Corner of Surabaya – colorfull lamps on a bridge

Surabaya is the second largest city in Indonesia, which is also the capital of East Java Province. It is not a coincidence that I made the post a day after Surabaya’s 721st anniversary. Yes, May the 31 marks the city anniversary. It’s old and yet it becomes sexier, and as result, Surabaya attracts many people to do business or just seeking for leisure in there.

the battle between suro and boyo  (perempuran antara suro dan boyo)

the battle between suro and boyo (pertempuran antara suro dan boyo)

According to the history, Surabaya which was located at the estuary of Mas River; originally was the main gate of Majapahit Kingdom, the largest kingdom ever existed in ancient Indonesia. May 31, which has then been inaugurated as the city anniversary date, was the date when Raden Wijaya (the first king of Majapahit) defeated the Mongolian armed forces sent by Kubilai Khan to conquer the Java Island in the thirteenth century. The battle then has been illustrated in a folk-tale as a fierce battle between a big shark and a giant crocodile. The Mongolian army, that was came in big jungs or typical Chinese war ships at that time, depicted as a giant shark that came from the ocean. The locals called such a fish as “suro”-fish. On the other hand, Raden Wijaya’s army that defended their land described as a giant crocodile protected its dwelling on the land. Crocodile was called “buaya” or “boyo” in local tongues. So the battle between the “suro” against the “boyo” remembered by people up till now, and thus became the name of the place in where the fierce battle happened, “suro” and “boyo” became “suroboyo”. And as the vowel “o” in Bahasa Jawa or Javanese language often written as “a”, the name Suroboyo was then known as Surabaya. Nowadays, there was a statue depicting the battle of the two monsters in a park at the center of the city.

Surabaya, which now been became a modern city; was connected to Madura Island with a bridge. It used to take more than 1 hour to reach the island by a ferry ship across the Madura Strait. Now, it only less than 15 minutes to cross the strait on the 5,438 meters long bridge. The bridge was built in about 6 years, started in August 2003. It then inaugurated in June 2009 and named Jembatan Suramadu (Suramadu Bridge). Suramadu stands for Surabaya and Madura, the two places that connected by the bridge.

IMG_JSM03

I took the bridge’s pictures from Kenjeran area. It was Surabaya’s beach area which known as one of many tourist’s attractions in the city. It was located about 9 kilometers from the city center to the east. It was a busy evening when I visited the area, so I took more than one hour struggling through traffics from the city center where I spent my night. Anyway, the effort was quite worthy as I got some nice spots to take the bridge’s pictures 🙂

Keterangan :

Bukanlah merupakan kebetulan semata kalau aku memposting mengenai Surabaya sehari setelah Surabaya merayakan hari jadinya yang ke 721. Ya, kota terbesar kedua di Indonesia ini pada tanggal 31 Mei kemarin merayakan ulang tahunnya. Dan, dengan semakin bertambahnya usia, Surabaya tidaklah bertambah jelek, justru sebaliknya bertambah cantik dan sexy sehingga menarik banyak oranguntuk datang, baik untuk berbisnis, menuntut ilmu, ataupun sekedar melancong di sana.

Menurut catatan sejarah, Surabaya yang terletak di muara Sungai atau Kali Mas ini adalah merupakan gerbang Kerajaan Majapahit yang tersohor sebagai salah satu kerajaan terbesar di Bumi Nusantara ini pada masa lampau. Tanggal 31 Mei yang kemudian ditetapkan sebagai tanggal ulang tahun kota ini merupakan tanggal dimana pada akhir abad ke-13 Raden Wijaya (raja pertama Majapahit) berhasil memukul mundur pasukan Tartar yang dikirim oleh Kubilai Khan untuk menaklukan tanah Jawa setelah utusannya dipermalukan oleh Kertanegara, raja Singasari terakhir. Dahsyatnya pertempuran itu akhirnya menjadi inspirasi timbulnya sebuah cerita rakyat yang menggambarkan pertempuran dahsyat yang terjadi antara dua ekor binatang raksasa, yaitu seekor hiu dan seekor buaya. Pasukan Mongol yang datang dari laut dengan mempergunakan beratus-ratus Jung atau kapal tradisional China saat itu, dengan kekuatannya yang menakutkan digambarkan sebagai seekor ikan hiu raksasa. Sementara itu, pasukan Raden Wijaya yang mempertahankan tanah Jawa dengan kekuatan yang juga tidak kecil digambarkan sebagai seekor buaya raksasa yang mempertahankan sarangnya. Ikan hiu juga dikenal dengan nama ikan suro oleh masyarakat sekitar. Sementara untuk menyebut buaya, dialek Jawa menyebutnya dengan kata boyo. Dahsyatnya pertempuran antara ikan suro dengan boyo diingat terus oleh masyarakat setempat, sehingga akhirnya nama suro lan boyo dipergunakan untuk menyebut nama tempat dimana terjadinya pertempuran dahsyat itu. Suro lan boyo . . . lama kelamaan menjadi suroboyo. Dalam Bahasa Jawa, vocal “o” sering kali dituliskan sebagai “a”, itu pula sebabnya nama Suroboyo pun berubah menjadi Surabaya sampai sekarang. Untuk mengenang pertempuran kedua monster itu, di pusat kota berdiri sebuah patung yang menggambarkan dahsyatnya pertempuran antara suro dan boyo itu.

IMG_JSM11

Surabaya, yang dahulu hanyalah merupakan kampung nelayan sekarang sudah berubah menjadi sebuah kota modern. Kota ini sekarang terhubung dengan Pulau Madura melalui sebuah jembatan. Sebelum adanya jembatan ini, orang membutuhkan waktu lebih dari 1 jam untuk menyeberangi Selat Madura dari Surabaya menuju Pulau Madura dengan mempergunakan kapal ferry. Sekarang, hanya dibutuhkan waktu kurang dari 15 menit melalui jembatan tersebut bagi seseorang yang ingin berkunjung ke Madura dari Surabaya ataupun sebaliknya. Ya jembatan sepanjang 5.438 meter yang dibangun sejak Agustus 2003 itu betul-betul mempersingkat waktu tempuh Surabaya – Madura pulang pergi. Pada saat diresmikan, pada bulan Juni 2009, jembatan ini dinamakan Jembatan Suramadu. Namanya merupakan singkatan dari Surabaya dan Madura, dua tempat yang terhubung oleh bentangan jembatan yang melayang lebih dari 100 meter di atas permukaan laut Selat Madura itu.

IMG_JSM04

Foto-foto Jembatan Suramadu yang diterangi lampu di postingan ini aku ambil dari beberapa sudut di Kenjeran. Malam itu aku harus berjuang selama lebih dari satu jam untuk menembus kepadatan lalu lintas dari pusat kota yang berjarak kurang lebih 9 kilometer dari Kenjeran. Untunglah akhirnya bisa juga sampai, dan di lokasi cuaca cukup mendukung untuk mengabadikan kecantikan Jembatan Suramadu di waktu malam yang menjadi berwarna-warni akibat sorotan lampu  🙂 .–

IMG_JSM12

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , | 70 Comments

Post navigation

70 thoughts on “Corner of Surabaya – colorfull lamps on a bridge

  1. Wah skr lampunya udh warna warni

  2. Ada dua hal yang menarik perhatian saya.. cerita Sura dan buaya ini.. dulu rasanya pernah dengar waktu kecil..tapi lupa persisnya.. baru sekarang ini diceritakan kembali.. jadi rupanya kisah dari jaman Raden Wijaya ya Pak Chris.

    Terus jembatan Suramadu itu..saya hanya punya foto-fotonya waktu siang hari..itu pun dijepret saat kendaraan melaju di atasnya he he.. Rupanya kalau malam indah sekali..

    • Soal cerita, yang aku dengar begitu sih Mbak. Dari sejarah yang kemudian oleh masyarakat di-mitos-kan jadi pertempuran kedua binatang itu.

      Yang jembatan Suramadu, memang kalau malam jadi kelihatan lebih indah karena kena bias lampu yang warna warni itu, Mbak 🙂

  3. Beautiful photos and story Pak Chris.Thank you for sharing Surabaya..Sudah lama sekali saya belum berkunjung ke sana, jembatannya cantik sekali.

  4. Cantik banget namun sekarang tidak boleh foto diatas jembatan, iya sih cos menganggu penguna jalan yang lain..

    Pernah dengar berita yg bikin sedih, dengan banyak kasus pencurian besi dijembatan oleh tangan jahil..
    tapi itu dulu mungkin sekarang tidak.

    Wah aku juga ke surabaya br 1 x Gara gara main keBali naik kereta dari gubeng..🙂

    • Harusnya memang gak boleh foto di atas jembatan itu karena itu adalah jalan toll, sehingga kalau gak darurat kendaraan gak boleh berhenti, tetapi tetap saja ada yang bandel 😦 Padahal dari samping dan bawah jembatan malah bisa dapat foto yang lebih indah

      Soal pencurian, aku juga dengar sih beritanya. Mudah-mudahan sekarang sudah teratasi

  5. Thanks for taking me with you to Surabaya, Chris. Love that sculpture, an your night pics are great.🙂

  6. aan

    semakin dahsyat mas…

  7. Ternyata kalau malam, jembatan Suramadu ini semakin cantik dengan lampu-lampunya. Semoga tetap terjaga dan menjadi kebanggan kedua kota yang terhubung. Cerita suroboyo ternyata berdasarkan riwayat sejarah Majapahit, aku kira dulu cuma legenda aja.

    • Iya Mbak, legenda yang jeas latar belakangnya ternyata.
      Sedangkan jembatannya sendiri, aku setuju. Mudah-mudahan tetap terjaga dan menjadi kebanggaan kota-kota yang terhubung 🙂

  8. Nunggu manusia pasir nih:p

  9. beautiful photos❤

  10. Aku malah baru tahu lho mas singkatan dari Suramadu itu …. cantik sekali ya jembatannya terlihat di malam hari🙂

  11. harumhutan

    baru mau tanya apa arti patung itu ternyata ngono toh artine om,suro dan boyo bertarung seru wes podo podo ganase rek!😀

    suramadu dimalam hari tjantik tenan om, mirip jembatan sunfransisko yo kata syahrini😀

    baguuusss jembatannya klo malam hari,ga tau kalo siangnya

    … dan asli suroboyo kui puanaseee pool ! hadeuuh ra betah aku🙂

    • Berarti sekarang gak jadi nanya toh yo? 😀

      Jembatan Suramadu pas siang tentu gak secantik malam hari sih, Wiend, karena warnanya jadi dominan abu-abu gitu. Kalau lihat teknologi yang dipakai, memang mirip sama yang di Amerika sana itu, cuma beda tiang utamanya.

      Yup, Surabaya panas, tapi akhir-akhir ini rasanya hampir di semua tempat juga panas koq hawanya 😦

  12. cakep pisan Om..

  13. cantiknyo
    jadi pengen lihat jembatam Suramadu malam hari dan belajar foto2 malam he..he..

  14. Beautiful post!

  15. Ah aku blm perna liat jembatan suromadu kalo malam hari, ternyata cakep banget lampu2 nya.

  16. lampu2 dimalam hari begini bikin jembatannya serasa dimana gitu ya mas hehehhe

    salam
    /kayka

  17. aaaaak…om kris dari surabaya? kok ga kabar siiih…
    itu kok bisaaa ambil foto suramadu cakep bener gitu?? aku belum bisaaa..hahaha…
    etapi lumayan lah, aku pernah mejeng waktu suramadu masih dlm proses pembuatannya, waktu jaman2 liputan dulu. justru stlh bagus spt itu, jaraaaaang ke sana..hahaha..

    • Di Surabaya cuma mampir sebentar karena dalam perjalanan ke Madura waktu itu.

      Trus soal ambil foto Suramadu, pasti Eda bisalah, wong memang jembatannya sudah cantik kalau malam gitu 🙂

  18. Cantik banget lampu-lampunya pak. Jadi pengen ke Surabaya. Surabaya tambah cantik lagi kalau Dolly bener-bener di tutup. Jadi cantik luar dalam ^^

  19. Paling suka sama jembatan suramadu…

  20. Surabaya…memadukan sejarah dan legenda. Trima kasih Pak, selama ini legendanya yang lebih melekat dalam benak saya. Luhurnya budaya menyimbolkan kekuatan batalyon dalam raga satwa.
    Perjuangan menembus kepadatan lalu lintas berbuahkan foto-foto elok sekali….matur nuwun lagi.

  21. I come to you with love Especially for You much happiness and good health transmits the iubire.Va want a magical evening and a good night sleep and blessed.


  22. Emang jepretan mas Kresna, kece abis dahhh🙂. jadi pengen kesana.

  23. Beautiful night shots… very interesting to see the boats also got their share of colorful lights🙂

  24. This is so different landscape what we have here in Finland. Very beautiful!

    • Thank you, what you have in Finland are also very beautiful. I hope that I can go there in the near future 🙂

  25. Saya jadi tahu nih Pak kalau ikan suro dan buaya merupakan penggambaran pihak-pihak yang berperang (padahal ngakunya orang Surabaya malah nggak tahu :D)

  26. Asmie ini orang surabaya uaaslliee lho, tapi kok ya yang lebih mengenal dekat Pak Chris ini tho? Asmie jadi malu nie… Makasih buat tambahan ilmunya ya Pak Chris..

    *kok gak ngomong ya klo ke Surabaya, kita kan bisa kopdaran😦

    • Kebetulan saja aku dapat infonya koq Asmie 🙂

      * sebelum ke Surabaya aku sempat e-mail Asmie, tapi mungkin error makanya gak sampai 😦 Atau bisa juga aku salah tulis alamat e-mail Asmie 🙄 *

      • Lho iya ta Pak Chirs ada email ke asmie? *langsung cek email..

        Gak ada tuh Pak😦

        Ya sudah gak apa

      • Iya, toh itu juga udah lewat. Nanti kalau aku ke sana lagi, aku coba hubungi Asmie lagi deh ya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: