Monthly Archives: April 2014

Birds under the domes

Hellooo . . .

Hellooo . . .

What I mean with domes here, are giant bird cages in which people built ecosystems suitable for birds that put into the cages, so the birds feel as if they live in their own habitat. Yes, I talked about a bird park. Although it was not as big as other bird park in other places, the bird park I visited recently was well managed and it has various kind of birds from all over Indonesia. The bird park was located in a giant park in East Jakarta known as Taman Mini Indonesia Indah (Beautiful Indonesia in Miniature Park), a park dedicated to introduce many aspects of Indonesia’s uniqueness and diversities which still bound in unity under the philosophical foundation of the country.

IMG_TBU02

Ok, about the bird park, or here it called Taman Burung; it had only one dome-shaped cage when it was built in 1975, but when it was inaugurated in 1987, the bird park had already 9 domes on a 6 acres lawn. The biggest dome was 30 meters high with the diameter of 68 meters; while the smallest one was 9 meters high which diameter was 20 meters. The birds in the domes were divided according to their zoo-geography which basically consists of two main region: Western Indonesia and Eastern Indonesia. Aside being functioned as a typical zoo, the bird park here was also functioned as a bird breeding facility, especially for the extinct species.

According to the data I’ve got at that time, there were more than 300 species lived in the giant cages, as well as in the smaller cages along the boundary of the park. Travelers who came to the park could walk along a path in those giant dome-shaped cages and came very close to the birds without bordered by anything. For some big or wild species such as eagles and cassowaries, however, additional cages needed to protect the human as well as the birds themselves.

IMG_TBU08

Anyway, in my opinion, the park was a perfect place for every bird lovers, especially for they who want to know about Indonesian endemic birds; from the big and colorful birds originated from the eastern part of Indonesia to the smaller species of birds from the western part of Indonesia.–

Keterangan  :

Burung-burung yang ada di bawah kubah? Ya memang begitu karena yang aku maksud memang para pelancong betul-betul bisa melihat dan bahkan berinteraksi dengan berbagai jenis burung di dalam sangkar-sangkar raksasa yang berbentuk kubah. Sepintas malah bangunan sangkar-sangkar raksasa itu kelihatan seperti bangunan-bangunan yang sering muncul dalam film-film fiksi ilmiah  🙂

IMG_TBU11

Sangkar-sangkar burung rkasasa itu terdapat di Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta Timur. Posisinya memang agak di belakang, dan sangkar-sangkar raksasa itu berada dalam sebuah kawasan yang dikenal dengan nama Taman Burung. Pada saat pertama kali dibangun pada tahun 1975, Taman Burung ini hanya memiliki sebuah sangkar raksasa berbentuk kubah. tetapi seiring dengan berlalunya waktu, Taman Burung ini semakin ditata dan disempurnakan, sehingga ketika diresmikan pada tahun 1987, di sana sudah terdapat 9 buah sangkar raksasa yang kesemuanya berbentuk kubah yang berdiri di atas lahan seluas 6 hektar yang tertata rapi dan enak dipandang mata. Sangkar terbesar memiliki tinggi 30 meter dan garis tengah kubahnya 68 meter, sedangkan yang terkecil berukuran tinggi 9 meter dengan garis tengah 20 meter. Kebayang kan betapa besarnya  😎

IMG_TBU12

Secara umum, sangkar-sangkar raksasa itu bisa dibagi menjadi dua bagian, yaitu yang berisi burung-burung yang berasal dari bagian barat Indonesia dan burung-burung yang berasal dari bagian timur Indonesia. Pembagian zoogeografi ini dahulu dilakukan oleh Albert R. Wallace, sehingga garis hipotetis pemisah kedua bagian itu dikenal sebagai Garis Wallace yang membentang di antara Kalimantan dan Sulawesi terus ke arah selatan sampai membelah Selat lombok. Sebetulnya yang dibagi oleh garis ini tidak hanya faunanya, melainkan juga flora-nya. Untuk burung-burungnya, spesies yang berasal dari sebelah barat garis hipotetis tersebut warnanya tidak terlalu mencolok dan ukurannya juga relatif kecil-kecil, sedangkan yang berasal dari sebelah timurnya biasanya memiliki warna yang lebih mencolok dengan postur tubuh yang relatif lebih besar.

Di dalam masing-masing sangkar raksasa itu juga ditanam berbagai jenis tumbuhan sesuai dengan dengan sebaran geografisnya juga; sehingga hampir tidak mungkin pelancong menemukan tumbuhan endemik dari bagian barat Indonesia dalam sangkar yang berisi burung-burung yang berasal dari bagian timur Indonesia. Penanaman berbagi jenis tumbuhan tersebut juga dimaksudkan agar burung-burung di dalam sangkar-sangkar raksasa itu merasa berada dalam lingkungannya alamiahnya sendiri. Maklum saja, selain berfungsi sebagai kebun binatang yang koleksinya hanya terdiri dari unggas, Taman Burung juga berfungsi sebagai sarana penangkaran burung, khususnya burung-burung yang di alam sudah terancam kepunahan.

Ooops . . .

Ooops . . .

Dari penuturan penjaganya, di Taman Burung ini diperlihara lebih dari 300 jenis burung dari seluruh Indonesia, sehingga bisa dikatakan merupakan Taman Burung yang terlengkap di Indonesia. Karena itulah, rasanya Taman Burung merupakan tempat yang cocok dikunjungi oleh para pecinta burung. Meskipun demikian, bagi yang bukan pecinta burungpun rasanya akan suka juga berkunjung ke sana, berjalan-jalan dan berinteraksi langsung dengan berbagai jenis burung yang terbang bebas di dalam sangkar-sangkar rakasa berbentuk kubah itu.–

Don't take my picture!

Don’t you dare taking my picture!

Advertisements
Categories: Travel Pictures | Tags: , , , | 96 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.