Daily Archives: December 1, 2013

A simple village on an estuary

One morning in Bangka Island, I woke up quite early wishing that I could enjoy a tranquil atmosphere while watching the sun rising on one of Bangka’s beautiful beaches. But it seemed that my wish was gone astray since from the window I saw dark cloud hovering quite low followed by drizzle. Seeing that the weather was not quite friendly, I decided to forget the plan to visit the beach, and went to a simple village inhabited by fishermen instead in hoping that in the village the weather would be more friendly.

IMG_KUR05

The village was located in Koba District, in Central Bangka, about 20 kilometers to the south of Pangkalpinang. The village was known as Kurau. The houses in the village were scattered along both sides of a river called Kurau River. Most of the houses were simple stilt wooden houses, so at high tide the houses looked like floating houses on water. The people of Kurau built their houses on stilts because the soil under their houses always wet and muddy due to the tide which affecting the water of Kurau River. Some of the houses also had a simple wooden pier in front of their houses which they used to tether their boats.

IMG_KUR04

IMG_KUR08

IMG_KUR01

Kurau was divided into two parts by the river to be East Kurau and West Kurau. The two parts were connected by a bridge over the Kurau River that known as Kurau Bridge. Almost all of the people lived in the village live a very simple life. Most of them were the descendants of Bugis people who were famous as very tough sailors. There were some Melayu Bangka people lived in the village, too.

The usually quiet village would turn quite lively and crowded in the week-end because many people came either to buy fresh fishes, shrimps, and crabs; or just had the village as their starting point to visit Ketawai Island which located off the shore of Kurau River’s estuary. It was said that Ketawai Island had beautiful underwater scenery. Unfortunately I did not have enough time to visit the island at that time. Well . . . hope that there will be a time for me to visit the island in the near future  🙂

 

 

Keterangan :

Subuh itu aku terbangun dengan harapan akan bisa menyaksikan terbitnya sang mentari di salah satu pantai yang ada di Pangkalpinang. Tetapi ternyata semangat yang semula menggebu menjadi kempis seiring dengan terlihatnya awan mendung menggelayut rendah dilangit disertai derai gerimis tipis di luar jendela kamar hotelku.

Setelah sejenak terdiam, akhirnya aku memutuskan untuk mengubah rencana. Aku membatalkan acara menyongsong fajar di pantai menjadi kunjungan ke sebuah desa nelayan yang berjarak kurang lebih 20 kilometer dari Pangkalpinang ke arah selatan. Harapannya sih di desa tersebut cuaca lebih bersahabat.

Desa yang menjadi tujuanku dikenal dengan nama Desa Kurau. Desa ini masuk Kecamatan Koba, Bangka Tengah. Semula aku berharap subuh itu masih bisa menyaksikan kegiatan para nelayan yang pulang dari kegiatannya mencari ikan sepanjang malam sebelumnya. Tetapi ternyata yang aku dapatkan adalah dermaga yang sudah sepi. Wah aku kesiangan juga rupanya meskipun langit masih gelap  😦

IMG_KUR02

IMG_KUR03

Yah daripada pulang tanpa hasil, mendingan aku berkeliling melihat-lihat perkampungan yang tampak sepi itu. Aku perhatikan, hampir semua rumah di desa  itu merupakan rumah panggung sederhana yang terbuat dari kayu. Rumah-rumah panggung itu memenuhi kedua sisi Sungai Kurau yang membelah desa itu menjadi Kurau Barat dan Kurau Timur. Kedua wilayah itu dihubungkan dengan sebuah jembatan yang dinamakan Jembatan Kurau.

Penduduk desa yang sebagian besarnya merupakan keturunan orang-orang Bugis itu membangun rumahnya dalam bentuk rumah panggung karena tanah di bawah rumah mereka selalu basah dan berlumpur akibat pasang surut air laut yang masuk ke aliran Sungai Kurau. Pada saat pasang tinggi, rumah-rumah itu kelihatan seperti terapung-apung di air. Beberapa rumah tampak memiliki dermaga kayu sederhana di depan rumah yang dipergunakan pemiliknya untuk menambatkan perahunya.

IMG_KUR06IMG_KUR07

Desa yang biasanya tenang ini akan menjadi lebih hidup dan ramai pada akhir pekan karena banyak orang datang ke sana untuk berbelanja hasil tangkapan nelayan yang masih segar. Selain yang berbelanja, banyak juga yang datang ke Desa Kurau ini karena mereka mempergunakan desa ini sebagai titik keberangkatan ke Pulau Ketawai yang ada di lepas pantainya. Katanya sih pemandangan bawah laut di Pulau Ketawai cukup indah. Sayangnya waktu itu aku tidak punya cukup waktu untuk berkunjung juga ke sana. Yah mudah-mudahan pada kesempatan berikut aku bisa ke sana  🙂

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , | 82 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.