A volcano at the center of an old caldera

The volcano is known as Gunung Bromo or Mt. Bromo, which is located almost at the center of an old caldera of Tengger Mountains in East Java, Indonesia. Together with Mt. Semeru which stands not too far from the mountains, they form an area called Bromo Tengger Semeru National Park. The name ‘Bromo‘, is said to be derived from Javanese pronounciation of ‘Brahma‘, the Hindu God that create the universe.

IMG_BRM00

The Bromo Tengger Semeru National Park is a more than 58,000 hectares volcanic plateau. The Tengger caldera itself is located at the northern part of the National Park. It is the largest caldera in Java. The locals call the caldera as ‘Segoro Wedi‘ which mean the sea of sands because it is full of volcanic sands produced by the eruption of Mt. Bromo. So . . . no wonder that one will feel like walking on a dessert if he or she walks on the caldera to reach Mt. Bromo.

Close to Mt. Bromo, still on the sea of sands, lies a Hindu Temple called Pura Luhur Poten, which become the center of the annual ritual called ‘Yadnya Kesada‘. At that time, the Tengger people appease the gods by throwing offerings to the crater of Mt. Bromo. Other people say that the ritual is also a remembrance of Kesuma, the son of the ancient local leader in the area, who sacrifice himself for the sake of his parents.

Nowadays, Mt. bromo and its surrounding area become one of the most visited tourist destination in East Java. Usually travelers come to see the sunrise. It is believed that sunrise in Bromo is very spectacular. To see the sunrise, traveler can choose either enjoying the spectacular vista at the rim of Mt. Bromo’s crater, or at a view point on Mt. Pananjakan which enabled people to watch the sunrise from a higher point and with Mt. Bromo as the foreground.

IMG_BRM01

To visit Mt. Bromo, usually traveler spend a night in Cemorolawang, which is located at the shore of the sea of sands. The next day, they will wake up very early to start their trip to Mt. Bromo or directly to Mt. Pananjakan through the sea of sands. They can choose to go on foot, on horseback, or by taking an organized jeep tour.

If you want to visit Mt. bromo, please bear in mind that the temperature is quite low in there, especially at night and the early morning. The temperature range between five degrees Celcius in rainy season to some degrees below zero during dry season. At daytime, however, the temperature will never exceeded twenty degrees Celcius.

 

Ikhtisar :

Gunung Bromo merupakan sebuah gunung berapi yang terletak di tengah Kaldera Tengger, di Jawa Timur. Bersama dengan Gunung Semeru yang tegak berdiri tidak terlalu jauh dari Pegunungan Tengger ini, Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang meliputi suatu area dataran tinggi seluas lebih dari 58.000 hektar. Kaldera Tengger itu sendiri terletak di ujung utara Taman Nasional ini. Oleh masyarakat setempat, kaldera yang terluas di Pulau Jawa ini dikenal dengan sebutan ‘Segoro Wedi‘ atau Lautan pasir. Sebutan ini tidak berlebihan karena dasar kaldera betul-betul tertutup pasir vulkanis hasil letusan Gunung Bromo. Menurut penelitian, kaldera ini terbentuk 8.000 tahun yang lalu ketika terjadi letusan dahsyat sebuah gunung api purba yang kini telah padam dan sisa tubuhnya merupakan Pegunungan Tengger tersebut.

Tidak jauh dari Gunung. Bromo, masih di Lautan pasir itu juga, terdapat sebuah Pura yang bernama Pura Luhur Poten. pura ini merupakan sebuah pura yang cukup penting bagi masyarakat Tengger yang beragama Hindu, terutama pada perayaan Yadnya Kesada. Pada perayaan tersebut penduduk akan melemparkan sesaji ke dalam kawah Gunung Bromo sebagai peringatan akan pengorbanan diri yang dilakukan oleh Kesuma, putera bungsu Nyai Roro Anteng dan Kyai Joko Seger.

Sekarang ini Bromo menjadi salah satu tujuan wisata yang menarik banyak turis baik lokal maupun manca negara yang sengaja datang untuk menyaksikan matahari terbit di sana. Mereka ingin membuktikan informasi yang mereka dengar yang mengatakan bahwa keindahan matahari terbit di Bromo merupakan salah satu yang terindah di muka bumi ini. Para pelancong ini biasanya akan menginap di Cemorolawang, sebelum keesokan subuhnya berangkat untuk menyaksikan matahari terbit dari puncak Gunung Bromo ataupun dari Gunung Pananjakan dimana mereka bisa menyaksikan keelokan matahari terbit dengan Gunung Bromo sebagai latar depannya. Perjalanan dari penginapan menuju posisi yang dipilih untuk menyaksikan matahari terbit bisa dilakukan dengan berjalan kaki, berkuda, ataupun mempergunakan jeep sewaan untuk melintasi Lautan Pasir itu.

IMG_BRM06

Suhu udara di daerah ini lumayan dingin. Maklum letaknya yang tinggi ditambah hembusan angin yang kadang-kadang cukup kencang, menyebabkan suhu udara pada malam hari bisa mencapai lima derajat Celcius di musim penghujan, dan bahkan mencapai beberapa derajat Celcius di bawah nol pada musim kemarau. Siang haripun udara masih cukup sejuk karena suhunya tidak pernah melebihi dua puluh derajat Celcius sepanjang tahun. Nah . . . buat yang mau kesana, jangan lupa bawa jaket ya biar gak kedinginanΒ πŸ™‚

Categories: Travel Pictures, Uncategorized | Tags: , , , | 115 Comments

Post navigation

115 thoughts on “A volcano at the center of an old caldera

  1. Stunning photography and enchanting landscape.
    Well done!

  2. Ini salah satu lanscape yg photogenic hehe

  3. Brilliant picturesπŸ™‚

  4. idih mantab banget bang poto-potonya langsung sambil daki yahh kalau bromo belum saya taklukan neh hehehe

    • Terimakasih. Iya ini motret sekaligus berkunjung ke Bromo. Buat teman-teman pendaki, Bromo mungkin dianggap bukan gunung karena kita bisa bermobil sampai di dekat puncak, kemudian tinggal mendaki sekitar 250 anak tangga untuk mencapai bibir kawahnya.

  5. Menurutku, yang hitam putih paling kereeen

  6. Ini foto dari puncak ya kayanya. Apa kabar naeknya mas. Masih kuat aja ya. Hahahahah! Kapan ini kita naek gunungnya. Hahahaha! Kebanyakan wacana nih anak muda:p

  7. Wah pengen banget menyaksikan matahari terbit disini.
    Pasti keren banget.

    • Betul keren sekali, cuma untuk ambil foto matahari terbitnya perlu perjuangan tersendiri karena hampir semua tempat penuh orang. Kalau mau lihat foto sunrise di situ yang aku dapat, bisa klik di sini

      • Awww… photo sunrise nya kereeeeen bangeeeet!!! *mulut mengaga*
        Aduch kapan ya saya bisa kesini…😦 *berkhayal*

      • Nah tinggal atur waktu saja. Kalau bisa sih jangan pas musim hujan. Sayang kan kalau sudah jauh-jauh kesana ternyata gak bisa lihat sunrise karena ketutup awan.

  8. So beautiful and a unique valley. I can see why people come from all over the world. I’m glad I journeyed to your blog today and got to enjoy it in the amazing images. Thanks for posting!πŸ™‚

  9. geleng geleng deh kepala ini….mau bilang apa lagi selain bilang bagus!!

  10. 2 hari nginep disana buat foto landscape, human interest, dan detail cukup lah ya pakπŸ˜€

  11. amazing…..

  12. Indah sekali pemandangan gunung BromoπŸ™‚. Oh ya Chris kalau saya ke sana apa boleh ambil pasirnya ya, konon tanah (pasir) bekas letusan gunung berapi sangat subur, mau ambil buat tanamanku hehe.

    • Aku sih gak lihat ada larangan buat ambil pasir, Mbak. Tapi pasti repot kalau mau bawa pasirnya ke Jerman πŸ™‚

  13. yg dimensi blackwhite nuansanya sarat makna pak de. ngrep update-an pas sunset ^^

    • Terimakasih buat komplimen-nya. Dan juga sorry banget aku gak punya foto yang sunset. Habis njepret yang ini, aku cuma mampir ke savannah sebentar trus langsung pulang.

  14. fotonya keren2 dan aku selalu bermimpi untuk bisa sampai ke bromo

  15. Waahh keren mas..

    Kpn ya bisa kesana..???

  16. chiemayindah

    Bromo… bolak-balik datang ke sana gak bosen aja…
    suka foto-fotonya… suka langitnya…πŸ™‚

    • Yup setuju banget. Aku juga sudah beberapa kali ke Bromo, tapi masih saja gak bosen πŸ™‚
      Anyway, thanks ya buat komplimen-nya.

  17. RMW

    Wonderful photography and I appreciate the description along with it.

  18. wow, asli tahan nafas dan speechles lihat objek2 yg berhasil mas chris abadikan. foto terakhir (lagi2 foto terakhir) membawa saya ke jamannya suka sekali baca cersil khoo ping hoo… mungkin suasana gunung seperti ini yg dibayangkan oleh penulis cersil tsb saat menggambarkan tokohnya yg sedang mencari ilmu di gunungπŸ™‚

    btw saya sudah pernah sekali mengunjungi bromo mas dan menginap di penginapan yg tidak ada air panasnya brrrrrr….

    salam
    /kayka

    • Terimakasih.
      Wah penggemar cersil juga rupanya. Bisa jadi juga Kho Ping Hoo pernah ke Bromo sehingga penggambaran suasana di pegunungan terpengaruh apa yang dilihatnya ya Mbak πŸ™‚
      Ngomong-ngomong itu hotelnya kacau juga ya, masa gak ada air panasnya. Aku sih kebayang gimana dinginnya mandi tanpa air panas di Bromo. Gak mandi aja udah dingin banget.

      • iya mas bisa jadi ya hehehe maklum rata2 pesilat2 saktinya mencari ilmunya di puncak gunung gitu. penggemar berat deh sampe pake tulis surat segala mana gak pake alamat tapi diterima dgn selamat oleh asmaraman kho ping hooπŸ™‚

        bahkan skrg pun masih inget harga sewa satu buku cersil 25 perak. ceritanya berseri pula, satu seri ada yg 17 judul, satu judulnya bisa 40 buku. oalah habis deh pokoknya duit jajannya.

        iya loh itu kejadiannya tahun 2002. jadilah gak pake mandi wong dingin bener e. kalo diinget2 skrg suka lucu aja maklum waktu itu belum tau caranya bertahan dibawah udara dingin.

        anyway, sekali lagi salut mas dengan foto2 cantiknya. ditunggu postingan berikutnyaπŸ™‚

        salam
        /kayka

      • Wah kalau aku sih gak gitu suka sama cersil karangan Kho Ping Hoo, aku lebih suka cersil klasik dulu πŸ™‚
        Anyway (juga), thanks support-nya Mbak. Mudah-mudahan bisa terus nge-post πŸ˜‰

  19. Amazing serie of photo,I love the last one most ^ – ^ feel like floating on an endless, soft and golden field of cloud!

    Have a peaceful day, ChrisπŸ™‚ !

    • Hi Yin, thanks. You are the second that like the last picture I post in the series πŸ™‚
      Have a nice day, Yin

  20. Lebaran besok pengen ke Bromo pak. liat foto2nya jadi tambah menggebu pengen kesana. Mudah2an bromo tak menggeliat jadi saya betul2 bisa kesanaπŸ™‚

  21. bagus banget. mudah-mudahan saya bisa kesana suatu saat nantiπŸ™‚

  22. wowwwwwwwwwwwww .. speechless mas …

    foto fotonya itu .. apalagi yg hitam putih …

    • Terimakasih Mbak. Ngomong-ngomong yang hitam putih itu sebetulnya gak hitam putih lho, kebetulan aja warnanya dominan begitu πŸ˜›

      • really ? wow .. tambah bikin merinding mas lihat foto yg hitam putih itu, baguuussssssss sekali
        mau belajar fotografi ah sama mas Khrisna *ngayal*πŸ˜›

      • Ah Mbak Ely ini bisa aja.
        By the way, kalau belajar sama aku sih salah tempat Mbak, wong aku ya masih belajar terus koq πŸ™‚

  23. Keren … saya yang belum pernah ke Bromo jadi tambah ngilerrrr lihat fotonya >_<
    Pak Chris top dah

    • Waduh . . . bajuku tiba-tiba jadi sesak nih dipuji gitu πŸ™‚

      • Pak Chris menginspirasi saya buat nulis with English nih
        tulisannya kereennn
        wah tambah sesak ya pak >_<

      • Iya nih tambah sesak πŸ˜†
        Nulis dalam Bahasa Inggris itu aku sengaja supaya teman-teman di luar sana bisa lebih tahu mengenai negara kita. Soalnya kalau ngandelin terjemahan mesin, yang ada tambah bingung. Buat kitanya sendiri juga sekalian latihan nulis lah πŸ™‚

  24. bener lho mas, kayak lagi nonton film saat lihat gambar itu

    wadewww .. jd hrs nyari tempat di mana mas ?πŸ™‚

    • Lho . . . film apa tuh, Mbak?

      • ya spt nonton film mas .. dgn lokasi gurun pasir gitu …. nggak tahu knp bayanganku kok ke film ya mas, sungguh gambar yg kukira hitam putih itu cantik sekali, ntar kl suamiku pualng kantor akan kutunjukkin dhe mas, pasti dia melongo deh, nggak percaya kl itu di BromoπŸ™‚

      • Iya sih memang kalau cuma segitu gak kelihatan kalau itu di tanah air ya Mbak, kelihatan kaya di gurun pasir mana gitu πŸ™‚

      • iya bener bgt mas, mnrtku sih yang ngambil foto nih mas yang pandai sekali hingga menghasilkan foto yg luar biasa indahnya spt di atas ituπŸ™‚

      • Ah itu cuma kebetulan koq, Mbak *jadi malu*

  25. I want left all behind and run to this landscape! Seems like a paradise of calm and blue.

  26. What breathtaking views and such a magnetic place, it seems. Thank you for putting this on my map.

  27. JK Bevill - Lost Creek Publishing

    Reblogged this on lost creek publishing.

  28. Really beautiful.

  29. What agreat spiritual journey,
    No one even regret such a beautiful creatures….

  30. stunning photos! and that story of Kesuma sounds very intriguing…

  31. Wonderful views!

  32. buburasem

    ini nih kunjungan wajib saya omπŸ˜€

  33. Tidak pernah habis untuk menuliskan keindahan panorama Gunung Bromo.
    Apalagi ditambah dng foto2 keren mas Chris… dua jempol…πŸ˜€

  34. Gunung Bromo memang mantap ya mas Chris. Pemandangannya selalu indah disaat cerah.

  35. I know this if off topic but I’m looking into starting my own weblog and was
    wondering what all is needed to get set up? I’m assuming having a blog
    like yours would cost a pretty penny? I’m not very internet savvy
    so I’m not 100% certain. Any tips or advice would be greatly
    appreciated. Thank you

  36. Simply desire to say your article is as amazing.
    The clearness in your post is just great and i can assume you’re an expert on this subject.
    Well with your permission allow me to grab your feed
    to keep updated with forthcoming post. Thanks a million and please continue the gratifying work.

  37. I think this is among the most important information for me.
    And i am glad reading your article. But wanna remark on few general things, The website
    style is ideal, the articles is really nice : D.
    Good job, cheers

  38. Hello there, You’ve done an incredible job. I’ll certainly digg it and personally suggest to my friends.
    I’m confident they will be benefited from this site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: