Daily Archives: August 7, 2013

An old mosque on a riverbank

The old mosque, which is also the first mosque ever built in Pontianak – West Kalimantan, is called Masjid Abdurrahman (Abdurrahman Mosque) because it was been built by Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadrie, the first sultan of Pontianak Sultanate,  in 1771. Together with the sultan’s palace which called Keraton Kadariyah, the mosque became the center of Pontianak Sultanate in the past.

IMG_MJA1

The mosque was erected at the shore of the longest river in Kalimantan called Kapuas. It is located in front of the sultan’s palace. The mosque’s architecture is not like others that have middle-east style dome, it is adopted the local architecture instead. The roof is in the form of tiered pyramids, and the top pyramids take a shape of a flower bud. At the second layer, there are glass windows which allow the sun-rays to penetrate into the mosque and give natural lighting inside the building. The roof itself, was once made of dried coconut leaves, but it has already replaced by woods by now.

Unfortunately I did not have a chance to see the inside of the mosque at that time, so I cannot tell anything about the interior  😦

Anyway, my post about the old mosque is breaking my posts about Lombok, which I’ll continue in the next posts, because I’ll also use this post to say Happy Eid Mubarak 1434H to all colleagues, friends, and also guests who celebrate the big day. May Allah’s blessings always be with you and your loved ones.–

 

Keterangan :

Masjid tua yang terletak di tepian sungai ini merupakan masjid pertama yang di bangun di kota Pontianak – Kalimantan Barat. Masjid ini diberi nama Masjid Abdurrahman, mengikuti nama Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadrie (1738 – 1808) yang membangun masjid ini pada tahun 1771 bersamaan dengan pembangunan istananya, karena Syarif Abdurrahman Alkadrie adalah sultan pertama Kesultanan Pontianak.

Masjid yang semula merupakan masjid jami dalam kompleks keraton ini didirikan di tepian Sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Kalimantan, dan juga merupakan urat nadi transportasi air di Pulau Kalimantan. Posisinya berhadapan langsung dengan istana kesultanan yang disebut Keraton Kadariyah.

Bentuk atap masjid Abdurrahman tidaklah berbentuk kubah seperti masjid-masjid lainya, melainkan mengambil model atap bangunan Melayu yang berupa piramid bertingkat, dan bentuk puncaknya menyerupai kuncup bunga. Seluruhnya ada empat tingkat atap, dimana pada tingkat atau lapis kedua terdapat banyak jendela kaca yang memungkinkan sinar matahari masuk ke dalam bangunan masjid untuk membantu pencahayaan. Semula, atap masjid tersebut terbuat dari rumbia, tetapi sekarang sudah diganti keseluruhannya dengan sirap yang lebih tahan lama.

IMG_MJA2

Sayangnya pada waktu itu aku tidak berkesempatan masuk ke dalam masjid bersejarah ini sehingga aku tidak bisa menceritakan seperti apa interiornya  😦

Anyway, aku secara sengaja menunda lanjutan postingan mengenai Lombok yang masih tersisa beberapa. Sengaja aku memposting mengenai masjid bersejarah ini dahulu karena aku ingin mempergunakan kesempatan ini untuk sekaligus juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434H kepada semua sahabat, teman, dan juga siapa saja yang kebetulan singgah di blog-ku ini, yang ikut merayakan hari yang suci ini. Mohon maaf lahir dan bathin atas segala kesalahan yang pernah aku buat, yang secara sengaja ataupun tidak sudah menyinggung atau bahkan menyakiti sahabat, teman, dan juga para tamu yang singgah di sini. Semoga semuanya menjadi lebih baik adanya.–

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , | 50 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.