Daily Archives: May 11, 2014

A waterfall at the beach

Do you still remember the beach called Siung which I brought to you through my previous post? Well, close to Siung Beach, there was another pretty beach, and I must say that the beach was more attractive because it had a waterfall that poured its water directly to the sea. Unfortunately, when I visited the beach, the sea was in low tide, so I could not see the water dropped to the sea, but it dropped to the corral below, instead. The beach’s name was Jogan Beach, and it also located in Tepus District, Gunungkidul Regency, Yogyakarta.

IMG_JOG01

The beach waterfall at Jogan beach was not too high; I think it was only about 10 meters high. It was also not too wide. The water would be very small when it came to the dry season. So if you want to visit the beach, make sure that it was in rainy season (September to March).

To reach the beach, travelers had to take the same route as the route to Siung Beach. Before reaching Siung beach, there was a wooden sign at the right which show the road to Jogan Beach. The road to the beach was a dirt road and it was pretty narrow. At the end of the road, travelers would find a small river that flow directly to a cliff. Yes, the end of the dirt road was the top of the waterfall. The beach was laid below. It was not a sandy beach, but it was a corral beach. To come to the beach, travelers could use a narrow and slippery path by the side of the waterfall. I was not climb down to the foot of the waterfall at that time, because the path was too slippery because of the rain that poured in the morning. Right before me, a man slipped at the path. Lucky him that he could grab a strong root so his body was not slipped to far.

Jogan Beach was not as crowded as Siung Beach. Many people overlooked Jogan Beach, so they just passed it on their way to or from Siung Beach. As for the name, I assumed “Jogan” was derived from the word ‘grojogan’ which means waterfall in local language. Heard that nowadays, Jogan Beach became more and more popular, so many people came to see the uniqueness of Jogan Beach, either before or after they visited the neighbouring Siung Beach.—

IMG_JOG06IMG_JOG07

 

Keterangan :

Masih ingat postinganku mengenai Pantai Siung? Nah . . tidak jauh dari Pantai Siung itu, ada satu pantai lain yang siap untuk dinikmati kecantikannya. Bahkan menurutku, pantai ini justru lebih menarik, karena di pantai tersebut terdapat sebuah air terjun yang airnya tertumpah langsung ke Samudera Indonesia yang ada di bawahnya. Sayangnya ketika aku ke sana, kebetulan air laut sedang surut, sehingga aku tidak melihat air yang tertumpah ke dalam laut, melainkan air yang jatuh di hamparan karang yang ada di bawah air terjun itu. Hamparan karang itu akan berada di bawah permukaan air pada saat air pasang. Tahu kan pantai mana yang aku maksud? Ya pantai yang aku maksud ini adalah Pantai Jogan.

Air terjun yang ada di Pantai Jogan sebetulnya tidak terlalu tinggi. Taksiranku, tingginya tidak lebih dari 10 meter. Lebarnya juga tidak seberapa karena terjunan air itu turun di sebuah cerukan. Air yang ditumpahkan juga tidak terlalu deras, padahal ketika aku ke sana, masih termasuk di tengah-tengah musim penghujan. Katanya sih pada musim kemarau, air yang mengalir berkurang banyak, sehingga air yang tertumpah ke samudera itupun hanya serupa tirai air yang sangat tipis. Jadi, kalau mau ke sana, pastikan ke sana pada musim penghujan ya, supaya bisa menikmati kegagahan air terjunnya.

IMG_JOG05

Untuk mencapai Pantai Jogan, pelancong bisa mempergunakan route yang sama dengan route yang ditempuh untuk menuju Pantai Siung, hanya saja sebelum mencapai Pantai Siung – tidak jauh dari loket penjaga pantai, ada papan petunjuk di sebelah kanan jalan yang mengarahkan kendaraan yang dipergunakan pelancong yang mau berkunjung ke Pantai Jogan memasuki sebuah jalur sempit. Jalur ini belum beraspal, dan lebarnya prakstis hanya cukup untuk lewat satu mobil. Di ujung jalan, ada daerah yang agak luas sehingga kendaraan bisa diparkir di situ. Di situ pula pelancong akan menyaksikan sebuah aliran sungai yang berakhir di suatu tebing. Ya . . . memang di situlah puncak dari air terjun. Pantainya sendiri ada di bawahnya. Jadi kalau pelancong ingin turun ke pantai dan menyaksikan air terjun dari arah depan, pelancong harus menuruni sebuah jalur tanah yang cukup curam dan lumayan licin di samping air terjunnya. Aku sendiri waktu itu memutuskan untuk tidak turun ke pantai dan cukup puas menyaksikan keperkasaan air terjun dari samping. Aku tidak mau terpeleset seperti orang di depanku yang tubuhnya nyaris terbanting ke karang yang ada di bawah air terjun. Untung orang tersebut cukup sigap meraih tonjolan akar yang ada di situ. Hujan yang turun sepanjang pagi memang membuat jalur turun ke pantai sekaligus ke kaki air terjun itu lebih licin dari biasanya.

Nama ‘Jogan’ rasanya merupakan singkatan dari ‘grojogan’ yang berarti air terjun dalam bahasa setempat. Seperti umum terjadi dimana-mana, penduduk setempat akan menamakan sebuah daerah, termasuk pantai, sesuai dengan keunikan yang bisa menjadi penanda yang ada di daerah atau tempat tersebut. Nama Pantai Jogan sekarang semakin populer. Banyak orang yang sudah mendengar keunikannya dan akhirnya memutuskan untuk berkunjung guna melihat sendiri adanya air terjun yang airnya tertumpah langsung ke laut itu. Rasanya tidak lama lagi Pantai Jogan juga akan menjadi seramai Pantai Siung yang terletak di sebelah timurnya itu.–

IMG_JOG18

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , | 74 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.