Daily Archives: November 13, 2013

A temple on a hill

On my way from Pangkal Pinang to Belinyu (Bangka Island), when entering Sungailiat District, I drove along an empty road which in some parts was pretty close to the shore. At a point, there was a cliff facing a beautiful beach far below, while on the other side, there was a hill. Since the scenery was quite pretty, I decided to stop for a while to explore the area. I also tried to look for a path which would lead me down to reach the beach. It seemed a perfect idea, to be able to play in the water in the very hot sunny day  🙂

can you see the white sands on the shore?

can you see the white sands on the shore?

When my friend knew about my intention, he suggested me to climb upward to the hill instead of down to the beach. He said that the view from the top of the hill would be better. More than that, I could save my energy because I could use the car to reach the top.

So . . . off we went to the top of the hill . . . by car of course  😛  The road to the top was quite good, and once we reached the top, I was stunned to see that there was a big Chinese Temple stood still facing the sea. At that time, the temple was still being built. I saw some workers were finishing the exterior while some others were decorating the interior of the temple.

In my opinion, the temple will be very beautiful when it finished. Imagine that a big Chinese Temple which looked similar to the Temple of Heaven in Beijing, China, stands facing the blue sea with ripples touching the white sandy shore below the cliff; the now barren front yard will turn green with some flower plants and become a pretty garden, and also several big trees blocking the scorching heat of the sun with their dense leaves.

Before I left the area, I asked about the name of the beach at the foot of the cliff. Their answer was : Pantai Tikus, which literally means the Mouse Beach. Unfortunately, nobody could tell me how the beach got its name. One of them said that perhaps the name was assigned to the place because there was many granite rocks on the beach which looked like mice. Well . . the rocks are still there, but I cannot see any resemblances with any mouse  🙄

Keterangan :

Dalam perjalanan dari Pangkal Pinang ke Belinyu, begitu memasuki daerah Kecamatan Sungailiat, kendaraan yang aku tumpangi masuk ke sebuah jalan alternatif yang di beberapa bagiannya sejajar dan bahkan berjarak tidak jauh dari pantai. Pada suatu tempat, jalan tersebut melalui sebuah tebing dengan pemandangan sebuah pantai berpasir putih yang tampak sepi di bawahnya, sementara di sisi lain jalan berdiri sebuah bukit yang tidak terlalu tinggi. Karena tidak mau melewatkan pemandangan yang indah ini, aku meminta agar kendaraan berhenti sebentar di atas tebing sehingga memungkinkan buat aku dan keluarga untuk menikmati keindahan yang tersaji. Aku sendiri tidak lama kemudian sudah sibuk mencari jalan yang kira-kira bisa menuntun langkah kakiku menuruni tebing guna menyambangi pantai tersebut. Aku bayangkan, pastilah menyenangkan untuk bisa sekedar bermain air sejenak di siang panas itu.

Sewaktu aku sampaikan niatku itu kepada temanku yang kebetulan hari itu menemaniku bersama keluarga untuk berkunjung ke Belinyu, bukannya membantu mencarikan jalan melainkan dia justru menyarankan untuk mendaki bukit yang ada di sisi lain jalan itu. Dia bilang selain di atas pemandangannya akan lebih luas, juga bisa menghemat tenaga, karena untuk mencapai puncak bukit itu bisa dilakukan dengan kendaraan. Jadilah kemudian aku dan keluarga kembali ke mobil, yang kemudian langsung dikemudikannya menuju puncak bukit melalui jalanan yang sudah relatif bagus. Dan . . . sesampai di atas mataku terbelalak karena ternyata di sana terdapat sebuah bangunan kelenteng yang cukup besar dan masih dalam tahap penyelesaian. Meskipun belum selesai, keindahan dan kemegahan bangunan tersebut sudah tampak dengan jelas.

the temple on a hill

the temple on a hill

Kelenteng itu berbentuk seperti silinder, dan kalau diperhatikan bentuknya sangat mirip dengan Temple of Heaven yang ada di Beijing, di China sana. Aku jadi membayangkan keindahan tempat itu kalau kelenteng tersebut sudah selesai, dan halaman depan yang saat itu gersang nantinya sudah ditumbuhi aneka tanaman yang hijau membentuk sebuah taman yang asri. Pohon-pohon yang sekarang masih meranggas nantinya menjadi rimbun sehingga bisa meredam kegarangan panas matahari Bangka. Wah koq ya terus jadi menghayal gini ya  😳

Setelah berkeliling sebentar di sana, dan sebelum meninggalkan tempat itu, iseng aku bertanya kepada orang yang ada di situ mengenai pantai yang ada di bawah itu. Orang-orang mengatakan bahwa pantai itu dikenal dengan nama Pantai Tikus. Tapi sayangnya tak seorangpun yang bisa menceritakan mengapa pantai tersebut disebut Pantai Tikus. Ada sih orang yang mencoba memberikan jawaban meskipun terus terang aku agak meragukannya; katanya di pantai tersebut banyak terdapat bebatuan granit yang kalau dilihat sepintas tampak seperti sekawanan tikus. Nah batu-batu itu masih ada sih sampai sekarang, tapi dari atas sini menurut aku koq ya gak ada mirip-miripnya dengan tikus yah. Atau mungkin harus di lihat dari arah pantai? Kalau iya begitu, berarti suatu waktu aku harus balik lagi ke sini untuk turun ke pantainya dan melihat bebatuan itu. Kapan ya enaknya . . . ?  🙂

Categories: Uncategorized | 50 Comments

Blog at WordPress.com.