Daily Archives: February 17, 2013

A blade that stab a valley

Actually, the blade is a waterfall located in Tanah Karo Regency, North Sumatra, Indonesia, at the north shore of the great Toba Lake. The waterfall is known as Sipiso-piso Waterfall. The term “piso” means knife or blade. The waterfall earned its name because the locals who live at the surrounding area saw that the narrow waterfall looked like a giant blade that cut a hill and stab the bottom of the valley below.

IMG_SSW00

sipiso-piso waterfall

Sipiso-piso Waterfall is considered one of the highest waterfalls in Indonesia. The water come from an underground river on the Karo Plateau, then plunge into some 120 meters gorge below with a thunderous roar. The water then flow through a small river at the bottom of the gorge to the nearby Toba Lake.

Travelers can enjoy the scenery without any special efforts because the waterfall is seen clearly from an opening close to the parking lot. There are some viewing posts that enable travelers see the waterfall on one side and also a part of Toba Lake on the other side. For them who want to go to the base of the waterfall, however, they have to walk down hundreds of steep stone stairs which guide them directly to the base of the waterfall.

I was there on a cloudy afternoon. Drizzle greeted me and my family at the site, so I decided not to go down to the base of the waterfall. It seemed that I took a good decision, for a downpour came right after I left the viewing post to get to my car.

Located on a 800 meters above sea level make the temperature quite cool, and fog easily formed at the top of the surrounding hills. The hills look green because they are covered by pine forests. The location is not too far from Brastagi, the small town known as the fruit and flower heaven of Sumatra.

Ringkasan :

Sipiso-piso merupakan nama air terjun yang terletak di Tanah Karo, Sumatera Utara. Posisinya ada di sebelah utara Danau Toba. Nama Sipiso-piso terinspirasi dari bentuk air terjun itu yang relatif tidak lebar tetapi cukup tinggi, sehingga sepintas nampak seperti sebilah pisau yang menghunjam ke dasar lembah tempat dimana air terjun itu jatuh. Itu pulalah sebabnya, mengapa penduduk setempat akhirnya menyebut air terjun ini dengan nama Sipiso-piso.

Air Terjun Sipiso-piso merupakan salah satu air terjun tertinggi di Indonesia. Sumber airnya berasal dari perbukitan di sekitarnya yang mengalir melalui sebuah sungai bawah tanah yang akhirnya keluar di sebuah tebing membentuk air terjun setinggi kurang lebih 120 meter dihitung dari dasar lembah tempat jatuhnya air. Air dari air terjun Sipiso-piso ini mengalir melalui sebuah sungai kecil dan bermuara di Danau Toba.

Untuk menikmati pemandangan air terjun ini, pengunjung tidak perlu bersusah payah berjalan jauh, karena dekat dengan tempat parkiran mobil terdapat gardu pandang yang bisa dipergunakan untuk menikmati keindahan air terjun tersebut dari kejauhan, bahkan selain air terjun, di sisi lain dari gardu pandang tersebut, tampak keindahan sebagian pantai Danau Toba. Trus kalau mau main air di dasar air terjun bisa apa gak? Jangan khawatir, sudah tersedia sebuah jalur tangga batu dengan ratusan anak tangga untuk mengantar mereka yang ingin turun ke dasar lembah tempat jatuhnya air dari Air Terjun Sipiso-piso ini. Tentunya dibutuhkan stamina yang kuat untuk turun dan kemudian naik lagi pada saat kembali dari dasar lembah.

Aku sendiri waktu itu tidak turun ke dasar lembah, karena pada saat aku sampai di sana bersama keluarga, mendung tebal menggelayut rendah dengan ditingkahi gerimis tipis yang cukup bisa membasahi tubuh. Untungnya aku memutuskan untuk tidak turun ke dasar lembah, karena tidak lama kemudian, pas ketika aku meninggalkan area gardu pandang menuju mobil, hujan sangat deras turun seolah-olah disiramkan dari langit.

Hawa di Sipiso-piso cukup sejuk karena terletak pada ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, sehingga kabutpun dengan mudah terbentuk menyelimuti puncak-puncak perbukitan disekitarnya yang menghijau karena tanaman pinus.

Lokasi air terjun ini tidak jauh dari Brastagi, sebuah kota kecil yang dikenal sebagai penghasil bunga dan aneka buah.

Categories: Travel Pictures | Tags: , , | 72 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.