Daily Archives: May 27, 2013

Old train-station threatened by flood

IMG_STA01

Most of train stations in Indonesia were built during the colonial era. Mainly in a period started at the end of the 19th century to the beginning of the 20th century. Some main stations in some big cities in Java were built elegantly, while others in the small cities and towns were just simple buildings.

One of the so called main station in a big city is Tawang Train Station in Semarang, Central Java. The station is considered as one of the biggest and also the oldest railway station in Java, which is still be used up till now. It is true that the building underwent many major renovations, especially renovations to save the building from the flooded sea-water which becomes the major threat to the old building. The facade of the building, as well as the interior, however, is still preserved as it was. It still shows the original construction of a typically building that been built by European architect to be used in the tropic. The ceiling is quite high to ensure the flow of the air, solid walls decorated with big glass windows to add light into the interior of the building, and a dome shaped roof.

The building was built in 1911 by NIS (Nederlandsch Indische Spoorweg maatshappij), and it was ready to be used three years later. It is said that Sloth-Blauwboer, the architect who designed the elegant building of Tawang Train Station, was ordered the top quality materials directly from the Nederland. His efforts shows us the quality of the building. It still standing elegantly after more than a century. Hopefully the flood problems will be solved soon and Tawang Train Station can stands for another century.

 

Keterangan :

Seperti kita ketahui, hampir semua stasion kereta api di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, di bangun pada jaman penjajahan Belanda. Rata-rata bangunan itu didirikan pada masa sekitar akhir abad ke XIX sampai dengan awal abad ke XX. Salah satu stasion peningalan jaman itu yang masih terawat dan dipergunakan sampai sekarang adalah Stasion Kereta Api Tawang di Semarang.

Stasion kereta api ini merupakan salah satu stasion kereta api terbesar pada jamannya. NIS (Nederlandsch Indische Spoorweg maatshappij) sebagai pemilik mulai membangunnnya pada tahun 1911, dan selesai serta siap dipergunakan tiga tahun kemudian. Konon arsitek yang merancang gedung ini, yaitu Sloth-Blauwboer, memesan material dengan mutu terbaik untuk pembangunan gedung stasion ini langsung dari Negeri Belanda. Memang sih usahanya itu tidak sia-sia mengingat hasilnya adalah sebuah gedung berkualitas prima yang sampai sekarang masih berdiri kokoh.

Gedung stasion ini sudah beberapa kali direnovasi, baik untuk mempercantik tampilannya, maupun untuk melawan ancaman serius berupa banjir, baik yang disebabkan oleh derasnya hujan ataupun yang disebabkan oleh naiknya permukaan air laut yang dikenal dengan istilah “rob”. Meskipun demikian, berbagai renovasi tersebut tidak mengubah tampilan asli gedung yang menunjukkan banyak ciri bangunan hasil rancangan arsitek Eropa yang dipergunakan di negara tropis; misal saja langit-langit yang tinggi untuk menjamin kelancaran sirkulasi udara sehingga udara di dalam gedung tidak terasa pengap, dan banyaknya jendela kaca besar sehingga memberikan penerangan alami di dalam gedung.

Mari kita berharap, mudah-mudahan saja masalah banjir yang selalu menjadi ancaman serius bagi Stasion Kereta Api Tawang ini bisa segera diatasi, sehingga orang masih bisa menikmati keindahan bangunan ini di abad mendatang.

Advertisements
Categories: Travel Pictures | Tags: , , , | 62 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.