Gloomy afternoon in a beach threatened by abrasion

A day before the Makepung event in Jembrana, Bli Budi brought me to a beach which was surrounded by many fishermen houses, to ‘hunt’ for sunset. The beach was called Cupel Beach. It was close enough to Jembrana, and became one of the favorite places for the locals to spend their holiday. Unfortunately, as we came to the beach, the sky became so gloomy; the sun chose to hide behind lumps of dark clouds. With such condition on the spot, our intention to get colorful sunset scene at Cupel seemed should be forgottenย ๐Ÿ˜ฆ

IMG_CUP01

Anyway, did not want to give up easily, we still tested our patience in the beach, waited and hoped that the dark clouds would fade away. As we waiting, we also explored the surrounding area to look for any interesting spot which could be used as the foreground of our expected sunset.

What we found in the area was quite shocking, since we found that constant blow of waves after waves seriously threatened to destroy the area. Event the sea wall which was built to prevent the abrasion was partly damaged and even ruined in some parts. Yes, Cupel was a relatively barren beach with no vegetation grew to block the waves. Perhaps . . . it was just perhaps, mangrove could minimize the abrasion. Or, were there any other means to protect the beach area? Well, there should be any means to protect the beach area, I think.–

IMG_CUP05IMG_CUP10

Keterangan :

Sehari sebelum dilangsungkannya acara Makepung di Jembrana, Bli Budi sempat mengajakku ‘berburu’ matahari terbenam di pantai yang tidak jauh dari Jembrana. Waktu itu yang dipilih adalah Pantai Cupel. Sebuah pantai yang dikelilingi beberapa rumah nelayan. Pantai yang landai di satu sisi dan berbukit di sisi lain ini juga merupakan salah satu tempat favorit penduduk setempat untuk bersantai di hari libur. Sayangnya, semakin kami mendekati pantai, langitpun tampak semakin gelap karena tertutup awan mendung. Bahkan sesekali gerimis tipis sempat mengiringi perjalan menuju Pantai Cupel. Dengan kondisi seperti itu, rasanya keinginan untuk bisa menyaksikan keindahan sunset di Pantai Cupel harus dilupakanย  ๐Ÿ˜ฆ

Meskipun demikian, sambil terus memperhatikan langit, kendaraan tetap dipacu menuju Pantai Cupel. Ceritanya sih gak gampang menyerah gitu. Harap-harap begitu sampai di pantai, langit berubah menjadi lebih cerah sehingga tujuan semula masih tetap bisa tercapai. Bahkan sesampainya di pantai, Bli Budi dan aku masih sempat melihat-lihat daerah sekitar pantai, mencari spot yang menarik.

IMG_CUP06

Tetapi tampaknya memang keinginan untuk memperoleh sunset sore itu harus disimpan untuk sementara. Awan semakin tebal, dan hembusan angin semakin kencang membawa rasa dingin. Dan rasa dingin itu semakin merayapi tubuh ketika Bli Budi dan aku menyaksikan bahwa Pantai Cupel tergerus abrasi hebat. Memang sudah ada usaha untuk menangkal abrasi itu dengan membangun tembok penghalang gelombang, tetapi tembok itu sendiripun di beberapa tempat pecah-pecah bahkan runtuh tidak mampu menahan gempuran gelombang yang terus menerus. Memang di pantai itu tidak nampak adanya vegetasi penahan gelombang. Tetapi, apakah seandainya ditanami mangrove akan bisa menolong Pantai Cupel dari kehancuran? Atau mungkin ada cara lain? Entahlah . . yang penting kawasan pantai ini harus dijaga dari kehancuran.–

IMG_CUP11

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , | 99 Comments

Post navigation

99 thoughts on “Gloomy afternoon in a beach threatened by abrasion

  1. gak ada sunsetpun tetep bisa dapet foto bagus ya mas๐Ÿ™‚

  2. BW yang ciamik Om… suka dengan tonal dan gradasinya…

  3. suram kayak pantai-panti di Pulau Sebesi, Lampung Timur

  4. Saya pernah ke pantai ini puluhan tahun yang lalu, Mas Chris. Sekarang gak punya fotonya lagi. Foto nomor satu, pohon kelapanya gak banyak berubah ya. Duh jadi pengen ke sana lagi nih. Thanks for sharing your visit with us.

    • Wah tahun berapa tuh, Pak? Hutan kelapa di latar belakang foto pertama memang kelihatan lebat sih Pak, tapi bagian sebelah sininya parah kegerus ombak. Apa memang dari dulu sudah gersang begitu?

      • Tahun 1988 (kalau saya benar).Waktu itu musim kemarau… memang nampak gersang, banyak karang dan tanahnya berbatu karang. Tapi airnya banyak ikan.

      • Wah banyak ikan, Pak? Pantas saja di sekitar situ ada perkampungan nelayan. Semula aku sempat kepikiran apa ya ada ikan di pantai gersang gitu

      • Soalnya banyak karang kayaknya๐Ÿ™‚

      • Ah ya, mungkin juga itu penyebabnya mengapa mangrove gak bisa tumbuh ya Pak. Berarti memang harus dengan cara lain untuk menyelamatkan Pantai Cupel dari gerusan abrasi

      • Topograpfi Cupel tidak sama dengan pantai kuta. Abrasi pantai akan berakhir kalau sudah mencapai daratan yang memiliki ketinggian sama dengan ketinggian maximum pasang air laut. Pencegahannya sulit Be.

      • Terimakasih pencerahannya Pak.
        Wah kasihan juga penduduk di situ ya Pak kalau memang pencegahannya sulit begitu. Apalagi dengan naiknya permukaan air laut, tentunya akan semakin dalam juga efeknya ๐Ÿ˜ฅ

      • Iya Mas. Di pantai Anyer juga ada abrasi. Kalau Mas Chris pernah ke Carita, pasti ketemu daerah pantai yang mepet banget dengan Jalan raya. Sekarang sudah parah abrasinya.

      • Ah ya betul itu Pak, perasaan awal-awal aku di Jakarta dan di ajak nginep di sana, pas pagi hari masih bisa jalan-jalan di dataran pantai yang luas, dan sekarang memang sudah jadi mepet dengan jalan. Daratan yang dulu luas sudah lenyap di telan laut ๐Ÿ˜ฆ

  5. Berarti khayalanku bener dong mas. Yang di foto Makepung favoritku kubilang latar belakangnya adalah laut. Ternyata laut Pantai Cupel ini ya

    • Memang betul laut sih, Mbak. Tapi bukan laut Pantai Cupel ini, karena posisi Pantai Cupel gak dekat dengan arena makepung. Yang kelihatan di latar belakang foto favorit Mbak Ika itu pantai apa ya namanya? Coba nanti aku tanyakan sama Bli Budi, soalnya waktu itu aku gak sempat ke sana juga

  6. The pics look really dramatic in B&W, Chris.

  7. sayang ya…, kayaknya perlu tanam manrove pak Chris

    • Mudah-mudahan saja ada yang segera bertindak ya Mbak. Soalnya memang betul-betul sayang kalau sampai hancur

      • Betul Om…maaf…kami sempat berkolaborasi dengan teman2 media cetak..untuk memuat berita abrasi di pantai ini, dan udah ulang2 masuk di media lokal, namun begitulah..penanganan masih sebatas pembuatan beton yang sudah jebol seperti om lihat wktu itu…Sedih memang om…seandainya waktu itu ngak mendung..saya ajak om ke sisi utaranya untuk sekedar minum kopi dengan sohib saya sambil mendengar jerit hatinya karena rumahnya hampir tergerus๐Ÿ˜ฆ

      • Mudah-mudahan postinganku yang gak berarti ini sempat terbaca juga oleh orang yang berkepentingan, Bli. Siapa tahu kan di antara mereka ada yang nge-blog juga dan kesasar ke tempatku. Lain waktu kalau aku sempat ke Jembrana lagi, boleh juga kita mampir di rumah sahabat Bli Budi itu untuk mendengarkan jeritan hatinya, dan mudah-mudahan aku juga bisa mengajak teman yang mungkin bisa menuangkan jeritan hatinya itu di media yang lebih formal

  8. Karena foto-fotonya dibuat abu-abu jadi tidak keliatan mendungnya๐Ÿ˜€ .

  9. Chris – It’s great to see your photo journalism again this morning. I perhaps have it categorized in the wrong place so please excuse me of my innocence – I really don’t put you in any other classification than ‘awesome sites I want to share with Tom.’ He loves photos that have a brief message advising him of location and a brief insight to where you are photographing. Tom had three good days and now he’s had several bad days. However, he’s been enjoying so many different photography sites (yours is definitely included) his primary doctor suggested yesterday I consider getting a couple of favorite cameras, lens, etc. read for a simple photo shoot and that he thinks Tom might be able to go for a drive. Wouldn’t that be nice for the both of us? Thank you so much for the awesome photos and we both love photos that tend to slip towards black and white.

    • Sheri, you really make me shy. I’m not that good for doing photo journalism.
      And you know, I felt happy when I heard about Tom’s good days and a moment later my heart was broken to know that he’s had several bad days. Hope that by know the bad days have already over, Sheri

      • Chris: Don’t sell yourself short. I read the work of several well paid photo journalist and your photos with accompanying comments are better than some of their work. Tom told me one time that the most important thing he learned from Ansel Adams was to never compare his work to others. I know how hard that is to do. I have certain blogs that I follow that Tom asks I share with him and yours is one of them.
        Yes, it’s wonderful when Tom has good days. The ups and downs are the nature of his disease. Unfortunately he has more down days than he does up and when you add in all the physical issues it gets tough.

      • Thank you, Sheri. Your words really encourage me ๐Ÿ™‚
        Please send my best regards to Tom, too. His words through yours really inspire me

  10. setidaknya mangrove bisa menahan gempuran om,daripd tidak sama sekali,jadi pantai cupel masih bisa terselamatkan…

    aku slalu suka dg foto hitam putih๐Ÿ™‚

    itu siapa laki laki yang sudang memotret diantara pohon dan 2 orang dibawah pohon yang diujung pantai tampak kecil๐Ÿ˜€

    • Yang lagi motret di bawah pohon itu Bli Budi Arnaya, sahabatku yg tinggal di Jembrana. Dia memang fotographer. Kalau dua anak itu, itu anak-anak setempat yang sore itu masih main di pantai

  11. Entah kenapa saya kok lebih suka dengan penahan gelombang laut dengan cara alami ya Pak. Penanaman bakau misalnya..daripada dipasangin tembok penghalang gelombang.. Selain tak akan kuat menahan gelombang juga pantai menjadi kurang natural..

    • Iya Mbak, aku pribadi juga lebih suka yang natural. Tetapi dengan tanah berbatu karang seperti di Cupel, memang kayanya sulit juga buat tumbuh mangrove

      • Ooh gitu ya Pak.Saya belum pernah ke sana.Pengen juga suatu saat main ke sana. O ya Pak Chris tinggal di mana sih Pak? Di daerah Bintaro ya Pak?

      • Nah sekali-kali kesana kalau pas pulang kampung Mbak.
        Utk tinggal, iya aku masih di sekitaran Bintaro. Masih kategori tetanggaan kita, Mbak, kalau aku gak salah duga ya ๐Ÿ™‚

      • Ya.. saya juga menduga kalau kita sebenarnya bertetanggaan. Dan sebenarnya kita bisa kopdaran lebih dulu ya..sebelum kopdaran dengan yang lainnya yang lebih jauh he he.. Nanti kapan kalau Pak Chris lagi nggak sedang sibuk dan tidak berpetualang..barangkalai kita bisa ketemu ya Pak..

      • Sip Mbak. Kita atur waktunya ya.
        Btw, alamat e-mail sesuai dgn yang tertera di WP-kah?

      • Ya Pak Chris. Alamatnya sama Pak. Terimakasih.

      • Sip Mbak. Terimakasih juga.

  12. lho..komentarku kok nggak langsung nongol ya? apa masuk ke spam Pak Chris?

  13. Salah satu keunggulan khas Pak Krish, tak ada kata gagal hanya berubah rencana.
    Foto dan postingan jadi senada ya Pak, pantai yang menanti perhatian atas tingginya laju abrasi.
    Salam

    • Ah Bu Prih bisa aja, waktu itu memang kebetulan masih bisa mengubah rencana koq, Bu. Daripada pulang dengan tangan hampa, he he he . . .

  14. Foto item putih itu bs bikin kesan yg dramatis yah…
    Somehow, kekecewaan mas chris ttg sunset bs dpt feel-nya di foto!

  15. Foto nya mantap banget item putih, perna nunggu sunset tapi yg dapat ujan mulu dan itu bikin ngenes banget tapi yaa di syukuri aja lah hehehe

    • Yah itulah suka dukanya nungguin alam, aku juga pernah nungguin sunset sampai dua hari gak muncul, pas hari ketiga dalam perjalanan ke airport malah sunsetnya cakep banget

      • Ditungguin ngak muncul dan ngak ditungguin malah muncul itu tragissss hahaha. Tapi aku sekarang tiap jalan ngak perna ngarepin sunset atau sunrise. Yaa sedapet nya aja๐Ÿ™‚

      • Nah itu dia Mas Cum, kadang memang mikir kalau dapat sukur gak dapat ya udah, eh tapi begitu lihat lokasi balik lagi ngarepin supaya bisa dapat sunset atau sunrise itu ๐Ÿ˜€

  16. Hi, since you were following the Blog Migration-X3, I take the liberty to leave you this message to inform you that Migration-X3 has been deleted. From now on, the same Blog and its content have the name of D.A. Lavoie, and the address is: http://dalavoie.wordpress.com . So I ask you to take note of this and it will be a real pleasure to greet you there! Have a nice day, D.A. Lavoie.

  17. Dingin ya. Brrrr….!

  18. kami malah belum pernah ke pantai Cupel mas, keren ya namanya๐Ÿ™‚

    rasanya belum pernah dapat sunset di Bali mas selama aku dan suami liburan di sana, pernah ya nunggu hampir seminggu tiap hari sunset di Kuta, kecele melulu hihihi … di kampung sini malah bisa sering ketemu sunset๐Ÿ™‚

    fotonya terlihat lain ya mas๐Ÿ™‚

    • Rasanya wajar kalau gak banyak orang yang sudah ke pantai ini, Mbak, karena memang bukan atau paling tidak belum menjadi tempat wisata yang dijual. Masuk kesana pun masih bebas dari pungutan.

      Trus kalau belum pernah dapat sunset di Bali, berarti Mbak Ely dan suami harus berlibur ke Bali lagi nih ๐Ÿ˜›

      Fotonya terlihat lain bagaimana ya Mbak?

      • bulan November kmrn sempat ke Bali jg mas, walau suami dlm keadaan sakit jd nggak bisa ke mana mana jadinya, tapi tetep aja nggak bisa lihat sunset hihihi

        terlihat Klassik mas krn hitam putih, lain dr yg lain๐Ÿ™‚

      • Wah iya Mbak, kalau November memang sudah masuk bulan untung-untungan karena kan sudah masuk musim hujan ๐Ÿ˜›

  19. fotonya tetep bagus om meski ga ada sunsetnya๐Ÿ˜€
    pantainya sepi ya om..kayanya enak kalo buat liburan bareng keluarga.. blm serame kuta

    • Terimakasih . . ๐Ÿ˜€
      Pantainya memang sepi karena bukan tempat wisata seperti Kuta dan pantai-pantai lain yang sudah terkenal di Bali. Buat liburan bareng keluarga . . mmmmm . . rasanya gak terlalu cocok juga deh, karena di sekitar situ merupakan perumahan nelayan, kecuali memang sengaja mau berlibur di daerah nelayan lho ya

  20. fotonya bagus, malah lebih bernyawa saat hitam putih seperti itu.
    Salam kenal Om Chris๐Ÿ™‚

  21. Meskipun fotonya hitam putih, Pantai Cupel tak kehilangan daya tariknya. Mudah2an ketemu solusi agar pantai ini tak terus menerus tergerus ya Mas Crish, sayang kalau aset ini sampai hilang ..

  22. fotonya keren pk …
    auranya jadi agak mencekam gitu …๐Ÿ˜€

  23. Postingan travelling yg selalu menarik… as usual…๐Ÿ˜€
    Have a wonderful day mas Khris… !!

  24. hitam putih yang indah om

  25. Haloooooo Om….Sibuk nich ceritanya?

    • Gak sibuk sebenarnya Bli. Kemarin beberapa minggu sempat terkapar di tempat tidur, dan baru minggu lalu mulai beraktifitas rutin lagi. Cuma karena banyak yang harus dikejar di kantor sementara badan juga belum terlalu fit jadinya belum bisa posting yang baru nih

  26. Great choice of using black and white. The images are dramatic and full of emotion. Beautiful!

  27. I really like your pictures!! Thank you very nuch for all the likes! Saludos, Silvia๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: