Old train-station threatened by flood

IMG_STA01

Most of train stations in Indonesia were built during the colonial era. Mainly in a period started at the end of the 19th century to the beginning of the 20th century. Some main stations in some big cities in Java were built elegantly, while others in the small cities and towns were just simple buildings.

One of the so called main station in a big city is Tawang Train Station in Semarang, Central Java. The station is considered as one of the biggest and also the oldest railway station in Java, which is still be used up till now. It is true that the building underwent many major renovations, especially renovations to save the building from the flooded sea-water which becomes the major threat to the old building. The facade of the building, as well as the interior, however, is still preserved as it was. It still shows the original construction of a typically building that been built by European architect to be used in the tropic. The ceiling is quite high to ensure the flow of the air, solid walls decorated with big glass windows to add light into the interior of the building, and a dome shaped roof.

The building was built in 1911 by NIS (Nederlandsch Indische Spoorweg maatshappij), and it was ready to be used three years later. It is said that Sloth-Blauwboer, the architect who designed the elegant building of Tawang Train Station, was ordered the top quality materials directly from the Nederland. His efforts shows us the quality of the building. It still standing elegantly after more than a century. Hopefully the flood problems will be solved soon and Tawang Train Station can stands for another century.

 

Keterangan :

Seperti kita ketahui, hampir semua stasion kereta api di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, di bangun pada jaman penjajahan Belanda. Rata-rata bangunan itu didirikan pada masa sekitar akhir abad ke XIX sampai dengan awal abad ke XX. Salah satu stasion peningalan jaman itu yang masih terawat dan dipergunakan sampai sekarang adalah Stasion Kereta Api Tawang di Semarang.

Stasion kereta api ini merupakan salah satu stasion kereta api terbesar pada jamannya. NIS (Nederlandsch Indische Spoorweg maatshappij) sebagai pemilik mulai membangunnnya pada tahun 1911, dan selesai serta siap dipergunakan tiga tahun kemudian. Konon arsitek yang merancang gedung ini, yaitu Sloth-Blauwboer, memesan material dengan mutu terbaik untuk pembangunan gedung stasion ini langsung dari Negeri Belanda. Memang sih usahanya itu tidak sia-sia mengingat hasilnya adalah sebuah gedung berkualitas prima yang sampai sekarang masih berdiri kokoh.

Gedung stasion ini sudah beberapa kali direnovasi, baik untuk mempercantik tampilannya, maupun untuk melawan ancaman serius berupa banjir, baik yang disebabkan oleh derasnya hujan ataupun yang disebabkan oleh naiknya permukaan air laut yang dikenal dengan istilah “rob”. Meskipun demikian, berbagai renovasi tersebut tidak mengubah tampilan asli gedung yang menunjukkan banyak ciri bangunan hasil rancangan arsitek Eropa yang dipergunakan di negara tropis; misal saja langit-langit yang tinggi untuk menjamin kelancaran sirkulasi udara sehingga udara di dalam gedung tidak terasa pengap, dan banyaknya jendela kaca besar sehingga memberikan penerangan alami di dalam gedung.

Mari kita berharap, mudah-mudahan saja masalah banjir yang selalu menjadi ancaman serius bagi Stasion Kereta Api Tawang ini bisa segera diatasi, sehingga orang masih bisa menikmati keindahan bangunan ini di abad mendatang.

Categories: Travel Pictures | Tags: , , , | 62 Comments

Post navigation

62 thoughts on “Old train-station threatened by flood

  1. bangunan peninggalan belanda memang top markotop kuatnya….

  2. Emang cakep ya stasiun ini, sayang itu dia sering banjir

  3. I hope it can be saved too.

  4. Iya sayang kl kebanjiran terus padahal bangunannya bergaya kolonial dan bagus..waktu itu saya pernah naik kereta melewati rel di Tawang yg terendam air, agak ngeri juga rasanya, Mas..

    • Jadi kaya naik kereta api di atas air ya?
      Yah mudah-mudahan bisa segera didapat solusinya supaya gak lagi-lagi kerendem gitu.

  5. Chris stasiunnya apakah masih dipergunakan? soalnya saya lihat sepi sekali๐Ÿ˜€. Halaman luarnya bersih sekali๐Ÿ˜‰.

    • Stasion ini masih dipakai, Mbak. Ini stasion yang melayani rangkaian kereta non ekonomi malah. Kelihatan sepi karena kebetulan waktu itu aku kesana masih pagi. Tapi di dalam rame juga sebetulnya, cuma foto yang banyak orang gak aku pasang di sini ๐Ÿ™‚

  6. tawang emang kereeen. Foto2nya mengingatkan pada bapakku. Terimakasih….

  7. jadi inget lagu… Yeeen ing tawang ana sepur…..cah ayu….

  8. banjirnya itu karena letaknya dibawah permukaan air laut ya sekarang.
    kanal di Semarang akan menolong gak mas? setahu saya kan China Town di sana sedang dipugar tuh kanalnya.

    • Rasanya bukan karena di bawah permukaan laut aja deh sebabnya, tetapi juga karena polder-polder yang semula ada, sekarang hampir semuanya hilang dan berubah jadi perumahan. Yah mudah-mudahan dengan penataan kanal itu bisa menolong.

  9. Jadi inget mas, pernah di sana juga dgn suami, habis naik kereta dr Sby, walau nggak sempat motret motret krn hrs ngejar bis ke kampung halaman . Cantik ya mas bangunanya๐Ÿ˜›

    • Itu kebetulan aku juga bisa motret gara-gara kepagian sampai stasionnya, Mbak ๐Ÿ™‚
      Soal bangunannya, iya lumayan cantik, meskipun terus terang masih kalah cantik sama Stasion Kereta Api Tanjung Priok.

      • wah saya dulu sampai sananya pas siang mas, byk org, capek lagi hihihi
        jd pengen ke sana dan motret juga mas, di tanah air itu sebanrnya byk juga stasiun kereta dgn bangunan cantiknya ya mas๐Ÿ™‚

      • Betul, Mbak. Banyak stasion kereta peninggalan jaman dulu yang sebetulnya cukup cantik, tapi sayang kebanyakan kurang terawat sehingga kecantikannya tertutup ๐Ÿ˜ฆ

      • iya mas, itu rasanya kelemahan kita ya, kurang rajin merawat , atau emang nggak ada dana buat merawatnya mas ?

      • Aku rasa mungkin lebih banyak unsur kurang rajin merawat, Mbak. Apalagi banyak yang belum menyadari pentingnya sejarah untuk generasi yang akan datang, dan kalaupun ada yang sadar, banyak juga yang membutakan diri kelihatannya ๐Ÿ˜ฆ

  10. Indah nian stasiun Tawang beraura kolonial diterawang kamera Pak Krish. Berharap melalui penataan kanal masalah drainase lebih baik. Salam

    • Wah tulisan Bu Prih ini selalu menyejukkan. Iya Bu, mudah-mudahan penataan kanal bisa memberikan dampak positif demi pelestarian bangunan-bangunan bersejarah, khususnya yang terancam banjir ini.

  11. Seandainya pemerintah bisa lebih memperhatikan musium-musium sejarah seperti ini, pasti bisa jadi objek wisata yang bagus!๐Ÿ˜€

    • Betul Dicta, sayangnya masih banyak bangunan bersejarah yang dibiarkan rusak atau sengaja dihancurkan demi membuat bangunan modern

  12. I hope it is threatened no more.

  13. Really hope the old station will make it!

    I love its smell – the smell of time ^ – ^ !

    • Hi Yin, just known that you can smell time ๐Ÿ˜€
      Anyway, you are with the others who hope that the station will make it.

  14. This old station is lovely. I also hope it will be safe for many more years.

  15. It is a beautiful building; I hope it will be safe. I’ve always loved the old railway stations. I can see that there are some differences and similarities between it and the ones built by the British in Singapore and Malaysia. Thanks for sharing, Chris.

    • Yes, I think so. The stations in Singapore and Malaysia were designed by European architecs like those in Indonesia, so there must be many similarities. The local style, however, made the buildings have slightly differences.

  16. pernah melewati stasiun ini.., dari luarnya saja sudah membuatku terkesan
    berharap suatu saat bisa kembali ke Semarang dan menjelajah lebih ditel

    • jadi ingat wajah tua stasiun Gambir dulu…,, cantik sekali, masih terbayang bentuknya, sayangnya aku udah googling belum ketemu foto2 lamanya

      • Iya ya, sayang Stasion Gambir sudah banyak berubah. Kalau Mbak Monda suka dengan kecantikan stasion-stasion kereta api yang masih bergaya lama, Stasion Jakarta Kota dan Stasion Tanjung Priok perlu didatangi tuh Mbak.

    • Asal jangan pas banjir saja, Mbak kalau kesana

  17. Wah, saya baru tahu. Cantik stasiunnya๐Ÿ™‚ . Saya suka yang klasik hehe

    • Banyak stasion kereta peninggalan jaman Belanda dulu yang memiliki arsitektur cantik dan bernuansa klasik.

  18. Kalau sudah bangunan belanda, arsitekturnya indah dan pasti asumsinya kuat. Knapa ya?

    • Mungkin karena jaman dahulu kualitas bahannya lebih bagus disamping juga pembangunannya dilakukan dengan perhitungan yang matang.

      • Kurang donk ya mas jaman sekarang ini. Jadi was-was.

      • Rasanya memang begitu, Mas. Kalaupun pembangunannya betul, setelah jadi komponennya dicuri, seperti kejadian di Jembatan Suramadu dan beberapa jembatan penyeberangan orang di Jakarta ini. Aku sih gak heran kalau banyak orang jadi was-was.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: