A bunch of thread in the forest

Well . . . of course that is not a real bunch of thread. It is just a name given by locals to a waterfalls which is located in Aik Berik Village, in Central LombokWest Nusa Tenggara. Its real name is Benang Setokel Waterfall. Benang can be translated as thread, while setokel means a bunch. So Benang Setokel can be translated freely as a bunch of threadπŸ™‚. It has its name because the locals see that the stream at the waterfalls look like threads that bound together at one point.

IMG_BST01Anyway, there are two waterfalls side by side at the location. The left one is smaller than the other. There is also a shallow pond at the bottom of the waterfalls.

Benang Setokel Waterfalls is located at 552 meters above sea level, at the slope of mount Rinjani, which make the temperature is quite cool all year long. The area is also one of many starting points to climb Mount Rinjani. It is said that the track from there is the shortest track to reach the summit.

By the way, do you know that there is a local legend related to the waterfalls? Well . . it is said that a goddess called Dewi Anjani, who resides and guard the mountain area, at a certain times comes to the waterfalls and wash her hair at the waterfalls. Because of that, the locals believe that ones with hair problem, should come to the waterfalls and wash their hair in there to get rid of their hair problems. They also believe that a person who take a bath in the pond under the waterfalls will look a year younger. The belief is still exists now and it makes many people come to take a bath under the waterfalls.

IMG_BST04

The waterfalls can be reached in about one hour drive from Mataram through a not so good road; and in some parts are quite narrow. Along the road, travelers will see local people do their daily routine in their fields. Trucks and vans that bring agricultural products dominate the road. There are no public transports can be used to reach the location. Travelers might be better using a rental car or taxi, and please tell the taxi driver to wait, or else travelers have to cover the 30 kilometers road back to Mataram on footΒ :mrgreen:.

Reaching the location, travelers will find a parking area close to a small building where travelers should pay small money for the village cash which will be used for maintaining the area. From there, travelers should walk for about 15 – 30 minutes through a cemented path toward the waterfalls. There are some street vendors selling bottled water, soft drinks, and local snacks along the path, but still no restaurants.–

IMG_BST03

 

Keterangan :

Seikat benang di tengah hutan? Yah . . . yang pasti bukan betul-betul benang sih. Terus kenapa judulnya seikat benang gitu? Iya, kali ini aku lagi pengen cerita dikit soal air terjun yang dikasih nama seikat benang oleh penduduk setempat. Nama air terjun itu adalah Air Terjun Benang Setokel. Dalam Bahasa Sasak, benang setokel berarti seikat benang. Nah . . . jadi jelas ya kenapa judulnya begituΒ πŸ˜›

Air terjun itu diberi nama demikian karena aliran airnya tidak terlalu deras, sehingga aliran air yang jatuh dari atas tebing itu tampak seperti untaian benang yang ujungnya diikat menjadi satu. Kalau kita kesana, akan tampak bahwa di sana ada dua buah air terjun yang memuntahkan airnya ke sebuah kolam dangkal yang airnya kemudian akan mengalir dengan tenang melalui sebuah sungai kecil. Air terjun yang di sebelah kiri tampak lebih rendah dan lebih kecil debit airnya dibandingkan yang kanan.

IMG_BST02

Air Terjun Benang Setokel terletak di Desa Aik Berik, Lombok Tengah. Lokasinya yang ada di ketinggian 552 meter di atas permukaan laut menyebabkan udara di sana cukup sejuk sepanjang tahun. Ya, lokasinya memang cukup tinggi karena berada di lamping Gunung Rinjani. Bahkan tempat ini merupakan pintu masuk salah satu jalur pendakian Gunung Rinjani. Menurut info yang aku dengar, jalur ini merupakan jalur terpendek untuk mencapai puncak Rinjani.

Ngomong-ngomong, tahu gak kalau ada mitos yang berkaitan dengan Air Terjun Benang Setokel ini? Konon katanya Dewi Anjani, seorang dewi cantik yang menjadi penunggu Gunung Rinjani, kadang suka datang dan berkeramas di air terjun tersebut. Karena itulah masyarakat setempat percaya bahwa siapa saja yang memiliki masalah dengan rambutnya, entah mudah rontok atau kurang lebat, jika sudah mencuci rambutnya di air terjun itu maka rambutnya akan tumbuh lebat dan tidak mudah rontok lagi. Ada pula kepercayaan lain yang mengatakan bahwa barangsiapa yang mandi di kolam yang ada di bawah air terjun itu, maka orang tersebut akan tampak setahun lebih muda setelah selesai mandi. Kepercayaan ini masih kental dipercaya oleh masyarakat setempat, sehingga sampai sekarang masih banyak orang yang sengaja datang kesitu untuk membasuh rambutnya ataupun mandi di kolam yang ada di bawah air terjun itu.

IMG_BST05Terus kalau ada yang ingin berkunjung ke air terjun itu, sebaiknya sih menyewa kendaraan dari Mataram, karena setahu aku tidak ada angkutan umum yang melayani jalur sampai ke lokasi air terjun. Sebetulnya lokasi air terjun itu tidak terlalu jauh sih dari Mataram, paling-paling sekitar 30 kilometer; tetapi kondisi jalan yang tidak terlalu bagus, bahkan di beberapa tempat menyempit, membuat jarak sependek itu ditempuh dalam waktu 1 – 1,5 jam. Meskipun demikian, perjalanan ini tidak membosankan karena di kiri kanan jalan terhampar sawah dan kebun milik penduduk setempat. Jalan juga banyak didominasi oleh truk atau mini van yang mengangkut hasil panenan penduduk.

Ketika tiba di lokasi, kendaraan bisa diparkir dengan leluasa karena di sana ada sebuah tempat parkir yang terletak di dekat pos penjagaan, dimana kita harus membayar retribusi, dan juga biasanya akan ditawari untuk ditemani pemandu yang akan mengantar sampai ke air terjun. Aku sendiri waktu itu menolak tawaran ini karena kebetulan waktu itu aku bersama teman yang sudah beberapa kali berkunjung kesana.

Dari pos penjagaan ke lokasi Air Terjun Benang Setokel dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama sekitar 15 – 30 menit melalui jalan dan undak-undakan yang sudah disemen. Hanya saja di beberapa tempat lumayan licin karena berlumut. O ya, di sepanjang jalur itu juga akan dengan mudah ditemui beberapa orang yang menjual minuman dalam kemasan dan juga beberapa macam makanan ringan, jadi jangan kuatir kalau haus atau lapar. Hanya saja kalau membeli makanan atau minuman dalam kemasan, sampahnya jangan dibuang sembarangan ya.–

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , | 54 Comments

Post navigation

54 thoughts on “A bunch of thread in the forest

  1. kapan-kapan main ah kesana.

  2. Ketika ke Lombok saya hanyak mengunjungi air terjun “Sindang Gile”, ternyata ada lokasi lain yg tidak kalah cantiknya, kagum saya melihat serba hijauπŸ™‚ .

  3. Kalau dilihat dari jauh, air yg sedang mengalir terjun itu memang seperti benang Mas Krish..Cantik dan lembut putihnyaπŸ™‚

  4. gak hanya sejuk dilihat ya mas sejuk betulan ternyata. ini dia yg dicari2πŸ™‚

    ngomong2 soal mitos awet muda saya jd inget pernah mampir disebuah taman di lombok yg ada sumber air yg juga dipercaya bisa bikin awet muda kalo kita cuci muka pake air tsb. lupa e namanya. judulnya jd cuci muka juga lah biar seger. kalo bener ada bonus awet mudanya apa boleh buatπŸ˜€

    salam
    /kayka

    • Iya betul, selain karena memang hawanya sejuk juga ditambah lagi dengan tampiasan air dari air terjun yang terbawa angin, Mbak.
      Soal air awet muda yang di Mataram, itu di Taman Narmada, Mbak.

  5. Aik Berik .. Benang Setokel .. namanya masih asing buat telingaku mas, apa ada arti khususnya mas ?

    btw, Foto fotonya bikin ngiler deh mas, terutama air terjunnya krn dah lama ndak melihat, kalau hutan sih tinggal nyepeda 3 menitan sampaiπŸ˜›

    • Kalau Aik Berik aku gak sempat tanya artinya, Mbak. Tapi kalau Benang Setokel, seperti yang aku tulis di postingan ini, artinya memang seikat benang, Mbak.

    • hihihi …. kalau berendam di sana tiap tahun jadi bisa balik lagi kayak ABG ya mas, khan sekali berendam terlihat muda setahun ya ?πŸ˜›

      • Itulah Mbak, makanya pas kesana kemarin aku lihat ada anak kecil mau nyebur di kolamnya aku larang, kuatir keluar-keluar dia sudah jadi bayi lagi πŸ˜€

  6. Ijonya bikin adem bgt ya mas. Kl kebiasaan tinggal di kota liat beginian happy bgt

  7. Pak Christ ini mobile sekali ya? kapan hari klo gak salah pernah membahas Tegal, sekarang Lombok, trus mana lagi ya? klo surabaya sudah belum? kapan2 kita eksplor bareng yuk Pak…

    • Gak mobile juga lah, cuma kebetulan memanfaatkan waktu libur aja daripada stress mikirin kerjaan πŸ˜€
      Surabaya? Mmmmm . . . terakhir aku ke Surabaya rasanya udah 4 tahun lalu deh. Ayo aja kalau mau eksplor bareng. Mungkin bisa sekalian ke Madura ya.

  8. Duh! Jadi pengen mandi lagi di air terjun.

  9. JK Bevill - Lost Creek Publishing

    Reblogged this on lost creek publishing.

  10. Benang setokel penyulam beludru hijau Pak, hijau rimbunnya bikin adem.
    Selalu ada legenda menarik di setiap kekayaan alam ya Pak. Pabrik sampo dan spa rambut bakal terinspirasi oleh postingan Dewi Rinjani ini ….
    Salam

  11. Kapan ya saya dapat berkunjung ke daerah sana??? haha

  12. keren pak kris, sayangnya pas ke lombok kemarin, gak tau klo ada air terjun yang beginian😦

    • Memang belum terlalu banyak yang tahu sih. Tapi gak pa-pa, jadi buat tambah semangat buat ke Lombok lagi πŸ˜›
      Air terjunnya memang bagus, meskipun menurut pendapat aku, air terjun yang tidak jauh dari situ lebih cakep lagi.

  13. I used to live near a small river and the waterfalls were much smaller compared to this. But having bathed and swam in it was a very spectacular experience in my childhood days. The water was sooo cool I barely could stand it but I still wanted to try. Wish I could visit waterfalls again.πŸ™‚ Btw, the pics are great.πŸ˜€

    • Thanks, Annie. By the way, where did you spend your childhood? Seems that the place was so interesting.

    • I was born in South Teluk Betung, Bandar Lampung. There was an area named Kupang Jagal, which back then still had a lot of sceneries untouchable by technology and urbanization. Small river, springs where you could play and bathed, even there was a big field that looked like a savana where I used to play kites or catch grassophers with my friends. It’s the chilhood life I experienced in late 90’s, but when I came back to visit the place after 6 years moved to another place, everything had already changed. I didn’t know whether all of it had changed or not since the river and springs were deep in the forest, but certainly the change was obvious. Well, 90 era was far too different compared to these days. Lol. I missed those days.πŸ˜€

      • Well . . I really hope that the river and also the spring are still exists. I wonder if I can go there sometimes in the near future to see the place where you ever played πŸ™‚

  14. satu kata….
    “sadaaaaaaaaaap”

  15. Nah, saya komentarnya di artikel ini aja. Air terjun ini dengan Sendang Gile lokasinya berjauhan? Rencana sehabis mampir ke Sendang Gile mau berkunjung kemari? Atau gimana rutenya yang enak? Terima kasih.

    • Kalau dilihat dari kilometernya sih gak jauh, tetapi kenyataannya lumayan jauh, apalagi kalau melihat kondisi jalan yang di beberapa tempat cukup berantakan. Arahnyapun gak searah. Kalau ke Sendang Gile arahnya dari Mataram ke arah utara sedangkan kalau ke Benang Setokel ke arah timur. Kalau memang punya waktu panjang di Lombok, mendingan habiskan waktu sehari untuk ke Sendang Gile dan sekitarnya, kemudian satu hari lagi untuk eksplor Benang Setokel dan sekitarnya.

  16. harumhutan

    pengeeen.. …

    sejuk segar smuanya disana,hutan,air terjun,udara aaahh..mas khris bikin pengen aja inih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: