A small town with a legend

Let me bring you to small town located on the shore of Toba Lake in North Sumatera, Indonesia. The town is also known as the transit town for them who want to visit Samosir Island by boat. The climate there is relatively cool the whole year, and make the small town is a perfect place for holiday.

a town on the shore of toba lake

a town on the shore of toba lake

The town’s name is Parapat, and it lies about 176 kilometres from Medan. It can be reached in about 4 – 6 hours drive, depends on the traffic situation en route. With cool climate and beautiful scenery, no wonder that Parapat become one of the main tourist attraction in North Sumatera. There is a local legend about the name “Parapat”.

So . . . once upon a time, on a small rocky peninsula on a corner of Toba Lake, there was an elderly couple who had a beautiful and good mannered daughter.

The family owned a piece of land not too far from the lake shore which was used to plant rice-paddy. Day by day, the family worked in their field together to take care of the plants. Their work resulted in a good harvest, which they usually brought to the local market to be sold for fulfilling their daily needs.

One day, the couple had to go to another village to visit their relatives, so their daughter had to go to the field alone. Arriving at the fields, she was not doing her daily routine as usual. Instead of that, she went directly to the lake shore and sat on top of a big rock gloomily. Her dog, which followed her step, sat silently beside her as if it knew that its master was in deep sorrow.

toba lake from the height

toba lake from the height

She was indeed so sad and depressed because her parents asked her to marry a man of their choice, while actually she had a boy-friend to whom she promised to marry with. She could not refuse her parents proposal, because she loved her parents so much. On the other hand, she also could not end her relationship with her lover.

In desperation, she decided to commit suicide by plunging herself to the lake from the nearby cliff. So, with tears on her cheeks, she walked to the cliff, when suddenly she fell into a hole. Her body slid swiftly in the dark hole until finally she stuck in a narrow gap. In fear she realized that nobody knew that she fell into the hole, but her wild mind then took over her conscious mind. She thought that her condition at that time was the perfect solution for her unbearable problem. With that in her mind, she began to chant wishing for the stone wall around her to close and crush her body.

“Parapat . . . parapatlah batu . . . parapat”, she said again and again. The words means “Close  . . . please close and crush me oh stone . . . close”

Meanwhile, her dog kept barking at the mouth of the hole. Two farmers, who just finished their daily activities in their fields, heard the barking and rushed toward the hole. As they heard the girl’s voice, they realized that somebody had fallen into the hole, so hurriedly they ran to the village to seek for help.

The elderly couple, who just came to their home, heard the commotion and in horror they found that her beloved daughter was in deep trouble. Along with other villagers they rushed to the hole to help her. Faintly, they still heard her voice, “Parapat . . . parapatlah batu . . . parapat”

All of a sudden, as if fulfilling the girl’s wish, there was a strong earthquake happened that made the hole collapsed and buried her in it. The mouth of the hole was closed by then.

Days later, the sad story remained being the talk among the villagers, especially in the market which located near the now vanished hole. The girl’s chants were the hot topic at that place, which later on became a town called Parapat.

Ringkasan :

Parapat, sebuah kota kecil yang terletak di tepi Danau Toba, Sumatera Utara. Kota kecil berhawa sejuk ini dapat ditempuh dalam 4-6 jam perjalanan darat dari Medan, tergantung dari kondisi lalu lintas sepanjang jalan itu.

Ada sebuah cerita rakyat yang berkaitan dengan asal mula nama kota tersebut. Semuanya bermula dari adanya sepasang suami istri paruh baya yang memiliki seorang putri yang cantik dan berbudi luhur. Mereka tinggal di sebuah bukit berbatu di salah satu sudut Danau Toba. Sehari-hari, keluarga itu mengerjakan sawahnya yang tidak seberapa luas dan letaknya tidak jauh dari tepian danau. Karena selalu dikerjakan dengan sepenuh hati, hasil panenannya pun selalu baik. Sebagian hasil panenan itu biasanya akan mereka jual di pasar untuk membeli kebutuhan hidup mereka.

Suatu hari, karena kedua orang tuanya harus pergi mengunjungi sanak saudaranya di desa lain, si gadis pergi ke sawah seorang diri. Anjing kesayangannya, seperti biasa mengiringi langkah kakinya. Hanya saja hari itu si gadis tidak langsung bekerja, melainkan hanya duduk termenung di atas sebuah batu. Matanya memandang kosong kearah danau. Si gadis sedang dilanda kebingungan karena orang tuanya menjodohkannya dengan pria pilihan mereka. Si gadis tidak kuasa menolak permintaan kedua orang tuanya karena dia tidak ingin membuat mereka bersedih, padahal si gadis sudah memiliki seorang kekasih yang sangat dicintainya; bahkan mereka berdua sudah bersumpah untuk menikah dan hidup sebagai suami istri.

Dalam kesedihan dan kebingungannya, si gadis memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara melompat ke danau dari atas tebing batu yang tidak jauh letaknya dari tempatnya duduk. Dengan pikiran itu, si gadis bangkit dan mulai berjalan ke tebing batu tersebut ketika tiba-tiba dia terperosok masuk ke sebuah lubang batu. Tubuhnya meluncur deras di dalam lubang sampai akhirnya terhenti karena tubuhnya terjepit di dalam lubang yang menyempit.

Kepanikan yang menyelimutinya tidak lama kemudian berubah menjadi pemikiran bahwa kondisi itu merupakan jalan keluar terbaik baginya untuk lepas dari permasalahan yang dihadapinya. Karena itu, si gadis mulai berharap agar dinding lubang batu tempatnya tersangkut semakin merapat dan mengubur dirinya di situ.

“Parapat . . . parapatlah batu . . . parapat”, demikian ujarnya berulang-ulang.

Sementara itu, melihat majikannya terperosok dalam lubang, anjingnya menggonggong terus menerus di mulut lubang sehingga menarik perhatian dua orang petani yang sedang berjalan kembali ke desa. Kedua petani yang mendekati mulut lubang, sayup-sayup bisa mendengar suara si gadis, sehingga mereka tahu bahwa seseorang telah terperosok dalam lubang itu. Karena itulah, mereka berdua segera berlari ke desa untuk meminta bantuan.

Orang tua si gadis yang mendengar keributan di luar rumahnya, segera menyadari kalau anak gadisnya tidak berada di rumah. Dengan panik, mereka berdua mengikuti penduduk desa yang beramai-ramai menuju ke lubang untuk menolong anak semata wayangnya.

Sesampainya di tepi lubang, kedua orang tua tersebut mendengar suara anaknya yang masih saja mengucapkan “Parapat . . . parapatlah batu . . . parapat”, ketika mendadak terjadilah gempa bumi yang cukup kuat. Seolah-olah mendengar harapan si gadis, runtuhlah lubang tersebut mengubur si gadis di dalamnya. Mulut lubang pun menjadi tertutup karenanya.

Selama beberapa hari kemudian, cerita mengenai gadis yang menginginkan merapatnya batu ke tubuhnya tetap menjadi perbincangan orang-orang desa, khususnya di pasar yang lokasinya tidak jauh dari tempat dimana sebelumnya terdapat sebuah lubang tempat terperosoknya si gadis. Tempat tersebut lama kelamaan semakin ramai dan berkembang menjadi sebuah kota yang kita kenal dengan nama Parapat sampai sekarang.

IMG_PRP10

toba lake as seen from a hill in parapat

Categories: Travel Pictures | Tags: , , | 76 Comments

Post navigation

76 thoughts on “A small town with a legend

  1. fotonya bagus2 pak🙂
    btw anak gadis itu kalo ngga salah menjadi batu yang berada di tebing bukit batu tepian danau

    kalo ngga salah mereka bias nyebutnya dengan batu gantung

    • Terimakasih.
      Betul, Mas. Memang cerita mengenai asal muasal nama Parapat tidak bisa dipisahkan dengan legenda terbentuknya Batu Gantung.

      • sama-sama pak

        oo begitu ya pak terima kasih atas ceritanya😀
        saya jadi mengerti sekarang

      • Sama-sama Mas 🙂
        Ngomong-ngomong, di tanggapan untuk komentar Mas Ryan di bawah, ceritanya aku teruskan sedikit sampai terbentuknya Batu Gantung. Mudah-mudahan bisa lebih nyambung jadinya 🙂

  2. Naaw, that was a sad story😦 the pictures are however wonderful😀 the landscapes are so beautiful!

  3. Tadinya aku pikir ini cerita batu gantung mas😊

    • Sama cerita Batu Gantung memang nyambung koq, Mbak. Hanya saja untuk Batu Gantung versinya memang lebih banyak.

      • Kayaknya cerita2 legenda gini mesti di kumpulin ya mas trus dijadiin buku

      • Setuju Mbak. Apalagi negeri kita punya banyak sekali cerita dan legenda mengenai suatu tempat ataupun kebiasaan unik masyarakat. So far, aku sudah memulai untuk mengumpulkannya sih, karena kebetulan aku suka dengan cerita-cerita begini 🙂

  4. What a sad tale. I love hearing legends of places. I don’t know much about legends beyond Scotland and Ireland…and some of mainland Europe. They’re always the most interesting stories though.
    Beautiful landscape though, absolutely stunning. I’m very jealous of the beauty of your surroundings sometimes! I shall have to visit Indonesia one day.

    • Yes, I agree, it was quite a sad story. I also love hearing legends about places. And in Indonesia, there are many legends about places and traditions. I believe Scotland and Ireland have their own interesting legends that you will find someday 🙂
      By the way, I’m glad that you want to visit Indonesia one day 🙂

  5. ceritanya sedih omm😦

    tapi tempatnya bagus yaa

  6. wah… fotonya mas Chris as always… mantap…

    jadi tahu legenda Parapat. Mau tahu legenda Batu Gantungnya mas. ada referensi gak?

    • Ah Mas Ryan ini bisa aja memuji 😛
      Soal Batu Gantung, sebetulnya merupakan satu kesatuan sama cerita asal usul nama Parapat ini Mas. Jadi, setelah gempa buminya mereda, sebagian tebing batu di bawah posisi lubang itu longsor. Nah di bawah longsoran itu, masyarakat melihat ada sebongkah batu yang mirip dengan tubuh wanita tergantung di tebing. Masyarakat mempercayai bahwa itu adalah tubuh si gadis yang sudah tertutup batu. Kenapa tidak ikut jatuh ke danau? Kata orang-orang karena rambut si gadis masih terjepit di salah satu celah di bekas lubang itu, sehingga sampai sekarang masih tergantung di situ.
      Nah gitu ceritanya, Mas.

  7. petit4chocolatier

    I love hearing about legends and traditions. This was sad. However, the photos of the region are absolutely gorgeous.

    • Wow . . . seems that many people love to hear about legends and traditions. They are really interesting, I admit 🙂
      By the way, it is not the photos, Judy. The region itself is gorgeous 🙂

  8. Fotonya kaya lukisan pak. Siip seneng juga yang ijo2+pantai. Perpaduan yang saya banget🙂

  9. That’s a beautiful, sad story – and it is indeed a beautiful place. Like you said just above, I enjoy the legends you relate to us. Thanks for those!

  10. YOU DOIN’ GREAT JOB, MATE! Halah! Sok akrab. Keep on capturing our great land! Mancing nggak mas di sini? Katanya seru lho. Katanya. Yuk!

    • Gak sempet mancing, Jat. Tapi memang aku sempat lihat ada yang mancing, bahkan ada yang pake jala juga – yang pake jala memang nelayan situ sih 😛

  11. TOBA! keren…

    • Thanks, Jo. Danau ini memang keren, apa lagi kalau ada waktu untuk mengeksplor lebih jauh. Masih banyak tempat bagus yang belum dikenal di sana.

  12. Ni Luh Lane

    Bagus sekali. Saya merasa sedih, sebagai orang Indonesia yg belum punya kesempatan untuk berkunjung ke Daerah2 seperti ini…sy akan selalu beDoa “semoga suatu saat saya bisa,Terimakasih photo2nya Pak Chris; saya akan mengikuti terus, untuk lebih mengenal Indonesia walaupun lewat Link ini.

    • Terimakasih sudah berkunjung. Jangan berkecil hati kalau sekarang belum punya kesempatan berkunjung ke daerah lain, percayalah suatu waktu pasti kesempatan itu tiba. Mudah-mudahan isi blog-ku bisa membantu menjembatani keinginan untuk mengenal daerah lain, sementara belum ada kesempatan jalan sendiri ya 🙂

  13. Serem juga ya mas membayangkan orang orang menyaksikan bagaimana tubuh gadis itu terkubur di dalam lubang batu itu hanya krn mau dijodohkan ortunya

    Spt biasa foto fotonya cantik banget mas🙂

  14. JK Bevill - Lost Creek Publishing

    Beautiful!!

  15. I never knew the legend of Parapat. Quite interesting!

  16. wow wow woooowwww….jempol oomm….duh keren sekali tuh foto yg diatas yg danau toba (foto kedua)

  17. Ingin aku ke Danau Toba. hehehehehe. Indah nian Danaunya

  18. Wah.wah. kasihan ya si Gadis. Btw, fotonya its so beautiful pics.🙂

  19. WAAHHH fotonya bagus
    jadi pengen kesana…

  20. Waw BATU GANTUNG, danau TOBA! Sangat mengesankan. PhotoNya membawa saya terbang ribuan kilometer menelusuri Sumatre Utara lebih dekat, makasi Christ, nIce to know your BLOG

    SALAM KENAL

  21. Beautiful place!!! Lovely shots!!!

  22. Oh begitu asal mula nama Parapat ya Mas..Terlepas dari cerita legenda ini, danaunya cantik banget Mas. Semoga tambah banyak wisatawan datang ke sana ya mencari batu yang menjepit si gadis yang putus asa🙂

  23. aaaa ada foto kampung halamanku disitu mas😀 btw, baru tau ternyata asal muasal kata ‘Parapat’ begitu..

  24. such a beautiful lake…. such a haunting story! legends like this give me chills! i feel as though there’s always a bit of truth in them…

  25. Waduh, kok aku bisa kelewat melihat postingan ini ya?….. Photo2nya sangat mengingatkan saya waktu dulu sering ke danau Toba. Tapi yang ini benar lebih bagus dari yg saya lihat dahulu.

  26. Ya elah… klo aku mah mendingan dijodohin daripada digencet batu -____-
    Itu gede banget ya danau Toba.. aku gak pernah ngebayangin segede itu.. danau yang pernah kukunjungi pada cemen2, jomplang sama ini😦

  27. I LOVE myths and legends.
    Hawaii has many. They are all so interesting.
    Thanks for sharing.

    • It’s my pleasure to be able to share them here, Mary. Glad to know that you are love myths and legends, too 🙂

  28. JK Bevill - Lost Creek Publishing

    Reblogged this on lost creek publishing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: