A waterfall at the beach

Do you still remember the beach called Siung which I brought to you through my previous post? Well, close to Siung Beach, there was another pretty beach, and I must say that the beach was more attractive because it had a waterfall that poured its water directly to the sea. Unfortunately, when I visited the beach, the sea was in low tide, so I could not see the water dropped to the sea, but it dropped to the corral below, instead. The beach’s name was Jogan Beach, and it also located in Tepus District, Gunungkidul Regency, Yogyakarta.

IMG_JOG01

The beach waterfall at Jogan beach was not too high; I think it was only about 10 meters high. It was also not too wide. The water would be very small when it came to the dry season. So if you want to visit the beach, make sure that it was in rainy season (September to March).

To reach the beach, travelers had to take the same route as the route to Siung Beach. Before reaching Siung beach, there was a wooden sign at the right which show the road to Jogan Beach. The road to the beach was a dirt road and it was pretty narrow. At the end of the road, travelers would find a small river that flow directly to a cliff. Yes, the end of the dirt road was the top of the waterfall. The beach was laid below. It was not a sandy beach, but it was a corral beach. To come to the beach, travelers could use a narrow and slippery path by the side of the waterfall. I was not climb down to the foot of the waterfall at that time, because the path was too slippery because of the rain that poured in the morning. Right before me, a man slipped at the path. Lucky him that he could grab a strong root so his body was not slipped to far.

Jogan Beach was not as crowded as Siung Beach. Many people overlooked Jogan Beach, so they just passed it on their way to or from Siung Beach. As for the name, I assumed “Jogan” was derived from the word ‘grojogan’ which means waterfall in local language. Heard that nowadays, Jogan Beach became more and more popular, so many people came to see the uniqueness of Jogan Beach, either before or after they visited the neighbouring Siung Beach.—

IMG_JOG06IMG_JOG07

 

Keterangan :

Masih ingat postinganku mengenai Pantai Siung? Nah . . tidak jauh dari Pantai Siung itu, ada satu pantai lain yang siap untuk dinikmati kecantikannya. Bahkan menurutku, pantai ini justru lebih menarik, karena di pantai tersebut terdapat sebuah air terjun yang airnya tertumpah langsung ke Samudera Indonesia yang ada di bawahnya. Sayangnya ketika aku ke sana, kebetulan air laut sedang surut, sehingga aku tidak melihat air yang tertumpah ke dalam laut, melainkan air yang jatuh di hamparan karang yang ada di bawah air terjun itu. Hamparan karang itu akan berada di bawah permukaan air pada saat air pasang. Tahu kan pantai mana yang aku maksud? Ya pantai yang aku maksud ini adalah Pantai Jogan.

Air terjun yang ada di Pantai Jogan sebetulnya tidak terlalu tinggi. Taksiranku, tingginya tidak lebih dari 10 meter. Lebarnya juga tidak seberapa karena terjunan air itu turun di sebuah cerukan. Air yang ditumpahkan juga tidak terlalu deras, padahal ketika aku ke sana, masih termasuk di tengah-tengah musim penghujan. Katanya sih pada musim kemarau, air yang mengalir berkurang banyak, sehingga air yang tertumpah ke samudera itupun hanya serupa tirai air yang sangat tipis. Jadi, kalau mau ke sana, pastikan ke sana pada musim penghujan ya, supaya bisa menikmati kegagahan air terjunnya.

IMG_JOG05

Untuk mencapai Pantai Jogan, pelancong bisa mempergunakan route yang sama dengan route yang ditempuh untuk menuju Pantai Siung, hanya saja sebelum mencapai Pantai Siung – tidak jauh dari loket penjaga pantai, ada papan petunjuk di sebelah kanan jalan yang mengarahkan kendaraan yang dipergunakan pelancong yang mau berkunjung ke Pantai Jogan memasuki sebuah jalur sempit. Jalur ini belum beraspal, dan lebarnya prakstis hanya cukup untuk lewat satu mobil. Di ujung jalan, ada daerah yang agak luas sehingga kendaraan bisa diparkir di situ. Di situ pula pelancong akan menyaksikan sebuah aliran sungai yang berakhir di suatu tebing. Ya . . . memang di situlah puncak dari air terjun. Pantainya sendiri ada di bawahnya. Jadi kalau pelancong ingin turun ke pantai dan menyaksikan air terjun dari arah depan, pelancong harus menuruni sebuah jalur tanah yang cukup curam dan lumayan licin di samping air terjunnya. Aku sendiri waktu itu memutuskan untuk tidak turun ke pantai dan cukup puas menyaksikan keperkasaan air terjun dari samping. Aku tidak mau terpeleset seperti orang di depanku yang tubuhnya nyaris terbanting ke karang yang ada di bawah air terjun. Untung orang tersebut cukup sigap meraih tonjolan akar yang ada di situ. Hujan yang turun sepanjang pagi memang membuat jalur turun ke pantai sekaligus ke kaki air terjun itu lebih licin dari biasanya.

Nama ‘Jogan’ rasanya merupakan singkatan dari ‘grojogan’ yang berarti air terjun dalam bahasa setempat. Seperti umum terjadi dimana-mana, penduduk setempat akan menamakan sebuah daerah, termasuk pantai, sesuai dengan keunikan yang bisa menjadi penanda yang ada di daerah atau tempat tersebut. Nama Pantai Jogan sekarang semakin populer. Banyak orang yang sudah mendengar keunikannya dan akhirnya memutuskan untuk berkunjung guna melihat sendiri adanya air terjun yang airnya tertumpah langsung ke laut itu. Rasanya tidak lama lagi Pantai Jogan juga akan menjadi seramai Pantai Siung yang terletak di sebelah timurnya itu.–

IMG_JOG18

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , | 74 Comments

Post navigation

74 thoughts on “A waterfall at the beach

  1. So beautiful Chris! Blessings to you for a wonderful week!

  2. airnya sedikit aja, sudah terbayang indahnya saat jatuh bersatu dengan lautan,
    air terjun yang unik, secara umumnya air terjun di lihat dari bawah, jarang melihat hulunya kalau ga dari udara.
    kalau ini air terjun disambut aliran dulu, baru turun ke ekornya ya🙂

    • Iya, memang rata-rata kalau ke air terjun kita cuma lihat tumpahan airnya dari bawah. Sangat jarang yang kita lihat aliran airnya dahulu yang seperti ini.

  3. wow..keren banget air terjunnya..foto-fotonya bagus Pak. Jadi ingin ke sana🙂 Apakah ada hotel di sekitar daerah tersebut?

  4. Indah sekali🙂 kalau sempat org yg terpeleset itu jatuh, horor juga kali ya om?

  5. hey there! i’m loving your recent posts!
    I also blogged about my recent waterfall encounter during my recent trip!
    What do you think about waterfall adventures? do you prefer ocean adventure?
    here’s the link of my recent post,
    http://talkaboutbeauty.wordpress.com/2014/05/10/wanderlust-pagsanjan-falls-philippines/

    would be so nice to hear from you!🙂

    cheers! xx

    deanna ( http://www.talkaboutbeauty.wordpress.com )

    • Thank you, Deanna, glad to know that you love my recent post 🙂
      Waterfall adventures always interesting and at the same time it is challenging, especially when we visit the not too known waterfalls because the tracks to the waterfalls are quite hard. And I prefer to go to those kind of waterfalls than the waterfalls that have already been a tourist spot. I like the natural quiet surroundings except the roar of the falls 🙂 As for the ocean adventure, well . . basically I like nature. So I cannot say that I prefer ocean or mountain adventure, since I like them both 🙂

  6. ND32 Om… biar maklin woles speednya hehehehe…
    wah pantai ini saya lewati ternyata ada air terjunhya.. kapan saya samperi deh

  7. Om…sampai saat ini saya blm pernah motret air terjun..apalagi yang langsung ke Samudra..ckckck..mantap Om

  8. Wah, saya malah belum sempat kemari Om, malah bablas sampai Pacitan, hahaha. Lha itu para pemancing yang sedang mancing itu apa mereka juga turun lewat jalan licin atau ada jalan lain yang memutar tapi lebih jauh ya?

    • Lho ini cah Yogya koq malah belum sampai ke sini? 😀
      Itu orang yang mancing rasanya turun lewat jalan licin itu. Kalau mau berhati-hati, apalagi mereka juga pasti sudah terbiasa lewat situ, bisa koq sampai di bawah.

  9. andai aja ada travel blog seperti ini dari dulu2 mesti deh daftar alternatif tujuan libur ke tempat2 yang belum tereksploitasi seperti ini udah panjang. terima kasih telah berbagi ya mas. keep the up the good work!

    salam
    /kayka

    • Ah Mbak Kayka bisa aja. Terimakasih, mudah-mudahan aku masih bisa tetap dapat bahan buat nge-post 🙂

      • bener lho mas, semasa masih ditanah air kalo jjl atau liburan ya ketempat yang umum dikunjungi saja.

        tanah air tercinta sangat luas mas, dijamin gak bakalan kehabisan bahan🙂

        salam
        /kayka

      • Iya sih Mbak, dulu aku juga lebih banyak jalan ke tempat-tempat yang sudah dikenal karena fasilitas dan keamanannya pasti lebih terjamin 🙂

  10. YOu have so many beautiful beaches to choose from, Chris.🙂

  11. Menyusuri sungai yang jadi asalnya air terjun itu juga pak ….. ?
    besarkah sungainya?

    • Aku gak menyusuri sungai itu, Mbak. Cuma kebetulan saja tempat parkir kendaraannya tidak jauh dari sungai itu. Sungainya sih tidak lebar, malah semula aku pikir itu semacam saluran. Kalau Mbak Monda perhatikan di galery yang bawah, foto dengan title IMG_JOG13, nah itu sungainya, Mbak.

  12. Wooii Pak Krish sedang mendata pantai Selatan cq Gunung Kidul nih, kec. Tepus disisir rapat, menunggu pantai2 sekitarnya ah. Keunikan gero(jogan) jadi nilai plusnya ya Pak, suasana sekitarnya juga terasa alami. Didampingi pemandu lokalkah Pak, koq dapat spot2 uniknya.

    • Gak mendata koq Bu, yang sempat aku mampiri waktu itu ya cuma Pantai Siung dan Pantai Jogan saja. Yang lain masih banyak dan aku belum sempat singgah. Aku ke sana bareng teman yang sama-sama cuma pernah dengar bahwa ada pantai yang unik di daerah situ, kemudian sama-sama mencari dengan modal bertanya ke penduduk yang dilalui 🙂

  13. Rrrrrrrr….. pengin ke sana…

  14. Wow selalu kasih 8 jempol untuk mas kris🙂
    Itu bisa di jadikan postcard mas terus kirim buat aku ya😆

  15. wow, what a wonderfull God’s creation!!!
    Even the schenery looks really great, but i think i’m gonna think twice before hitting under the waterfall, slipped and fallen away above the rocks seems could tear you apart easily….

  16. Beautiful pics!! How far away this place from Jogjakarta?

  17. Beautiful pics

  18. aaaak… fotonya keren2… kaya yg biasanya aku liat di kalender..😀
    kayanya kalo ke sana sama keluarga yg dimana masih punya anak piyik, bakalan susah ya om buat sampe ke air terjun itu😀

    • Kalau gak turun sampai di bawah air terjun sih gampang koq, cuma memang anaknya harus dipegangin, kuatirnya dia nyelonong aja ke bibir tebing. Soalnya sampai waktu aku ke sana itu, memang gak ada pengamannya. Jadi kitanya yang harus hati-hati.

  19. That’s an uncommon combination but mist say a pretty amazing sight!

  20. harumhutan

    wow amaxing om !
    dan salah smua tebakan ku😀

    sebuah maha karya sang pencipta yang tercipta di yogyakarta ya, pengen juga kesini🙂

    • Thanks Wiend, iya betul-betul amazing karena kebetulan cukup jarang juga air terjun yang model begini. Soal salah menebak, gampang, lain kali di coba lagi. Atau mau nebak habis ini aku mau posting apa? Masih di sekitaran Yogya koq 😛

      Kalau bisa, ke Pantai Jogan sebelum pantainya terlalu dipoles, jadi masih asli dan pastinya lebih asyik 🙂

  21. Wow …. Foto yang ada orangnya jadi terlihat sangat kecil ya mas dibandingkan dengan tebing cantiknya🙂

    • Betul, Mbak. Tebingnya memang lumayan tinggi

      • kebayang mas berdiri di atas tebing itu🙂 *ngayal aku*😛

      • Sementara belum sempat kesana, ngayal dulu gak pa-pa koq Mbak. Aku juga sering gitu 😀

      • Ngayalnya ke sana diantar Helikopter mas, keren khan ya? mumpung ngayal masih gratis mas😛

      • Nah kalau ngayal ke suatu tempat pakai helikopter itu, biasanya aku lakukan kalau pas lagi blusukan di alam yang medannya susah tuh Mbak 😀

      • Wuii … keren ya mas andai terwujud, coba pakai Helikopter ke puncak Jayawijaya? atau Alpen? ya?😛

      • He he he . . . keren sih Mbak, cuma biasanya kalau sudah begitu, lingkungannya juga jadi rusak

      • Iya sih mas, ntar keenakan semua org bisa ke puncak mana saja dgn Helikopter ya mas, makanya aku ngayal saja hihihi😛

      • Iya Mbak, aku ikutan nebeng di helikopternya Mbak Ely ya *ikut ngayal juga* 😆

  22. Kalau musim hujan, pasti gak berani mendekat ya Mas Krish. Apa lagi duduk di batu karangnya itu🙂

  23. witkoo

    Bagus mas viewnya🙂

  24. Wah! Sayang tuh. Nggak ada gadis mandi. Eh:p

  25. debit air terjunnya sih memang kecil barangkali pak Chris..tapi menurutku bentuknya sangat artistik ya.. apalagi ada bentuk lengkungan tanah yang agak mumbul miring ke atas itu.. Indah..

    • Iya Mbak, unik, karena biasanya air terjun di gunung dan alirannya baru membentuk sungai di bawahnya, tetapi yang ini sungai yang muaranya berupa air terjun yang langsung ke laut

  26. A waterfall on the beach ? Something rare and it looks so beautiful.

    I feel that, you were there at the right time, at low tide🙂

    The images are so beautiful, that this amazing landscape is showcased perfectly🙂

  27. I love the ocean! Wish I was there……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: