An old mosque on a riverbank

The old mosque, which is also the first mosque ever built in Pontianak – West Kalimantan, is called Masjid Abdurrahman (Abdurrahman Mosque) because it was been built by Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadrie, the first sultan of Pontianak Sultanate,  in 1771. Together with the sultan’s palace which called Keraton Kadariyah, the mosque became the center of Pontianak Sultanate in the past.

IMG_MJA1

The mosque was erected at the shore of the longest river in Kalimantan called Kapuas. It is located in front of the sultan’s palace. The mosque’s architecture is not like others that have middle-east style dome, it is adopted the local architecture instead. The roof is in the form of tiered pyramids, and the top pyramids take a shape of a flower bud. At the second layer, there are glass windows which allow the sun-rays to penetrate into the mosque and give natural lighting inside the building. The roof itself, was once made of dried coconut leaves, but it has already replaced by woods by now.

Unfortunately I did not have a chance to see the inside of the mosque at that time, so I cannot tell anything about the interior 😦

Anyway, my post about the old mosque is breaking my posts about Lombok, which I’ll continue in the next posts, because I’ll also use this post to say Happy Eid Mubarak 1434H to all colleagues, friends, and also guests who celebrate the big day. May Allah’s blessings always be with you and your loved ones.–

 

Keterangan :

Masjid tua yang terletak di tepian sungai ini merupakan masjid pertama yang di bangun di kota Pontianak – Kalimantan Barat. Masjid ini diberi nama Masjid Abdurrahman, mengikuti nama Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadrie (1738 – 1808) yang membangun masjid ini pada tahun 1771 bersamaan dengan pembangunan istananya, karena Syarif Abdurrahman Alkadrie adalah sultan pertama Kesultanan Pontianak.

Masjid yang semula merupakan masjid jami dalam kompleks keraton ini didirikan di tepian Sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Kalimantan, dan juga merupakan urat nadi transportasi air di Pulau Kalimantan. Posisinya berhadapan langsung dengan istana kesultanan yang disebut Keraton Kadariyah.

Bentuk atap masjid Abdurrahman tidaklah berbentuk kubah seperti masjid-masjid lainya, melainkan mengambil model atap bangunan Melayu yang berupa piramid bertingkat, dan bentuk puncaknya menyerupai kuncup bunga. Seluruhnya ada empat tingkat atap, dimana pada tingkat atau lapis kedua terdapat banyak jendela kaca yang memungkinkan sinar matahari masuk ke dalam bangunan masjid untuk membantu pencahayaan. Semula, atap masjid tersebut terbuat dari rumbia, tetapi sekarang sudah diganti keseluruhannya dengan sirap yang lebih tahan lama.

IMG_MJA2

Sayangnya pada waktu itu aku tidak berkesempatan masuk ke dalam masjid bersejarah ini sehingga aku tidak bisa menceritakan seperti apa interiornya 😦

Anyway, aku secara sengaja menunda lanjutan postingan mengenai Lombok yang masih tersisa beberapa. Sengaja aku memposting mengenai masjid bersejarah ini dahulu karena aku ingin mempergunakan kesempatan ini untuk sekaligus juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434H kepada semua sahabat, teman, dan juga siapa saja yang kebetulan singgah di blog-ku ini, yang ikut merayakan hari yang suci ini. Mohon maaf lahir dan bathin atas segala kesalahan yang pernah aku buat, yang secara sengaja ataupun tidak sudah menyinggung atau bahkan menyakiti sahabat, teman, dan juga para tamu yang singgah di sini. Semoga semuanya menjadi lebih baik adanya.–

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , | 50 Comments

Post navigation

50 thoughts on “An old mosque on a riverbank

  1. Thank you for this post and the photos and story of a unique and beautiful Mosque. Celebrating this big day means Ramadan is over, correct? An inter-faith blessing to you and yours, from the Christian tradition.

    • Hi Bruce, you’re correct. Ramadhan is over and tomorrow will be the big day for moslems all over the world.
      Thank you and blessings to you and yours, too.

      • To Bruce : I say thank you too for your kind regards to muslim, thank you, best regards from us too for you and all of yours..

        To Pak Chris : Asmie ask your permit to jump in to put my comment here🙂 ….

      • Permit granted, Asmie 🙂

  2. You have a beautiful combination of colors in this photo. I might add your descriptions are always pleasing to read.

  3. Selamat Hari Raya juga Pak🙂 , mohon maaf lahir batin🙂

    Mesjidnya itu apa di atas air ya?

  4. kok ga bisa masuk mas?

  5. Hampir sebagian besar bangunan (rumah) termasuk masjid di foto dibangun di atas air ya Chris. Unik jadi ada ciri khasnya sendiri🙂 .

    • Masjid tidak pas di atas air, Mbak. Kalau rumah-rumah itu sih memang iya. Memang unik, dan rumah-rumah demikian masih banyak di sana.

  6. Aku pernahmasuk ke dalam Masjid ini. Di dalamnya bagus juga ya Mas

  7. Maaf lahir bathin ya mas.

    • Sama-sama, Mbak. Maafin juga kalau selama ini ada salah-salah kata dalam berkomentar ataupun menjawab komentar.

  8. klau dilihat sekilas seperti terapung di atas air ya mas mesjidnya ?
    maaf lahir bathin jg ya mas mas Krish )

  9. Pesona Kapuas tiada habisnya, keraton, masjid tua, tugu khatulistiwapun bersetting menghadap ‘jalan tol’ tersebut. Arsitektura bangunan masjid yang berakar pada budaya lokal, melayu Pontianak. Salam

  10. mohon maaf lahir bathin juga ya mas chris, kalo udah ada salah2 tulis selama ini.

    btw di sungai ini ada buayanya kah? pernah denger kalo disungai2 di kalimantan bayak buayanya.

    salam
    /kayka

    • Buaya di sungai? Mungkin masih ada, Mbak. Tapi rasanya lebih yang ke pedalaman deh. Yang di kota sih rasanya sudah gak ada lagi.

  11. Semoga bangunan bersejarah seperti ini terus terawat dengan baik ya Pak Krish

  12. kayaknya enak ya mesjidnya deket sungai. met lebaran om chris mohon maaf lahir dan bathin.

  13. saya klau lihat foto ini jadi pingin ke kalimantan😀 Sepertinya seru jalan-jalan sambilan jepret2

  14. Selamat idul fitri mas chris!

  15. rusydi hikmawan

    oke lah. ditunggu lain postingan saja, mas. oya, di lombok juga ada masjid tertua, kira2 usianya 300 tahun lebih. saya juga minta maaf loh pak

    • Sama-sama, Mas 🙂
      Soal masjid yang di Lombok, iya sayang pas kemarin ke Lombok aku gak sempat kesana. Mudah-mudahan dalam kesempatan berikut aku bisa berkunjung ke masjid itu.

  16. I was there! Dan cuma sempet ngintip ke dalam tapi gak ikutan masuk, tapi cukup lama keliling-keliling masjidnya. Suasanya seru ya… Gak nemuin yang beginian di Jakarta😀 Anyway salam kenal ya…

    • Hello Dimas, salam kenal juga 🙂
      Wah sudah sampai sana juga ya? Dimas lebih beruntung dong karena sudah sempat ngintip, sementara aku cuma lihat dari tengah sungai. Memang sih kayaknya yang begini gak ada di Jakarta.

  17. harumhutan

    why you can’t see inside the mosque?

    look so nice,and fresh the air….

    did you take a picture from the ship?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: