Corner of Jakarta – colourful bikes are waiting for you

The pictures below were taken in a corner of Jakarta – Indonesia, which known as the Old City Area. It is located in the northern part of the city. The Old City Area was the heart of a fortress city called Batavia in the Dutch colonial era. That is why there are so many old European styled building in the area. One of them is the one which was used as the City Hall. The building was built by Johan van Hoorn, Governor General of the Dutch East Indies in the 18th century.Β  I’ll tell you more about the building that now become the Museum of Jakarta’s History later. Now, I just want to focus on the colorful bikes that can easily found in a square in front of the museum.

The Museum of Jakarta's History

The Museum of Jakarta’s History

Anyway, the colorful bikes can be rented to wander around the Old City Area. A one hour tour on a bike is enough, I think. So . . . just go, talk to the bikes owner, choose a bike you like, and once you settle the payment, you can ride around the square or even farther to see and feel the old colonial aura around the areaΒ πŸ™‚

IMG_BIK02

IMG_BIK05

IMG_BIK06

Keterangan :

Foto-foto di postingan kali ini aku ambil di salah satu sudut kota Jakarta. Pasti semua sudah tahu deh kalau itu diambil di Kawasan Kota Tua, tepatnya di pelataran Museum Sejarah Jakarta. Yah sebagai pusat kota di Jaman Penjajahan Belanda dulu, Kawasan Kota Tua memiliki banyak gedung bergaya Eropa abad pertengahan, baik yang masih terawat maupun yang sudah setengah hancur. Salah satu yang masih lumayan terawat adalah sebuah gedung yang dahulu dibangun oleh Gubernur Jenderal Johan van Hoorn di abad ke 18. Gedung ini semula dipergunakan sebagai Balai Kota. Cerita mengenai gedung yang sekarang sudah dijadikan Museum Sejarah Jakarta ini aku ceritakan lain kali saja ya. Kali ini aku pengen fokus ke sepeda-sepeda aneka warna yang berjejer rapi di tepi lapangan yang ada di depan museum ini.

Sepeda-sepeda itu bisa disewa dengan harga yang relatif murah untuk dipergunakan berkeliling Kawasan Kota Tua sambil sesekali berhenti kalau ingin berkunjung ke salah satu bangunan tua yang banyak tersebar di daerah itu. Biasanya perjalanan ini akan ditemani seorang pemandu. Mungkin pemandu ini sekalian memastikan bahwa sepeda-sepeda ini akan kembali kepada pemiliknyaΒ πŸ˜€

Nah jadi tunggu apa lagi? Ayo temui si pemilik sepeda, setelah urusan administrasinya beres, kita bisa langsung memilih sepeda dengan warna yang kita suka, terus . . . langsung sepedaan keliling menikmati suasana tempo doeloe di kawasan ituΒ πŸ™‚

IMG_BIK10

The square in front of the Museum

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , | 113 Comments

Post navigation

113 thoughts on “Corner of Jakarta – colourful bikes are waiting for you

  1. VERY NICE
    GREETING(s)from ANDREA
    BEAUTIFUL EVENING

    • It is, thanks Andrea.

      • Good morning
        Tell time I land you in the spam, if yes you can get out me please and then mu Β΄ let me te and in your setting change… Andrea wish a beautiful day you sincerely

      • Hi Andrea, yes unfortunately your comment landed in the spam folder and I’ve already un-spammed it. Hope that it will not happen again in the future πŸ™‚
        Have a good day, Andrea

      • Good morning
        This is due to WP, I can get the whole Wpfreunde and Wpler/inner at the time no comments write that all in the Spam.Vorher land I could put anywhere comments without the spam, I’m very sorry but I can ncihts sure that I land in the spam will even write the WP support times see what’s coming out.I have a good day, sincerely Andrea

  2. Thanks for sharing this one Krishna. Loved the cycles and even more, the pretty hats. Respect!

  3. Karya Om Krishna selalu mengaggumkan…. asyikkk om warnanyaπŸ˜†

  4. That these bikes come with hats is vety friendly and polite!πŸ™‚

  5. Chris foto pertama sungguh unikπŸ˜€ . POhon sebelah kiri menggambarkan musim dingin, dimana pohon jadi botakπŸ˜† apakah pohon tsb mati?, nah yg sebelah kanan warnanya bagian atas agak kuning sedangkan bawah masih sedikit hijau, menggambarkan musim gugur, dimana pohon-pohon akan mulai berubah warna karena cuaca mulai dingin.

    • Iya Mbak, di depan situ memang mengalamai musim-musim yang berbeda, di sebelah kanannya lagi malah musim panas lho Mbak karena banyak bunga πŸ˜€. Tapi terus terang aku gak tahu itu pohon mati atau masih hidup, Mbak. Kalau mati memang sayang banget karena sudah sedemikian besar dan tua juga kelihatannya.

      • o ya ya..saya baru perhatikan foto pohon di depan museum itu karena baca komen-nya Mbak Nella di sini. Sekarang saya jadi khawatir. jangan-jangan pohon itu kena virus dan mati. lalu menyerang juga pohon di sebelahnya. Soalnya di indonesia kan kita nggak punya musim gugur dan musim dingin…wong adanya cuma musim banjir dan musim kekeringan doang. Aduuuh…mudah-mudahan kekhawatiran saya tidak benar…

      • Iya, Mbak, pas baca komentar Mbak Nella aku juga jadi kepikir sama pohon itu. Pas motret sih aku cuma mikirnya itu bagus untuk melengkapi bidang foto, bahkan kalau dipadukan dengan bangunan Museum Sejarah Jakarta, bikin gedung itu tambah indah. Serasa motret di Eropa. Mudah-mudahan kekhawatiran kita salah.

    • Ikutan nimbrung, semoga saya tidak keliru, foto diambil 16 Sept 2013 pk 08.31. Beberapa jenis pohon meranggas pada puncak musim kemarau untuk mengurangi penguapan air. Semoga pohon tersebut meranggas…….
      Kombinasi meranggas dan pohon rimbun serta bangunan tua megahnya menghasilkan foto yang sangat cantik.

      • Wah terimakasih pencerahannya, Bu. Mudah-mudahan sebentar lagi betul-betul sudah kembali menghijau.
        Memang untuk urusan tanaman Bu Prih benar-benar bisa jadi sumber informasi.

      • Sayang sekali, waktu kunjungan 20 Okt 2013 kemarin, pohon meranggas benar-benar sakit hingga dipangkas, semoga tunas barunya sehat. Salam

      • Wah sayang sekali ya Bu. Mudah-mudahan cepat muncul tunas baru yang menandakan kesembuhan pohon tersebut. Tidak salah rupanya julukan Peri Kebun melekat pada Bu Prih melihat perhatian Bu Prih pada tetumbuhan yang sakit

  6. Plus a hat to match. Nice!πŸ˜‰

  7. Nessy San

    Aaaw this is so neat! I would love to learn to bike with them, hahaha! Very nice post, love it!

  8. Oh, wow! ! Cool ! !

  9. cantik cantik amat pasangan sepeda dan topinya. Kalau naik sepeda itu dan menggunakan topinya..kok sersa jadi noni noni belanda ya pak Khris.. he he

  10. topinya lucuuu….

    pake gak mas topinya saat kliling2? btw rutenya yang bisa dijelajahi pake sepeda itu kemana aja ya mas? gak terjebak kemacetan apa ya?

    salam
    /kayka

    • Aku belum sempat keliling-keliling pakai sepeda itu, Mbak. Mungkin next time ke situ lagi mau nyobain. Rutenya terserah kita, biasanya sih cuma berkeliling sekitar Kawasan Kota Tua saja. Paling jauh sampai ke Pelabuhan Sunda Kelapa, dan setahu aku sih rutenya gak macet, apalagi kan pakai sepeda, Mbak πŸ™‚

  11. Very soon this web page will be famous among all blog viewers, due to it’s fastidious content

  12. Benar Mas, gambar yang pertama indah sekali, ditambah lagi dengan gambar deretan sepeda ontel yang warna warni serasi dengan topinya, lucu…..πŸ™‚

  13. sewa sepedanya berapaan mas?

    • Sekitar 20 – 30 ribu per setengah jam, Mbak. Tapi kadang kita bisa nawar juga sih, terutama kalau pas hari-hari sepi πŸ™‚

      • oh, mahal juga ya persetengah jam segitu hehe

      • He he he . . . makanya kesananya jangan hari libur atau week-end Mbak πŸ˜›

      • aku pernah sekali mas tapi gak naik sepeda2 itu sih hehe. entah kenapa waktu itu aku gak penasaran padahal lucu juga ya

      • Kemarin itu aku juga gak naik sepedanya, bahkan gak keliling-keliling, Mbak. Aku cuma nangkring motretin sepeda setelah keluar dari Museum Wayang. Pengen juga sih kapan-kapan sesepedaan keliling di situ πŸ˜€

  14. Mas Chris beruntung datang kesana ketika sedang sepi pengunjung. Laah ketika aku kesana pas liburan Lebaran, pengunjung tumplek bleg. Dan bisa ditebak….sampah dimana-mana. Haiyyah….jadi BT😦

    • Iya nih, kebetulan waktu itu gak terlalu penuh pengunjung. Memang kalau penuh bikin mau ngapa-ngapain juga sudah malas dulu ya Mbak. Aku juga pernah tuh ke situ pas penuh, akhirnya cuma keliling sebentar trus pulang lagi.

  15. The bikes are so colorful and fun Chris. What is the story with the hats? Do they accompany the bikes? Great images! Blessings, Robyn

    • Thanks, Robyn.
      As for the hats, yes they accompany the bikes, so the one who rent a bike can wear a hat that has the same color as the bike. There is no specific story about it, just that the owner of the bikes thought that it would be fun if somebody ride an old bike in an old city area wearing a hat which similar to the hat that people usually wore in the colonial era in old Jakarta.

  16. Kaya permen! cerah banget! aku durung tau mrene lo mas.

  17. pas terakhir ke sana dgn suami kami nggak minat nyewa sepedanya mas, entah knp malahan dr sana ke Museum Bahari jalan Kaki di siang hariπŸ˜›

    • Oh kirain kalau Mbak Ely ke situ langsung ambil sepeda dengan warna yang sama dengan warna sepeda Mbak Ely di Jerman, Mbak πŸ˜€
      Eh tapi beberapa kali aku ke sana, aku juga milih jalan kaki untuk keliling sih Mbak. Lebih bebas dan fleksibel, kapan mau berhenti gak perlu repot ngeberesin sepeda dulu.

  18. Kota tua kini disulap sedemian apik ya pak. Jauh dari kesan angker dan menyeramkanπŸ™‚

  19. sepedanya kereen, aku punya beberapa foto. Tapi tak seindah ini.

  20. om kris, aku salah satu org yg selalu terkagum2 dengan kota tua.. apalagi bangunan kokoh museum fatahillah, sepeda yg berjejer2 dan pohon tua yg ada di tengah.. dan om kris membingkainya dengan sangat indah… jadi pengen ke kota tua lagiπŸ˜€

  21. Keren ommmm. Kolorpul!

  22. kantor pos? itu disebelah mana ya?kok aku ga pernah liat ato aku yang gak ngeh yaπŸ™„

    cantik cantik sepedanya..sayangnya aku belum pernah pake sepedanya..

    **kesana lagi aaah cuma buat maen sepedaan…enaknya sorean ya jadi ga panasπŸ˜€

    • Kantor Pos ada di seberang Museum Sejarah Jakarta Mbak.
      Kalau mau gak panas mendingan pagi mungkin, supaya belum terlalu rame juga.

  23. sekarang jadi tambah bagus ya setelah adanya “pembersihan”

  24. What lovely colour bikes these are, and I love the matching hats.πŸ™‚ Thanks for sharing your beautiful photos of a place I would really like to visit.

  25. Tiap sore tempat ini ramai sekali. Senang melihatnya penduduk Jakarta punya tempat hangout bernuansa pendidikan. Senang juga sekarang para pedagang kaki lima sudah mulai teratur, gak sembarangan buka lapak. Semoga kesana tambah bagus ya Mas Krish..

  26. Menikmati foto-fotonya dari waktu ke waktu kota tua ini kian tertata ya Pak.
    Warna-warni sepedanya ceriakan nuansa kota tua…(hmm kenapa ya koq topi lebar di depan, apakah noni memboncengkan sinyo bertopi sinder ya, …, ah fleksibel koq siapa didepan atau dibelakang).
    Terima kasih Pak selalu berbagi kekayaan budaya dan keindahan foto melalui blog ini. Salam

    • Iya Bu, semoga semakin ke depan semakin asri dan teratur.
      Untuk topi lebar di depan, rasanya cuma untuk urusan kepraktisan saja, mengingat kalau diletakkan di boncengan sepeda akan mudah diterbangkan angin. Meskipun demikian, ada juga beberapa topi sinder yang justru disangkutkan di depan.

  27. beautiful shots Chris

  28. JK Bevill - Lost Creek Publishing

    Have a good weekend Chris.

  29. Wah… sudah lamaaa nggak ‘keluyuran’ di seputaran Kota Tua (Beos), padahal dulu setiap hari melewati kawasan tersebut.
    Foto-fotonya ciamik dan ‘eye catching’…πŸ˜€

  30. Hi chris13jkt
    I nominated you for your good blog of pictures and travel notes, with The Versatile Blogger Award! http://joellewrites.wordpress.com/category/awards/
    Spend a good weekend.

  31. Oh , wow! That’s really cool. Colorful bikes lining up against a very clean space. And those hats, just beautiful. Have a great day!

  32. Kawasan museum memang khas dg berjejer sepeda ontel ya, jaman tempo doloe biasa d’sebut” paris van java bkan sich? Masi bingung

    • Sebutan Paris van Java itu untuk kota Bandung, sedangkan untuk kawasan Kota Tua Jakarta, dulu disebut dengan nama Nieuw Hoorn karena dibuat dan di desain mirip dengan kondisi kota Hoorn yang merupakan kota kelahiran JP Coen. Mudah-mudahan aku gak salah sih πŸ˜€

  33. udah lama kayaknya nggak luntang lantung di Kota.., udah berapa bulan ya..
    aku udah nandain salah satu ojeker sepeda yang jago kasih penjelasan, si bapak waktu itu ngajak keliling ke obyek wisata religius aja, tapi belum kesampaian terus
    si bapak kasih usulan itu karena
    semua obyek di sekeliling Taman Fatahillah kan udah sering banget kudatangi…

  34. Haaa mas Christ ajarin aku motreeeet *ngerengek*πŸ™‚

  35. Those are pretty. It looks like a lovely city.

  36. Selamat pagi mas Khrisna, apa kabar ? sudah bulan Oktober lho , sepertinya sedang jalan jalan berwisata ya mas ?πŸ˜›

    • Kabar baik, Mbak. Terimakasih. Mbak Ely sekeluarga juga sehat kan ya?
      Iya nih sudah Oktober saja dan aku belum ngepost lagi. Gak jalan-jalan sih Mbak, cuma gak tahu lagi bumpet aja. Beberapa kali bikin draft postingan akhirnya didelete lagi karena gak sreg 😦

      • suami msh belum fit mas, tapi sdh kerja lagi sih, hidungku meler hihihi tadi sepedeaan pagi meler terus, tapi dipaksa wae, kalau dibiarkan bakalan kemayu mas flunyaπŸ™‚ ..mas Khrisna dan keluarga sehat sehat saja ya di sana, . Emang nggak bisa dipaksa ya mas, kalau nggak sreg, aku aja punya stok Foto byk dgn berbagai tema kok ya malas mau ngecilin ukuran fotonya,πŸ™‚

      • Mudah-mudahan dengan dipaksa sepedaan dan menghirup udara segar flunya Mbak Ely dan suami bisa segera hilang, Mbak. Aku sekeluarga sehat, matur nuwun, Mbak πŸ™‚
        Soal jenuh dan lagi gak sreg memang begitu ya Mbak. Aku juga punya beberapa ide untuk bahan postingan, tapi kebetulan ini mau mulai aja koq susah. Padahal kalau lagi gampang, sekali mulai bisa jadi beberapa postingan sekaligus. Mudah-mudahan sih bumpetnya gak kelamaan nih.

  37. The only major problem is…
    i can’t ride bicycles mas…hahah

  38. annybloog

    fantastic blog… Gretting from Poland!

  39. Wow. Aku ketinggalan zaman deh nih. Sampe-sampe aku seneng berlama-lama nongkrong di postingan ini. Aku suka sekali foto2nya. keren dan colorful! makasih nih Mas Chris dah disahre untuk kita. Salam ngebog!…πŸ™‚

  40. Waaa… jadi ingat wayang yang ada di Jawa, tapi ada sedikit perbedaan karakter *mungkin* he he he… nice post Pak Chris…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: