual. Sayangnya karena aku tidak berminat, aku tidak sempat menanyakan berapa harga cemara udang yang dibonsai itu. Yah . . Pantai Lombang memang layak menjadi salah satu tujuan wisata andalan Sumenep. Mudah-mudahan saja tetap terjaga kebersihan dan keindahannya.–

IMG_LOM17

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , , | 52 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.